Path: TopS2-ThesesUrban and Regional Planning-SAPPK2008

IDENTIFIKASI TINGKAT RISIKO BENCANA TSUNAMI DI KOTA PADANG

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:25:29
Oleh : HARISMAN (NIM 25406021), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2008, dengan 7 file

Keyword : disaster risk level, tsunami, convergence area, Eurasia slabs, Indo Australia slabs

Kota Padang terletak pada Pesisir Barat Pulau Sumatera, yang merupakan daerah pertemuan antara Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo Australia. Pertemuan kedua lempeng tersebut menyebabkan Kota Padang sangat rawan terhadap bahaya gempa bumi dan tsunami. Oleh karena itu sangat dibutuhkan upaya mitigasi dalam mengurangi risiko bencana yang mungkin terjadi. Dengan demikian dilakukan studi dengan tujuan menentukan tingkat risiko bencana tsunami di wilayah Kota Padang.








Identifikasi risiko bencana merupakan upaya awal untuk melakukan tindakan pencegahan dan mengurangi dampak dari bencana tersebut. Dalam mengidentifikasi tingkat risiko bencana ditetapkan tiga faktor yaitu faktor bahaya, kerentanan dan kapasitas. Langkah awal dalam penelitian ini adalah merumuskan sub faktor dan indikator risiko bencana tsunami. Sub faktor bahaya adalah genangan air, dengan indikatornya adalah elevasi, jarak dari pantai, jarak dari sungai. Sub faktor dari kerentanan adalah kerentanan fisik, kerentanan sosial kependudukan dan kerentanan ekonomi. Dan sub faktor dari kapasitas/ketahanan adalah sumberdaya dan mobilitas. Sub faktor tersebut dijabarkan lebih detail ke dalam indikator risiko bencana tsunami di Kota Padang.








Sub faktor dan indikator bencana tersebut di analisis dengan menggunakan perangkat System Informasi Geografis (SIG) dalam mengolah data, menganalisis dan menampilkan peta-peta. Hasil dari penggunaan perangkat SIG ini adalah berupa peta tingkat bahaya, peta kerentanan, dan peta tingkat kapasitas. Peta-peta ini di overlay sehingga menghasilkan peta tingkat risiko bencana tsunami di Kota Padang.








Dari peta tingkat risiko bencana tsunami di Kota Padang, maka diketahui ada 11 kelurahan yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap bencana tsunami. Luas wilayah 11 kelurahan tersebut adalah 5.352 Ha (7% dari wilayah Kota Padang) dengan populasi 16.149 jiwa.








Rekomendasi yang diberikan untuk mengatasi risiko bencana pada dasarnya adalah dengan meminimasi tingkat risiko itu sendiri yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah tersebut. Untuk wilayah dengan kepadatan rendah yaitu Kelurahan Sungai Beremas, Pasir Kandang, Pasir Sebelah, dan Padang Sarai dapat dilakukan mitigasi non structural yaitu dengan melakukan pengendalian ruang atas wilayah tersebut. Untuk populasi tinggi seperti pada Kelurahan Berok, Purus Tengah, dan Air Tawar Barat dapat dilakukan mitigasi struktural berupa pembangunan sea wall dan break water.

Deskripsi Alternatif :

Padang City is located in western coast of Sumatra Island, a convergence area between of Eurasia and Indo Australia slabs. The convergence of both slabs makes Padang City highly vulnerable to earthquake and tsunami disasters. Therefore, measures of mitigation to relieve any disaster risks that likely occur are strongly required. Thus, a study aimed at determining risk level of tsunami disaster in Padang City area is carry out.









Identification of disaster risk level is an initial attempt to take preventive action and to relieve impacts of any disaster. In identifying the risk level of a disaster, three factors are determined, namely, danger, vulnerability, and capacity. The initial stage in this research is to formulate the sub-factors and indicators of tsunami disaster risk. The sub-factor of danger is water overflow, indicators of which are elevation, distance from coast, and distance from river. Sub-factors of vulnerability are physical, social status, and economic vulnerabilities. And sub-factors of capacity/endurance are resource and mobility. The sub-factors are further broken down in more detail into risk indicators of tsunami disaster in Padang City.









The sub-factors and indicators of disaster are analyzed by using Geographic Information System (GIS) set in data processing, analysis, and maps display. The results of applying the GIS set are in form of danger level, vulnerability, and capacity maps. These maps are overlaid so as to produce a risk level map of tsunami disaster in Padang City.









From the risk level map of tsunami disaster in Padang City, it is find out that there are 11 kelurahans (villages) with high risk level of tsunami disaster. The total area of the 11 kelurahans was 5,352 Ha (7% of Padang City area) with population of 16,149 people.









The recommendation offered for litigating disaster risks is basically by minimizing the risk level itself in accordance with the condition of each area. For the areas of low density, that is, Kelurahans of Sungai Beremas, Pasir Kandang, Pasir Sebelah, and Padang Sarai, non-structural mitigation could be pursued, that is, by conducting space control on the areas. Meanwhile, for the areas of high density, such as Kelurahans of Berok, Purus Tengah, and Air Tawar Barat, structural mitigation, in the form of development of sea wall and break water, could be implemented.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiC
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Pradono, SE., M.Ec., DEV., Dr.Eng., Editor:

File PDF...