Path: TopGray LiteraturesAAdang_Suwandi_Ahmad1999

Pengendalian nafsu dan akal oleh hati yang ikhlas adalah syarat mutlak menegakkan kembali kemandirian bangsa Indonesia yang diridloi Allah: Khutbah Idul Fitri 1 Syawal 1419 H - 19 Januari 1999 Lapangan Sinapeul Batureok Lembang

Gray literature from JBPTITBPP / 2007-02-14 18:46:57
Oleh : Adang Suwandi Ahmad, Department of Electrical Engineering
Dibuat : 1999-01-19, dengan 1 file

Keyword : Pengendalian nafsu; Pengendalian akal; Hati

Pengendalian nafsu oleh hati yang ikhlas akan mewujudkan seseorang yang insya Allah memperoleh hidayah Allah. Apabila hidayah ini telah bersemayam di dalam kalbu seseorang, maka akan melimpah pula kepada sekitarnya dan dapat memenuhi kalbu orang di sekitarnya, seakan sebuah pohon yang berbuah setiap musimnya yang tidak terputus. Setiap kalbu menerima hidayah dari kalbu lainnya dan terciptalah masyarakat yang mendapat hidayah Allah.
Namun sebaliknya, kalimat kufur yang berasal dari pengendalian diri yang buruk, seumpama pohon yang buruk, yang akarnya tidak kuat sehingga tidak sanggup lama tegak menentang langit. Tumbuhan yang akarnya tidak menghujam ke dalam tanah, adalah tumbuhan yang tidak berumur panjang seperti pohon yang akarnya jauh menerobos tanah. Dengan demikian kebathilan yang diakibatkan oleh pengendalian hati yang buruk, tidak akan kekal dan bahkan akan hilang seperti buih air di pantai.
Dari uraian tadi dapat dipahami bahwa orang-orang yang berjiwa luhur dan para pemikir besar adalah orang-orang yang memiliki kalimat yang baik sebagai hasil pengendalian hati yang baik. Ilmu mereka dapat memberikan nikmat dan rezeki kepada ummat di sekelilingnya bahkan menyebar sejauh-jauhnya. Ilmu mereka tetap kokoh di dalam hati mereka, sedangkan cabang-cabangnya menjalar ke segala penjuru. Pada saatnya, buahnya akan dapat dinikmati orang banyak, bahkan akan menerbitkan kembali pohon-pohon baru dari bijinya, pohon-pohon baru yang lebih kokoh dan lebih menjulang.

Deskripsi Alternatif :

Pengendalian nafsu oleh hati yang ikhlas akan mewujudkan seseorang yang insya Allah memperoleh hidayah Allah. Apabila hidayah ini telah bersemayam di dalam kalbu seseorang, maka akan melimpah pula kepada sekitarnya dan dapat memenuhi kalbu orang di sekitarnya, seakan sebuah pohon yang berbuah setiap musimnya yang tidak terputus. Setiap kalbu menerima hidayah dari kalbu lainnya dan terciptalah masyarakat yang mendapat hidayah Allah.
Namun sebaliknya, kalimat kufur yang berasal dari pengendalian diri yang buruk, seumpama pohon yang buruk, yang akarnya tidak kuat sehingga tidak sanggup lama tegak menentang langit. Tumbuhan yang akarnya tidak menghujam ke dalam tanah, adalah tumbuhan yang tidak berumur panjang seperti pohon yang akarnya jauh menerobos tanah. Dengan demikian kebathilan yang diakibatkan oleh pengendalian hati yang buruk, tidak akan kekal dan bahkan akan hilang seperti buih air di pantai.
Dari uraian tadi dapat dipahami bahwa orang-orang yang berjiwa luhur dan para pemikir besar adalah orang-orang yang memiliki kalimat yang baik sebagai hasil pengendalian hati yang baik. Ilmu mereka dapat memberikan nikmat dan rezeki kepada ummat di sekelilingnya bahkan menyebar sejauh-jauhnya. Ilmu mereka tetap kokoh di dalam hati mereka, sedangkan cabang-cabangnya menjalar ke segala penjuru. Pada saatnya, buahnya akan dapat dinikmati orang banyak, bahkan akan menerbitkan kembali pohon-pohon baru dari bijinya, pohon-pohon baru yang lebih kokoh dan lebih menjulang.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiD
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor:

File PDF...