Path: Top > S1-Final Project > School of Business and Management > 2017

THE RELATIONSHIP OF CREDIT CHARACTERITICS AND COAL PRICE WITH REPAYMENT CAPACITY: CASE STUDY OF A HEAVY EQUIPMENT LEASING COMPANY

THE RELATIONSHIP OF CREDIT CHARACTERITICS AND COAL PRICE WITH REPAYMENT CAPACITY: CASE STUDY OF A HEAVY EQUIPMENT LEASING COMPANY

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-15 15:58:38
Oleh : Hanifa Endru Subekti (NIM 19014169), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2017-09-15, dengan 1 file

Keyword : determinants, heavy-equipment, leasing, NPF, repayment capacity

Pada tahun 2015 dan 2016, perusahaan leasing alat berat merasakan stagnasi ataupun penurunan

di dalam bisnis mereka. Banyak perusahaan harus mengecilkan usaha mereka karena keadaan

ini. Seorang deputi dari OJK juga mengatakan bahwa leasing alat berat memiliki nonperforming


financing (NPF) paling tinggi diantara leasing lainnya dengan 4.34%. Riset ini

mempunyai tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi NPF di perusahaan

leasing alat berat.


Metode yang digunakan dalam riset ini adalah multi-linear regression (MLR) dan logistic

regression. Riset ini menggunakan dua metode karena variabel dependennya dapat

diinterpretasikan melalui dua cara yaitu variabel kontinyu dan biner. Sampel data untuk

karakteristik kredit didapatkan dari sebuah perusahaan leasing dari tahun 2006-2016, dan untuk

harga batubara didapatkan dari laman infomine.com dengan harga batubara pada saat

penandatanganan kontrak. Variabel independen yang digunakan adalah jumlah pembiayaan,

jumlah security deposit, bunga, tenor, persentase pembiayaan, umur kontrak dan harga batubara.

Untuk variabel dependen menggunakan status kontrak NPF atau tidak NPF. Lessee dikatakan

memiliki status NPF ketika ia tidak sanggup membayar iuran bulanan selama lebih dari 90 hari.

Untuk MLR dependen variabel bersifat variabel kontinyu, sedangkan untuk logistic regression

dependen variabel bersifat biner, dengan 0 untuk not NPF dan 1 untuk NPF.


Sebelum melakukan MLR, terlebih dulu harus dilakukan uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik

yang digunakan adalah multikolinearitas dan heteroskedastisitas. Uji multikolinearitas, jumlah

security deposit dikatakan memilik multikolinearitas dengan jumlah pembiayaan. Maka, jumlah

security deposit tidak lagi digunakan sebagai variabel independen untuk mencegah bias. Uji

heteroskedastisitas, model dinyatakan memiliki heteroskedastisitas. Maka, MLR akan

menggunakan robust standard error. Hasil dari MLR menyatakan bahwa jumlah pembiayaan,

tenor, persentase pembiayaan dan harga batubara memiliki hubungan positif dengan NPF.

Sedangkan umur kontrak memiliki hubungan negatif. Dari hasil logistic regression dinyatakan

bahwa tenor dan persentase pembiayaan memiliki hubungan positif dengan NPF dan umur

kontrak memiliki hubungan negatif.


Hasil dari riset ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam membuat profil risiko dari

lessee perusahaan tersebut. Dan untuk riset di masa depan, diharapkan riset ini dapat membantu

memperluas subjek dari riset seperti ini.

Deskripsi Alternatif :

In 2015 and 2016, heavy-equipment leasing company have felt either stagnation or reduction in

their business. Many company forced to sized-down their business because of the condition.

Deputy of OJK also said that in 2015, heavy equipment leasing company has the highest level

of non-performing financing (NPF) compared to other leasing with 4.34%. This research has an

aim to find the determinants of NPF in a heavy-equipment leasing company.


The method used is multi-linear regression and logistic regression. This research used two

methods because the dependent variable could be interpreted using two ways, continuous

variables and binary. The sample of data is acquired from one heavy-equipment leasing

company regarding their lessee’s credit characteristic from 2006-2016 and coal price from

infomine.com on the date the contract is signed. The independent variables used are amount of

financing, amount of security deposit, effective rate, tenor, percentage of financing, age of

contract and coal price. For the dependent variable used is the NPF status itself. The lessee that

has status of NPF needed to exceed 90 days for their maximum overdue. For multi-linear

regression the dependent variable uses continuous variable, while logistic regression uses

dummy variable with 0 as not NPF and 1 as NPF.


Before doing multi-linear regression, a classical assumption test needed to be done. Classical

assumption test used in this research is multi-collinearity and heteroscedasticity. For multi-

collinearity test, amount of security deposit said to have multicollinearity to amount of

financing, so for further analysis the amount of security deposit will be dropped to prevent bias.

Heteroscedasticity test shows that the model has heteroscedasticity, therefore the multi-linear

regression will be using robust standard error. The result for multi-linear regression shows

amount of financing, tenor, percentage of financing and coal price have positive relationship

with NPF. Also, age of contract has negative relationship with NPF. Logistic regression result

shows that percentage of financing and tenor have positive relationship with NPF and age of

contract has negative relationship with NPF.


The result of this research aim to help the company in risk-profiling their lessee, also help the

future research to broaden the research subject for this type of research.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiC
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Dr. Taufik Faturohman, Ph.D, Editor: Taupik Abidin

File PDF...