Path: Top > S1-Final Project > Metallurgical Engineering-FTTM > 2017

SURVEI PENGARUH PARAMETER OPERASI HYDROCYCLONE TERHADAP PERFORMA KLASIFIKASI SLIME DI PT AMMAN MINERAL NUSA TENGGARA

SURVEY OF HYDROCYCLONE OPERATING PARAMETER INFLUENCE ON SLIME CLASSIFICATION PERFORMANCE AT PT AMMAN MINERAL NUSA TENGGARA

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-28 13:51:50
Oleh : FIKRI WAFI IRAWAN (NIM : 12513061), S1 - Metallurgical Engineering-FTTM
Dibuat : 2017-09-28, dengan 1 file

Keyword : klasifikasi slime, hydrocyclone, parameter operasi hydrocyclone, PT Amman Mineral Nusa Tenggara

PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) adalah salah satu perusahaan yang beroperasi pada sektor pertambangan di Indonesia dengan produk yang dihasilkan berupa konsentrat tembaga. Saat ini proses pengolahan PT AMNT memiliki kapasitas hingga 120.000 ton/hari. Dari data survei historis yang dilakukan oleh perusahaan pada tahun 2009, 2013, dan 2016, pada saat pabrik mengolah stockpile ore dengan nilai kekerasan WiBM lebih dari 12 kWh/ton, ditemukan sejumlah slime (partikel berukuran sangat halus, didefinisikan berukuran -75µm) yang terakumulasi di dalam sirkuit penggerusan. Hal ini diakibatkan oleh dua hal yakni terdapat proses kominusi yang menghasilkan slime dalam jumlah besar dan performa klasifikasi slime dengan hydrocyclone yang kurang efisien. Seharusnya partikel yang sudah berukuran halus ini keluar sebagai overflow dan memasuki proses konsentrasi flotasi, tetapi slime ini justru menjadi beban sirkulasi kembali di sirkuit penggerusan. Hal ini menyebabkan throughput yang dapat diolah di pabrik akan menurun.


Serangkaian percobaan dilakukan untuk mengetahui pengaruh parameter operasi hydrocyclone berupa persen solid umpan dan tekanan pengumpanan terhadap performa klasifikasi slime. Mula-mula sejumlah sampel diambil langsung dari plant dengan mengatur target persen solid umpan menjadi 63, 65, 67, dan 69% dan tekanan pengumpanan 30, 38, dan 45 kPa. Kemudian sampel dilakukan analisis ayak pada fraksi 19.000 hingga 38 µm dan mass balancing menggunakan aplikasi JKSimMet untuk kemudian diplot di kurva partisi atau kurva Tromp. Lalu data analisis ayak ini juga diplot pada kurva efisiensi hydrocyclone dengan pemodelan Plitt untuk menilai kondisi operasi yang paling baik. Sampel kemudian dilakukan beberapa karakterisasi. Sampel umpan dilakukan karakterisasi dengan XRD serta analisis mineragrafi berupa sayatan poles, sayatan tipis, dan tebar butir untuk mengetahui mineral-mineral yang terdapat di dalam sampel serta inklusinya. Terakhir, kadar Cu dan Au seluruh sampel pada fraksi +212 µm, -212 µm +75 µm, dan -75 µm dianalisis kadarnya untuk mengetahui distribusi mineral berharganya.


Dari hasil percobaan yang dilakukan, persen solid 69% tidak tercapai diduga karena terjadi penurunan throughput pada saat pengambilan sampel sehingga nilai persen solid menurun pada nilai 66%. Kemudian variasi yang paling baik didapatkan pada nilai 63% solid umpan dan tekanan operasi 45 kPa. Hal ini berdasarkan pada nilai fraksi by-pass atau perolehan air di underflow yang rendah. Pada overflow, distribusi Cu dan Au paling banyak terdapat pada fraksi -75 µm. Sementara itu, pada underflow untuk Cu terdapat pada fraksi +212 µm, sedangkan untuk Au cenderung fluktuatif.

Deskripsi Alternatif :

PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) is one of the mining companies in Indonesia with copper concentrate as its product. Currently, PT AMNT has a processing capacity of up to 120,000 tons/day. From historical survey data conducted by companies in 2009, 2013, and 2016, when the factory processed stockpile ore with WiBM hardness value of more than 12 kWh/ton, it was found that slime (very fine particles, corresponding to -75μm) accumulation in the grinding circuit quite high. This is due to two things. First, there is a comminution processes that generates slime in huge amount and the second is hydrocyclone is not performing well to classify slime. These fine particles should have come out as overflow and enter the flotation concentration process. Instead, these slime report to undeflow and become recirculating load in the grinding circuit.


A series of experiments was conducted to determine the effect of hydorcyclone operating parameters which are percentage of solid feed and feed pressure on slime classification performance. Intially, a number of samples were taken directly from the plant with a solid percent target of 63, 65, 67, and 69% and feed pressure of 30, 38, and 45 kPa. Then a sieve analysis at fractions 19,000 to 38 μm and mass balancing using JKSIMMet application were conducted and then plotted on the partition curve or Tromp curve. Then hydrocyclone efficiency was modeled using Plitt model to assess the best operating conditions. Samples were then characterized by XRD, mineragraphy analysis, and assay analysis. Feed samples were characterized by XRD and mineragraphy analysis in the form of polish section, thin section, and grain dispersion to determine the mineral and its inclusions. Lastly, all samples Cu and Au coassay were analyzed at fraction of +212 μm, -212 μm +75 μm, and -75 μm to find the distribution of valuable minerals.


From the results of experiments conducted, 69% percent solid was not achieved expected due to reduction of solid throughput at that time so the feed solid percentage decreased to 66%. Then it is obtained the best variation at 63% feed solid and 45 kPa operating pressure. On the overflow, Cu and Au are mostly found at -75 μm fraction. While on the underflow for Cu found in the fraction of +212 μm while for Au tends to fluctuate.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Ir. Edy Sanwani, M.T., Ph.D. , Editor: Resti Andriani

File PDF...