Path: TopS2-ThesesDevelopment Studies-SAPPK2007

ANALISIS KEDUDUKAN DAN IMPLIKASI PULAU-PULAU KECIL TERLUAR DALAM PERSPEKTIF PENEGAKAN WILAYAH KEDAULATAN NKRI

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:28:15
Oleh : FX Harkins Hendro Prabowo (NIM 240 05 025), S2 - Development Studies
Dibuat : 2007-09-20, dengan 4 file

Keyword : small island genetic, base point measurement, law status
Kepala Subjek : Development studies

Abstrak:




Laut di wilayah NKRI mengandung beraneka ragam kekayaan alam, baik sumberdaya yang dapat diperbarui maupun sumberdaya yang tidak dapat diperbarui serta jasa-jasa kelautan (pariwisata dan transportasi). Karakteristik NKRI tersebut menjadi tumpuan dalam pembangunan. Meskipun sudah diamanatkan dalam Amandemen II UUD 1945 Pasal 25A, ironisnya, sampai saat ini Indonesia belum mempunyai undang-undang penetapan batas laut wilayah. Yang berakibat sangat rentannya terhadap konflik batas wilayah dengan negara tetangga.




Dalam perspektif UNCLOS 1982, penetapan batas laut wilayah Indonesia diukur dari titik pangkal terluar untuk batas Laut Teritorial, Zona Tambahan, Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), dan Landas Kontinen. Pada hakikatnya titik pangkal itu adalah pulau-pulau kecil terluar yang berjumlah 92 buah, sisanya ada di tanjung-tanjung terluar dan di wilayah pantai. Penetapannya berdasarkan PP No.38/2002 tentang Daftar Koordinat Geografis Titik-Titik Pangkal Kepulauan Indonesia.




Secara geologi pulau-pulau kecil di Indonesia mempunyai genetik yang berbeda-beda. Setiap pulau kecil mempunyai karakteristik yang berbeda menyangkut daya tahannya terhadap ancaman destruktif maupun bencana naiknya permukaan laut yang mengakibatkan hilang atau tenggelamnya. Ancaman hilang/tenggelamnya pulau kecil terluar secara logis akan berakibat mengurangi luas wilayah perairan Indonesia, dan akan berimplikasi secara signifikan terhadap keutuhan kedaulatan NKRI.




Maksud penelitian ini adalah menganalisis kedudukan pulau-pulau kecil terluar dan implikasinya terhadap penegakan kedaulatan wilayah NKRI terkait dengan keberadaannya sebagai tempat titik-titik dasar pengukuran. Adapun tujuan penelitian ini adalah menganalisis secara genetik suatu pulau kecil terluar berhubungan erat dengan karakter fisik dan dayatahannya terhadap faktor-faktor destruktif bencana alam gempa bumi serta peningkatan permukaan laut.




Untuk mencapai tujuan penelitian dilakukan analisis spasial terhadap fenomena alam yang kompleks dari pulau-pulau kecil di Indonesia untuk diklasifikasikan berdasarkan genetiknya. Lingkungan fisik masing-masing kelompok pulau mempunyai keunggulan dan kelemahan dalam hal potensi sumberdaya dan bencana alamnya. Dianalisis juga terhadap status hukum yang terkait dengan keberadaan pulau-pulau kecil terluar sebagai titik dasar penetapan wilayah NKRI.




Hasil analisis menunjukkan ancaman gempa bumi akan berpengaruh terhadap hampir 55 pulau kecil terluar Indonesia, yaitu: di ujung utara Sumatra dan bagian baratnya, jalur selatan Jawa hingga P. Lombok, di utara P. Timor hingga Kep. Aru, di utara Papua, dari Kep. Talaud hinggai utara Sulawesi, dan di sebelah timur bagian utara Kaltim. Sedangkan yang rawan hilang tenggelam berdasarkan ketahanan jenis batuannya adalah pulau kecil terluar yang secara genetiknya adalah pulau alluvial, yaitu di sepanjang pesisir Kaltim. Dan jika skenario IPCC (Intergovermental Panel of Climate Change) terjadi, yaitu bencana alam global naiknya permukaan laut 8cm - 29cm pada tahun 2030, maka pulau kecil terluar yang akan hilang tenggelam sekitar 81 pulau.




Dalam perspektif hukum, dengan adanya PP No. 38/2002, maka pulau-pulau kecil terluar Indonesia telah mempunyai dasar hukum sebagai milik Indonesia dan dibenarkan secara Hukum Internasional dengan mengacu pada doktrin effective occupation. Tetapi daftar koordinat titik-titik penetapan batas wilayah NKRI yang tercantum dalam PP tersebut belum didepositkan ke Sekjen PBB. Oleh karena itu kedudukan atau status hukumnya lemah sebelum dapat dibuktikan secara fisik keberadaan pulau-pulau kecil terluar tersebut saat didepositkan ke Sekjen PBB.




Implikasi terhadap kedaulatan wilayah NKRI dari status hukum yang lemah dan ancaman hilang/tenggelamnya pulau-pulau kecil terluar tersebut akan sangat merugikan negara dan menimbulkan potensi konflik dengan negara-negara tetangga yang juga mempunyai kepentingan terhadap batas wilayah negaranya.

Deskripsi Alternatif :

Abstract:




The marine region of the Indonesia has variety of natural resources both renewable and un-renewable resources and also marine services in tourism and transportation. It is a pillar to the development of Indonesia. Although it is established in UUD 1945 Amendment II Article 25A, ironically, until today Indonesia does not have laws on maritime boundary definition/zone. This consequently cause Indonesia to have several conflicts with neighboring countries




Under articles of UNCLOS 1982 perspective, the Indonesian Maritime boundary is defined from outermost base points for Territorial Sea Boundary, Contiguous Zone, Exclusive Economic Zone, and Continental Shelf. Actually, these base points are the 92 outer small islands of Indonesia. It is stipulated in the Government Regulation (PP) No. 38/2002 that provides a list of geographic coordinates of the Indonesian small islands as base points.




Geologically, every small island has a different genetic hence it has a unique characteristics. It includes their endurances to face destructive threatening also sea level rise hazard that result loss of small islands due to their position below the sea surface (sink). The loss of the outermost islands consequently will decrease the broad of the Indonesian waters and it implicates significantly to the entire of Indonesian sovereignty.




The purpose of this study is to analyze the status of the outermost islands as base point measurements and their implication to convince Indonesian zone sovereignty. It includes physical characteristic of these islands related to hazard factors such as earthquake and sea level rise.




The study was done by spatial analyzing of the complexity natural phenomena of the outermost islands to be classified based on their genetics. Physical environment of every group of islands has strength and weakness on potential resources and natural hazard. This study also analyzed the law status related to the occurrence of outermost islands as base points to determine the Indonesian region.




The result shows that the earthquake will affect the 55 outermost islands: northern and western parts of Sumatera, southern belt of Java to Lombok, northern part of Timor to Aru Islands, north of Papua, from Talaud Islands to northern part of Sulawesi, and on northern part of East Kalimantan. In addition, based on the resistance of rock types, the small alluvium islands along off East Kalimantan will disappear below the sea surface. Moreover, if the scenario of IPPC (Intergovernmental Panel of Climate Change) on a global natural hazard that the sea level will rise about 8 cm - 29 cm in 2030, therefore, the 81 outermost islands will finally no longer exists.




Under the law perspective of the Government Regulation (PP) No. 38/2002, the outermost small islands of Indonesia have basis law belong to Indonesia and it refers to the International Doctrine on effective occupation. The problem is that the list of geographic coordinates of the Indonesian base point islands have not been restored yet to the United Nation. Therefore, the law status of the outermost islands is weak before it can be proved by their occurrences physically which should be submitted to United Nation.




The implication from the above problem: weak law status and loss of the outer small islands will set down the Indonesian sovereignty and increase the potential conflicts with neighboring countries, which have the same purposes on the nation boundary

Copyrights : Copyright (c) 2007 SAPPK ITB. Information Dissemination Right @2008 ITB Central Library Jl. Ganesha 10 Bandung 40132 Indonesia. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing 1: Widyo Nugroho SULASDI, Dr. Ir




    Pembimbing 2: Eka Djunarsjah, Dr. Ir. M.T, Editor: delviana fransiska

File PDF...