Path: Top > S2-Theses > Industrial Engineering and Management-FTI > 2018

PENGEMBANGAN MODEL PREDIKSI KINERJA SEBAGAI FUNGSI KELELAHAN PADA AKTIVITAS MENGEMUDI SIMULATOR KERETA API

DEVELOPMENT OF PERFORMANCE PREDICTION MODEL AS FATIGUE FUNCTION ON DRIVING TRAIN SIMULATOR ACTIVITIES

Master Theses from JBPTITBPP / 2018-07-02 10:31:24
Oleh : FANDY VALENTINO NIM: 23417011, Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2018-07-02, dengan 1 file

Keyword : KINERJA, KELELAHAN, KEKURANGAN WAKTU TIDUR, TUGAS MONOTON

Aspek manusia masih menjadi salah satu aspek dominan penyebab tingginya kecelakaan transportasi kereta api di Indonesia. Dalam tujuh tahun terakhir telah terjadi sebanyak 35 kecelakaan dengan 33% diantaranya disebabkan oleh manusia yang berhubungan dengan kelelahan dan mengantuk saat bertugas. Faktor yang mempengaruhi tingkat kelelahan ini diantaranya adalah kuantitas waktu tidur sebelumnya dan kemonotonan saat bertugas. Kurangnya waktu tidur dan kondisi monoton dapat menyebabkan tingkat kewaspadaan dalam bekerja menjadi menurun dan risiko kecelakaan meningkat. Sejauh ini pengukuran tingkat kelelahan dan kantuk pada masinis masih terbatas. Pengukuran tingkat kesiapan kerja pada masinis sebelum bekerja hanya mencakup pengukuran tekanan darah, temperatur tubuh, serta denyut nadi. Hal ini belum cukup untuk menjadi indikator apakah seorang masinis bisa dianggap layak untuk bertugas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model yang dapat memprediksi kinerja dalam aktivitas mengemudi kereta api menggunakan alat ukur kelelahan serta memvalidasinya.

Untuk mencapai tujuan ini, dilakukan eksperimen menggunakan simulator kereta api selama empat jam untuk merepresentasikan aktivitas mengemudi. Untuk mendapatkan data yang bervariasi, terlebih dahulu partisipan dibatasi waktu tidurnya menjadi dua, empat dan delapan jam. Selain itu karakteristik tugas mengemudi yang dilakukan terbagi menjadi kondisi monoton dan dinamis. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan Sustained Attention Test (SAT) dan Psychomotor Vigilance Task (PVT) untuk melihat tingkat kewaspadaan dan kecepatan reaksi dalam merespon suatu set stimulus, Swedish Occupational Fatigue Index (SOFI) untuk mengukur tingkat kelelahan, Karolinska Sleepiness Scale (KSS) untuk mengukur tingkat kantuk dan Visual Analogue Scale (VAS) untuk mengukur seberapa besar keinginan untuk beristirahat. Parameter dari berbagai alat ukur ini selanjutnya menjadi variabel independen untuk membangun model regresi linier untuk memprediksi kinerja selama mengemudi kereta api.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa dapat dikembangkan model untuk memprediksi kinerja dengan persamaan

Dengan LE, PD, MSAT dan LPVT berturut-turut menyatakan Lack of Energy, Physical Discomfort, Miss-Sustained Attention Test dan Lapse-Psychomotor Vigilance Task. Persamaan diatas memiliki nilai koefisien determinasi sebesar 25,70%.

Deskripsi Alternatif :

Human aspect is still one of the dominant aspects of the cause of high rail transportation accidents in Indonesia. In the past seven years there have been as many as 35 accidents with 33% of them caused by humans associated with fatigue and sleepiness on duty. Factors that affect this level of fatigue include the quantity of the previous sleep and the monotonous task. Sleep deprivation and monotonous conditions can cause the level of vigilance in work to decrease and the risk of accidents increases. So far the measurement of fatigue and sleepiness in machinists is still limited. Measuring the level of readiness of work in machinists before work only includes measurement of blood pressure, body temperature, and pulse rate. This is not enough to be an indicator of whether a machinist can be considered worthy of duty. This study aims to develop a model that can predict performance in rail driving activity using fatigue gauges and validate it.

To achieve this goal, an experiment was conducted using a four-hour rail simulator to represent the driving activity. To get data that varies, participants first limited sleeping time to two, four and eight hours. In addition, the characteristics of the driving tasks performed are divided into monotonous and dynamic conditions. Measurements were performed using Sustained Attention Test (SAT) and Psychomotor Vigilance Task (PVT) to assess the level of alertness and reaction velocity in response to a set of Swedish Occupational Fatigue Index (SOFI) stimuli to measure fatigue level, Karolinska Sleepiness Scale (KSS) sleepiness level and Visual Analogue Scale (VAS) to measure how much desire to rest. The parameters of these various measurements then become independent variables for building linear regression models to predict performance during railway driving.

Based on the research that has been done, it can be concluded that model can be developed to predict the performance with equation

With LE, PD, MSAT and LPVT respectively states Lack of Energy, Physical Discomfort, Miss-Sustained Attention Test and Lapse-Psychomotor Vigilance Task. The above equation has a coefficient of determination is 25.70%.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiC
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Ir. Hardianto Iridiastadi, MSIE, Ph.D., Editor: Dewi Supryati

File PDF...