Path: TopGray LiteraturesDDadang_Kurniadi_Mihardja2001

Model Intrusi Garam 2D Vertikal di Sungai Upang, Sumatera Selatan

Gray literature from JBPTITBPP / 2007-02-14 18:47:13
Oleh : Dadang Kurniadi Mihardja, Department of Civil Engineering
Dibuat : 2001-07-00, dengan file

Keyword : model hidrodinamika, model transport adveksi-difusi, intrusi garam hydrodynamic model, advection-diffusion transport model, salt intrusion.

Penelitian yang ditulis dalam paper ini adalah model intrusi garam di Sungai Upang, Sumatera Selatan, dengan menggunakan model matematika 2 dimensi vertical. Model matematika 2D ini terdiri dari model hidrodinamika dan transport adveksi-difusi. Persamaan model diselesaikan dengan menggunakan metoda beda hingga 2D vertical skema leap-frog (Crean-Murty-Stronach, 1989). Data masukan untuk model bersumber dari data survei lapangan yang dilakukan oleh Direktorat Penyelidikan Masalah Air (DPMA) bandung bulan Nopember 1981. Data tersebut meliputi data debit, elevasi muka air, salinitas, dan penampang melintang sungai. Model memberikan hasil simulasi hidrodinamika terbaik pada penerapan skenario lebar sungai yang bervariasi secara vertical, koefisien Eddy horisontal dengan parameter Horcon 0,1, koefisien Eddy vertikal dengan konstanta 0,54e-7, koefisien gesekan lateral dengan harga 0,001-0,005, koefisien difusi dengan rentang harga 350-425 m2 /detik, koefisien difusi vertical dengan konstanta 3,24e-4, dan debit air sungai di hulu 400 m3 /detik. Model transport garam menunjukkan jangkauan intrusi air laut dapat mencapai hulu Sungai Upang, dengan besar salinitas 0-0,25 PSU (Practical Salinity Unit). Saat kondisi pasut di hilir menuju surut terbentuk lidah garam yang panjangnya dapat mencapai 25 km. Secara umum hasil simulasi model transport garam telah dapat menunjukkan dengan baik mekanisme proses intrusi air laut di estuary yang dipengaruhi pasut.

Deskripsi Alternatif :

Penelitian yang ditulis dalam paper ini adalah model intrusi garam di Sungai Upang, Sumatera Selatan, dengan menggunakan model matematika 2 dimensi vertical. Model matematika 2D ini terdiri dari model hidrodinamika dan transport adveksi-difusi. Persamaan model diselesaikan dengan menggunakan metoda beda hingga 2D vertical skema leap-frog (Crean-Murty-Stronach, 1989). Data masukan untuk model bersumber dari data survei lapangan yang dilakukan oleh Direktorat Penyelidikan Masalah Air (DPMA) bandung bulan Nopember 1981. Data tersebut meliputi data debit, elevasi muka air, salinitas, dan penampang melintang sungai. Model memberikan hasil simulasi hidrodinamika terbaik pada penerapan skenario lebar sungai yang bervariasi secara vertical, koefisien Eddy horisontal dengan parameter Horcon 0,1, koefisien Eddy vertikal dengan konstanta 0,54e-7, koefisien gesekan lateral dengan harga 0,001-0,005, koefisien difusi dengan rentang harga 350-425 m2 /detik, koefisien difusi vertical dengan konstanta 3,24e-4, dan debit air sungai di hulu 400 m3 /detik. Model transport garam menunjukkan jangkauan intrusi air laut dapat mencapai hulu Sungai Upang, dengan besar salinitas 0-0,25 PSU (Practical Salinity Unit). Saat kondisi pasut di hilir menuju surut terbentuk lidah garam yang panjangnya dapat mencapai 25 km. Secara umum hasil simulasi model transport garam telah dapat menunjukkan dengan baik mekanisme proses intrusi air laut di estuary yang dipengaruhi pasut.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiD
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: