Path: Top > Gray Literatures > O > Ofyar_Z._Tamin > 1993

STRATEGI PENGEMBANGAN JARINGAN JALAN DI KAWASAN TIMUR INDONESIA BERDASARKAN KONSEP SISTEM TRANSPORTASI ANTARMODA

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-3,
19-21 April 1993, Mataram

Gray literature from JBPTITBPP / 2007-02-14 18:48:05
Oleh : Ofyar Z. Tamin, Prof.Dr.Ir., Department of Civil Engineering (ofyar@trans.si.itb.ac.id)
Dibuat : 1993-04-21, dengan 1 file

Keyword :

Jaringan jalan, Sistem transportasi antarmoda


Abstrak:

Indonesia adalah salah satu negara kepulauan terbesar di dunia dengan tingkat pertumbuhan yang pesat terdapat pada hampir seluruh sektor, tidak hanya di bidang ekonomi, akan tetapi juga di bidang sosial dan politik sebagai realisasi dari Motto Nasional Bhinneka Tunggal Ika. Bidang transportasi dirasakan kurang memberikan kontribusinya karena peranan pelayanan dan pengembangannya yang kurang memadai. Oleh karena itu, untuk menunjang pembangunan suatu wilayah, fasilitas dan pelayanan transportasi harus ditingkatkan karena seluruh sektor ekonomi akan sangat tergantung pada tingkat pelayanan dari fasilitas transportasi yang ada. Melihat kondisi geografis Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang daerahnya terpisah-pisah oleh lautan, ditambah lagi dengan penyebaran penduduk serta daerah-daerah potensi ekonomi yang tidak merata, maka wilayah KTI memerlukan suatu sistem transportasi yang berbeda dibandingkan dengan wilayah lainnya di Indonesia. Tersebarnya wilayah KTI menjadi pulau-pulau yang bervariasi luasnya dan relatif masih rendahnya kerapatan jaringan jalan di wilayah tersebut, maka untuk mengembangkan wilayah KTI diperlukan suatu sistem transportasi yang melibatkan sektor perhubungan darat, sungai, laut dan udara. Sehingga, hubungan antara satu pulau dengan pulau lainnya di wilayah KTI dan dengan wilayah luar KTI maupun hubungan dalam suatu pulau dapat berjalan secara terintegrasi dalam konsep SISTEM TRANSPORTASI ANTAR MODA.

Waktu tempuh dan biaya transit adalah merupakan faktor yang harus diperhatikan. Hal ini disebabkan karena waktu tempuh adalah merupakan suatu daya tarik utama dalam pemilihan moda transportasi (manusia ataupun barang). Bertambahnya waktu tempuh akan menurunkan jumlah penggunaan moda transportasi tersebut dan dengan sendirinya pula akan menurunkan tingkat pendapatannya. Akibat yang lebih jauh lagi adalah berkurangnya kepercayaan masyarakat akan kemampuan moda transportasi tersebut sehingga jika terdapat suatu alternatif moda transportasi lainnya yang lebih baik, maka masyarakat konsumen akan lebih senang beralih dan memilih moda transportasi lain tersebut.

Dalam perencanaan sistem transportasi ini diperlukan suatu studi perencanaan transportasi yang menyeluruh dan sistem koordinasi interaktif yang baik antar departemen dan instansi terkait yang nantinya akan tertuang dalam strategi kebijaksanaan pengembangan jaringan transportasi (darat, laun dan udara). Selain itu, dalam konsep sistem transporasi ini, interaksi antar suatu moda dengan moda lainnya akan terjadi pada suatu Simpul Terminal (terminal darat, laut dan udara) sehingga untuk mencapai efisiensi transportasi diperlukan juga suatu strategi penempatan simpul terminal yang tepat dengan tetap memperhatikan struktur Satuan Wilayah Pengembangan (SWP) yang telah ditetapkan. Faktor lain yang harus diperhatikan adalah bahwa simpul terminal tersebut harus mempertimbangkan daerah-daerah produksi dan orientasi pasarnya sehingga strategi pengembangan jaringan jalan dapat diarahkan kepada tercapainya sasaran konsep transportasi antar moda di atas.

Makalah ini akan menjabarkan Strategi Pengembangan Jaringan Jalan di wilayah KTI yang berdasarkan pada konsep Sistem Transporasi Antar Moda serta strategi penentuan lokasi titik Simpul Terminal yang optimal sesuai dengan kondisi jaringan transportasi yang ada berikut rencana pengembangannya serta daerah potensi-potensi ekonomi, daerah pemasaran dan daerah produksi. Juga akan dijabarkan beberapa tinjauan mengenai penilaian terhadap kelebihan, kekurangan serta peluang dan tantangan masing-masing moda transportasi sehingga keterpaduan transportasi antar moda tersebut dapat diterapkan di wilayah KTI secara efisien dan efektif.

Deskripsi Alternatif :

Abstrak:

Indonesia adalah salah satu negara kepulauan terbesar di dunia dengan tingkat pertumbuhan yang pesat terdapat pada hampir seluruh sektor, tidak hanya di bidang ekonomi, akan tetapi juga di bidang sosial dan politik sebagai realisasi dari Motto Nasional Bhinneka Tunggal Ika. Bidang transportasi dirasakan kurang memberikan kontribusinya karena peranan pelayanan dan pengembangannya yang kurang memadai. Oleh karena itu, untuk menunjang pembangunan suatu wilayah, fasilitas dan pelayanan transportasi harus ditingkatkan karena seluruh sektor ekonomi akan sangat tergantung pada tingkat pelayanan dari fasilitas transportasi yang ada. Melihat kondisi geografis Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang daerahnya terpisah-pisah oleh lautan, ditambah lagi dengan penyebaran penduduk serta daerah-daerah potensi ekonomi yang tidak merata, maka wilayah KTI memerlukan suatu sistem transportasi yang berbeda dibandingkan dengan wilayah lainnya di Indonesia. Tersebarnya wilayah KTI menjadi pulau-pulau yang bervariasi luasnya dan relatif masih rendahnya kerapatan jaringan jalan di wilayah tersebut, maka untuk mengembangkan wilayah KTI diperlukan suatu sistem transportasi yang melibatkan sektor perhubungan darat, sungai, laut dan udara. Sehingga, hubungan antara satu pulau dengan pulau lainnya di wilayah KTI dan dengan wilayah luar KTI maupun hubungan dalam suatu pulau dapat berjalan secara terintegrasi dalam konsep SISTEM TRANSPORTASI ANTAR MODA.

Waktu tempuh dan biaya transit adalah merupakan faktor yang harus diperhatikan. Hal ini disebabkan karena waktu tempuh adalah merupakan suatu daya tarik utama dalam pemilihan moda transportasi (manusia ataupun barang). Bertambahnya waktu tempuh akan menurunkan jumlah penggunaan moda transportasi tersebut dan dengan sendirinya pula akan menurunkan tingkat pendapatannya. Akibat yang lebih jauh lagi adalah berkurangnya kepercayaan masyarakat akan kemampuan moda transportasi tersebut sehingga jika terdapat suatu alternatif moda transportasi lainnya yang lebih baik, maka masyarakat konsumen akan lebih senang beralih dan memilih moda transportasi lain tersebut.

Dalam perencanaan sistem transportasi ini diperlukan suatu studi perencanaan transportasi yang menyeluruh dan sistem koordinasi interaktif yang baik antar departemen dan instansi terkait yang nantinya akan tertuang dalam strategi kebijaksanaan pengembangan jaringan transportasi (darat, laun dan udara). Selain itu, dalam konsep sistem transporasi ini, interaksi antar suatu moda dengan moda lainnya akan terjadi pada suatu Simpul Terminal (terminal darat, laut dan udara) sehingga untuk mencapai efisiensi transportasi diperlukan juga suatu strategi penempatan simpul terminal yang tepat dengan tetap memperhatikan struktur Satuan Wilayah Pengembangan (SWP) yang telah ditetapkan. Faktor lain yang harus diperhatikan adalah bahwa simpul terminal tersebut harus mempertimbangkan daerah-daerah produksi dan orientasi pasarnya sehingga strategi pengembangan jaringan jalan dapat diarahkan kepada tercapainya sasaran konsep transportasi antar moda di atas.

Makalah ini akan menjabarkan Strategi Pengembangan Jaringan Jalan di wilayah KTI yang berdasarkan pada konsep Sistem Transporasi Antar Moda serta strategi penentuan lokasi titik Simpul Terminal yang optimal sesuai dengan kondisi jaringan transportasi yang ada berikut rencana pengembangannya serta daerah potensi-potensi ekonomi, daerah pemasaran dan daerah produksi. Juga akan dijabarkan beberapa tinjauan mengenai penilaian terhadap kelebihan, kekurangan serta peluang dan tantangan masing-masing moda transportasi sehingga keterpaduan transportasi antar moda tersebut dapat diterapkan di wilayah KTI secara efisien dan efektif.


Beri Komentar ?#(2) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiD
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Penulis 2:
    Hedi Hidayat, Ir., M.Sc.
    hedi@trans.si.itb.ac.id

    Scan:
    Ena Sukmana, S.Sos.
    (2006-07-13)
    ena506@yahoo.co.id, Editor:

File PDF...

  • File hanya bisa diakses di Perpustakaan Pusat ITB.

    Download Image
    File : 1993_GL_PP_TAMIN_37.pdf

    (76867 bytes)
    STRATEGI PENGEMBANGAN JARINGAN JALAN DI KAWASAN TIMUR INDONESIA BERDASARKAN KONSEP SISTEM TRANSPORTASI ANTARMODA