Path: TopGray LiteraturesSSlamet_Ibrahim_Surantaatmadja2004

BERBAGAI PENDEKATAN PADA PENAKSIRAN BATAS DETEKSI DAN BATAS KUANTISASI SUATU METODE ANALISIS INSTRUMEN

Acta Pharmaceutica Indonesia,
Vol. XXIX, No. 4, Desember, 2004

Gray literature from JBPTITBPP / 2007-02-14 18:47:58
Oleh : Slamet Ibrahim Surantaatmadja, Dr., Laboratorium Kimia Farmasi (slametibrahim@yahoo.com
)
Dibuat : 2004-12-00, dengan 2 file

Keyword :

Batas deteksi, Batas kuantisasi, Analisis instrumen


Url : http://acta.fa.itb.ac.id

Pendahuluan:

Di antara keunggulan teknik analisis menggunakan instrumen adalah kemampuannya mendeteksi dan menentukan kadar analit yang sangat kecil dibandingkan dengan metode analisis klasik. Walaupun demikian untuk menganalisis analit yang berkadar sangat rendah dimana sinyal instrumen yang diberikan analit sangat lemah atau hampir sama dengan derau atau latar belakang, diperlukan suatu kriteria yang menggambarkan kehandalan metode. Pada analisis sampel yang mengandung analit sangat rendah, kesulitan dalam mengambil keputusan akan dialami karena adanya keraguan antara sinyal analit atau derau. Ketidakpastian dan keraguan inilah yang memicu penggunaan kriteria kinerja metode analisis yang disebut batas deteksi (limit of detection, LOD) dan batas kuantisasi (limit of quantitation, LOQ).

Batas deteksi dan batas kuantisasi metode perlu ditentukan kalau metode tersebut digunakan untuk menganalisis sampel yang mengandung analit berkadar rendah, seperti pada analisis obat dalam cairan tubuh, analisis metabolit sekunder dalam kultur jaringan, analisis pada uji disolusi obat, analisis dalam penetapan uji batas dan lain-lain [1,12,13,15,20,24]. Batas deteksi sangat penting dalam analisis sesepora (trace analysis) untuk menentukan jumlah kontaminan yang ada di bawah atau di atas batas yang diperbolehkan. Batas deteksi merupakan kriteria untuk pemilihan metode tersebut. Biasanya suatu metode akan dipilih jika batas deteksinya sepersepuluh dari batas konsentrasi yang diperbolehkan. Misalnya jika batas kadar timbal dalam air ledeng 0,05 mg dm-3 (50 bpt) maka metode analisis yang dipilih adalah metode yang mampu mengukur kadar timbal dibawah batas tersebut hingga 0,005 mg dm-3 atau memberikan batas deteksinya 5 bpt [12].

Penaksiran dan perhitungan batas deteksi dan batas kuantisasi masih mengundang perdebatan karena perbedaan interpretasi definisi dan cara penentuannya. Secara umum batas deteksi didefinisikan sebagai konsentrasi analit terkecil yang memberi sinyal instrumen yang berbeda secara "nyata" dari sinyal blangko dan sinyal latar belakang. Sedangkan batas kuantisasi didefinisikan sebagai konsentrasi analit terkecil yang dapat dikuantisasi secara cermat dan seksama. WHO dan USP mendefinisikan batas deteksi sebagai kadar analit terkecil dalam sampel yang dapat dideteksi tapi tidak perlu ditetapkan sebagai kadar yang tepat sedangkan batas kuantisasi sebagai kadar analit terkecil yang dapat diukur secara kuantitatif dengan kecermatan dan keseksamaan yang dapat diterima [20,24]. Interpretasi inilah yang memicu perdebatan dalam penentuan dan penaksiran batas deteksi serta batas kuantisasi [2-11,14-18,19-23].

Tulisan ini akan memaparkan beberapa pendekatan untuk menaksir dan menghitung batas deteksi dan batas kuantisasi metode analisis dan cara-cara perhitungannya yang biasa dilakukan, baik melalui pengolahan statistika maupun yang non statistika.

Deskripsi Alternatif :

Pendahuluan:

Di antara keunggulan teknik analisis menggunakan instrumen adalah kemampuannya mendeteksi dan menentukan kadar analit yang sangat kecil dibandingkan dengan metode analisis klasik. Walaupun demikian untuk menganalisis analit yang berkadar sangat rendah dimana sinyal instrumen yang diberikan analit sangat lemah atau hampir sama dengan derau atau latar belakang, diperlukan suatu kriteria yang menggambarkan kehandalan metode. Pada analisis sampel yang mengandung analit sangat rendah, kesulitan dalam mengambil keputusan akan dialami karena adanya keraguan antara sinyal analit atau derau. Ketidakpastian dan keraguan inilah yang memicu penggunaan kriteria kinerja metode analisis yang disebut batas deteksi (limit of detection, LOD) dan batas kuantisasi (limit of quantitation, LOQ).

Batas deteksi dan batas kuantisasi metode perlu ditentukan kalau metode tersebut digunakan untuk menganalisis sampel yang mengandung analit berkadar rendah, seperti pada analisis obat dalam cairan tubuh, analisis metabolit sekunder dalam kultur jaringan, analisis pada uji disolusi obat, analisis dalam penetapan uji batas dan lain-lain [1,12,13,15,20,24]. Batas deteksi sangat penting dalam analisis sesepora (trace analysis) untuk menentukan jumlah kontaminan yang ada di bawah atau di atas batas yang diperbolehkan. Batas deteksi merupakan kriteria untuk pemilihan metode tersebut. Biasanya suatu metode akan dipilih jika batas deteksinya sepersepuluh dari batas konsentrasi yang diperbolehkan. Misalnya jika batas kadar timbal dalam air ledeng 0,05 mg dm-3 (50 bpt) maka metode analisis yang dipilih adalah metode yang mampu mengukur kadar timbal dibawah batas tersebut hingga 0,005 mg dm-3 atau memberikan batas deteksinya 5 bpt [12].

Penaksiran dan perhitungan batas deteksi dan batas kuantisasi masih mengundang perdebatan karena perbedaan interpretasi definisi dan cara penentuannya. Secara umum batas deteksi didefinisikan sebagai konsentrasi analit terkecil yang memberi sinyal instrumen yang berbeda secara "nyata" dari sinyal blangko dan sinyal latar belakang. Sedangkan batas kuantisasi didefinisikan sebagai konsentrasi analit terkecil yang dapat dikuantisasi secara cermat dan seksama. WHO dan USP mendefinisikan batas deteksi sebagai kadar analit terkecil dalam sampel yang dapat dideteksi tapi tidak perlu ditetapkan sebagai kadar yang tepat sedangkan batas kuantisasi sebagai kadar analit terkecil yang dapat diukur secara kuantitatif dengan kecermatan dan keseksamaan yang dapat diterima [20,24]. Interpretasi inilah yang memicu perdebatan dalam penentuan dan penaksiran batas deteksi serta batas kuantisasi [2-11,14-18,19-23].

Tulisan ini akan memaparkan beberapa pendekatan untuk menaksir dan menghitung batas deteksi dan batas kuantisasi metode analisis dan cara-cara perhitungannya yang biasa dilakukan, baik melalui pengolahan statistika maupun yang non statistika.


Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiLaboratorium Kimia Farmasi
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Scan:
    Ena Sukmana, S.Sos. (2006-03-23), Editor:

File PDF...