Path: Top > S2-Theses > Chemistry-FMIPA > 2012

PRODUKSI BIOMASSA Thalassiosira sp. DIBAWAH PAPARAN SINAR MATAHARI

PRODUCTION OF Thalassiosira sp. BIOMASS UNDER DIRECT SUNLIGHT EXPOSURE

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:39:39
Oleh : GDE SUTAWIJAYA (NIM : 20510043); Pembimbing : Zeily Nurachman D.Sc, S2 - Chemistry
Dibuat : 2012, dengan 7 file

Keyword : Thalassiosira sp., sinar matahari langsung, fotobioreaktor, berat basah alga, minyak alga, spektofotometri massa.

Saat ini Indonesia sedang mengalami krisis bahan bakar minyak karena jumlah kebutuhan lebih tinggi daripada jumlah produksi. Oleh karenanya, perlu upaya mencari sumber energi lain khususnya yang terbarukan, diantaranya adalah dari










mikroalga Thalassiosira sp. Alga menghasilkan lemak netral (triasilgliserol) yang dapat diubah menjadi biodiesel melalui reaksi transesterifikasi. Saat ini, masalah










utama pada pengembangan alga untuk biodiesel adalah biaya produksi alga tinggi dan jumlah produksi biomassa alga sedikit. Oleh karena itu perlu dilakukan riset produksi alga skala besar dengan efisiensi tinggi.










Pada percobaan ini, produksi biomassa Thalassiosira sp. skala besar dilakukan dengan menggunakan 8 buah fotobioreaktor yang masing-masing terbuat dari tabung kaca dengan panjang 1 meter dan diameter 5,5 cm, dan volume total per batch sebanyak 16,8 L. Fotobioreaktor tersebut ditempatkan di luar ruang dengan pencahayaan menggunakan sinar matahari langsung. Pada malam hari tidak ada










pencahayaan, sementara pada siang hari intensitas sinar matahari maksimum mencapai 150.000 lux. Pada penelitian ini, Thalassiosira sp. ditumbuhkan dalam medium Walne dan medium modifikasi dengan salinitas 25 ppt. Kultur mikroalga










dipanen dengan menggunakan metode sentrifugasi pada 5.500×g selama 20 menit.










Sel alga yang didapat kemudian dilarutkan dalam kloroform:metanol (1:1), lalu disonikasi selama 15 menit untuk memecahkan selnya, dan kandungan minyaknya diekstraksi menggunakan metode Bligh-Dyer menggunakan pelarut kloroform:metanol (1:1). Kandungan minyak dianalisis menggunakan metode spektroskopi massa dengan Ag+ dalam pelarut aseton digunakan sebagai pengompleks.










Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Thalassiosira sp. dapat tumbuh di bawah paparan sinar matahari langsung. Jumlah biomassa alga paling banyak diperoleh dari kultur dengan paparan intensitas sinar tinggi. Produktivitas biomassa dan minyak alga rata-rata dalam medium Walne selama percobaan pada 3 periode berbeda adalah 0,7 g biomassa/L kultur/hari dan 0,42 (mu)L minyak/L kultur/hari.










Hasil spektroskopi massa menunjukkan bahwa minyak dari mikroalga laut Thalassiosira sp. yang ditanam di luar ruangan mengadung 5 jenis triasilgliserol PPO, POO, SLnS, OO(C12:1), dan PO(C10:1), serta satu jenis triasilgliserol yang tidak diketahui jenisnya. Hasil ini berbeda dengan komposisi triasilgliserol mikroalga laut Thalassiosira sp. pada penanaman di dalam ruangan yang terdiri dari POP, POO, dan SOO.

Deskripsi Alternatif :

Today Indonesia is being hit by the threat of oil crisis due to it domestic-oil










demand greater than oil production. So, efforts to find alternative energy sources










especially renewable energy sources are required, e.g from Thalassiosira sp.










Algal cells produce neutral fats (triacylglycerols) that can be converted into biodiesel by transesterification. At the moment, main problems in the development of algae for biodiesel are high cost of algae production and low










quantity production of algae biomass. Therefore, research to find high efficiencylarge-scale algae production is required.










In the present work, a large-scale of biomassa production of Thalassiosira sp. was carried out using 8 photobioreactors where each made of cylindrical-glass tubes










with 1 m length and 5.5 cm diameter, and total working-volume per batch was 16.8 L. The photobioreactor was placed outdoor under direct exposure of sunlight.










At night, there was no lighting applied, but at day, maximum of sunlight intensity was up 150 000 lux. In the present study, Thalassiosira sp. cells were cultured in










both Walne and modified media with salinity of 25 ppt. Microalgae cells were harvested by centrifugation at 5500×g for 20 min. Algal cells was then dissolved in chloroform: methanol (1:1) and sonicated for 15 min to lyses the cells, and the oils were extracted by the Bligh-Dyer method in chloroform: methanol (1:1). The oil content was analyzed by mass spectroscopy method with Ag+ in acetone as the










complexing agent The result of the research showed that Thalassiosira sp. grew well under direct exposure of sunlight. The highest amount of algal biomass was obtained from cultures under exposure of high sunlight intensity. The average of productivity of algal biomass and oils cultured in Walne medium in the three different experimental periods was 0.7 g biomass/L culture/d and 0.42 (mu)L oil/L culture/d.










The mass spectroscopic spectrum showed that oil from marine microalgae Thalassiosira sp. cultured outdoor contained 5 types of triacylglycerol: PPO, POO, SLnS, OO(C12:1), and PO(C10:1), as well as one unidentified triacylglycerol. The result was different from triacylglycerol composition obtained from indoor Thalassiosira sp. culture producing POP, POO, and SOO.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Zeily Nurachman D.Sc, Editor: PKL-SMK

File PDF...