Path: TopGray LiteraturesGeodesyBBambang_Subekti2000

PERBANDINGAN METODE-METODE PENYELESAIAN DARI SISTEM PERSAMAAN LINEAR YANG SINGULAR

Jurnal Surveying dan Geodesi, Vol. X, No. 3,
September 2000

Gray literature from JBPTITBPP / 2007-02-14 18:47:08
Oleh : Bambang Subekti, Ir., MT., Department of Geodetic Engineering (bsubekti@gd.itb.ac.id)
Dibuat : 2000-09-00, dengan 2 file

Keyword :

Linear equation, Singular Value Decomposition, Matrix Diagonalization, Truncated Triangular Decomposition


Abstrak:

Dalam pengolahan data untuk penentuan posisi dengan menggunakan prinsip-prinsip terkecil diperlukan beberapa asumsi yang melibatkan unsur-unsur translasi, rotasi dan faktor skala. Pengambilan asumsi ini seringkali dilakukan semata-mata hanya untuk menghindari terbentuknya sistem persamaan normal yang singular, dimana pada hitungannya proses inversi matriks menjadi tidak dapat dikerjakan.

Dengan munculnya teori Generalized Matrix Inverse (GIM) pengambilan asumsi-asumsi tersebut tidak diperlukan lagi, karena teori ini dapat digunakan untuk menyelesaikan sistem persamaan yang singular. Ada beberapa metode GIM yang dikenal, antara lain: Dekomposisi Nilai Singular (Singular Value Decomposition), Metode Pendiagonalan Matriks (Matrix Diagonalization) dan Dekomposisi Matriks Segitiga Terpotong (Truncated Triangular Decomposition).

Pembahasan pada makalah ini difokuskan kepada analisis perbandingan dari ketiga metode GIM di atas dengan meninjau pengaruh dari kaidah-kaidah matematika yang digunakan oleh masing-masing metode terhadap efektifitas proses hitungan dan tingkat keakuratan hasil yang diperoleh. Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap ketiga metode tersebut, metode Dekomposisi Nilai Singular (Singular Value Decomposition) merupakan metode yang paling baik dibandingkan dengan kedua metode lainnya. Pembahasan diakhiri dengan kesimpulan serta saran-saran yang terkait dengan permasalahan yang diungkapkan.

Deskripsi Alternatif :

Abstrak:

Dalam pengolahan data untuk penentuan posisi dengan menggunakan prinsip-prinsip terkecil diperlukan beberapa asumsi yang melibatkan unsur-unsur translasi, rotasi dan faktor skala. Pengambilan asumsi ini seringkali dilakukan semata-mata hanya untuk menghindari terbentuknya sistem persamaan normal yang singular, dimana pada hitungannya proses inversi matriks menjadi tidak dapat dikerjakan.

Dengan munculnya teori Generalized Matrix Inverse (GIM) pengambilan asumsi-asumsi tersebut tidak diperlukan lagi, karena teori ini dapat digunakan untuk menyelesaikan sistem persamaan yang singular. Ada beberapa metode GIM yang dikenal, antara lain: Dekomposisi Nilai Singular (Singular Value Decomposition), Metode Pendiagonalan Matriks (Matrix Diagonalization) dan Dekomposisi Matriks Segitiga Terpotong (Truncated Triangular Decomposition).

Pembahasan pada makalah ini difokuskan kepada analisis perbandingan dari ketiga metode GIM di atas dengan meninjau pengaruh dari kaidah-kaidah matematika yang digunakan oleh masing-masing metode terhadap efektifitas proses hitungan dan tingkat keakuratan hasil yang diperoleh. Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap ketiga metode tersebut, metode Dekomposisi Nilai Singular (Singular Value Decomposition) merupakan metode yang paling baik dibandingkan dengan kedua metode lainnya. Pembahasan diakhiri dengan kesimpulan serta saran-saran yang terkait dengan permasalahan yang diungkapkan.


Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiD
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Scan:
    Ena Sukmana, S.Sos.
    (2006-09-29)
    ena506@yahoo.co.id

    Editor 1:
    Nanan Hasanah, Ir., M.Sc.
    (2001-07-02)
    nanan@unix.lib.itb.ac.id

    Editor 2:
    Ena Sukmana, S.Sos.
    (2006-09-29)
    ena506@yahoo.co.id, Editor:

Download...