Path: Top > S1-Final Project > School of Business and Management > 2017

GUIDELINES AND FRAMEWORK TO IMPLEMENTATION OF AMBIENT ADVERTISING IN BANDUNG FOR BUSINESS PRACTITIONERS

GUIDELINES AND FRAMEWORK TO IMPLEMENTATION OF AMBIENT ADVERTISING IN BANDUNG FOR BUSINESS PRACTITIONERS

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-19 15:52:53
Oleh : FAISAL IRFANSYAH (NIM 19014040 ), School of Business and Management
Dibuat : 2017-09-19, dengan 1 file

Keyword : ambient, advertising, guerrilla, innovative, Bandung

Tidak dapat dipungkiri bahwa teknik komunikasi pemasaran konvensional kini mengalami penurunan efektivitas karena naiknya tingkat ‘kebisingan’ iklan. Orang-orang melihat ribuan iklan setiap hari baik itu iklan melalui media siar, melalui internet, atau di luar rumah. Untuk iklan di luar rumah: ‘kebisingan’ terutama terlihat dengan nyata di kota-kota besar di Indonesia karena papan iklan

dan spanduk telah terlalu banyak digunakan, membawa serta masalah seperti polusi visual, gangguan pada pengemudi, dan yang paling dikhawatirkan oleh pengiklan: tidak dianggapnya iklan oleh khalayak yang dijadikan sasaran. Periklanan ambien merupakan alternatif yang bisa menjadi solusi atas permasalahan di atas, baik secara langsung maupun tidak langsung. Periklanan ambien —jika diimplementasikan dengan benar— dapat memperindah sekitarnya, meningkatkan keamanan lalu lintas, juga memberikan manfaatmanfaat praktis lainnya. Manfaat yang paling penting bagi praktisi bisnis adalah potensinya untuk menerobos ‘kebisingan’ periklanan karena periklanan ambien pada umumnya lebih bisa menarik perhatian. Periklanan ambien adalah salah satu konsep pemasaran yang tergolong muda dan belum banyak digunakan di Indonesia meskipun periklanan ambien memiliki banyak potensi. Penelitian ini merupakan upaya untuk mengumpulkan seperangkat pedoman dan rekomendasi yang komprehensif bagi praktisi bisnis untuk menerapkan periklanan ambien. Menggunakan pendekatan kualitatif, data untuk penelitian in dikumpulkan dari tiga sumber:

pengamatan, dokumen-dokumen, dan wawancara. Ketiga sumber ini saling memvalidasi kebenaran sesamanya. Wawancara sebagai sumber data utama telah dilakukan baik pada tenaga kerja dalam periklanan juga pada sasaran periklanan dalam rangka mendapatkan sudut pandang yang berbeda yang saling melengkapi dan saling memvalidasi kebenaran untuk mendapatkan perspektif yang lebih lengkap. Bandung dipilih sebagai lokasi penelitian untuk memudahkan pengumpulan data sekaligus untuk lebih memberikan fokus yang lebih terukur. Hasil dari penelitian ini disajikan dalam dua produk akhir berupa seperangkat panduan dan kerangka kerja. Seperangkat panduan dirangkum dalam 20 poin saran yang diambil dari inti sari penelitian, sedangkan kerangka kerja adalah penyajian visual dari alur kerja teknis yang dapat

diterapkan pada periklanan secara umum maupun dengan menggunakan media ambien (dengan perbedaan-perbedaan spesifik yang dijelaskan dalam detail langkah-langkah). Seperangkat panduan dan kerangka kerja ini diharapkan akan dapat membantu para praktisi bisnis dalam mengimplementasikan periklanan ambien di Bandung. Penelitian ini bersifat khusus untuk Bandung dan tidak untuk digeneralisasikan untuk Indonesia karena setiap wilayah memiliki situasi tersendiri. Implementasi untuk

iklan ambien di Indonesia secara keseluruhan yang tidak dicakup oleh penelitian ini dapat dijadikan sebagai rekomendasi untuk penelitian mendatang. Di antara hal-hal lainnya, pendekatan kuantitatif pada preferensi publik terhadap iklan-iklan ambien di Bandung juga dapat diteliti di masa mendatang untuk melengkapi dan memvalidasi penelitian kualitatif ini.

Deskripsi Alternatif :

It is undeniable that conventional marketing communications techniques are experiencing a decline in effectiveness due to the increasing advertising clutter. People are exposed to thousands of advertisements every day whether it is broadcast media advertising, internet advertising, or out-of-home advertising. As for out-of-home advertising: the clutter is especially evident in Indonesia’s biggest cities as billboards and banners have been used too extensively, bringing with them problems such visual pollution, harmful driver distraction, and the one advertisers fear the most: inconsideration from audience. Ambient advertising is an alternative that can act as a solution to problems mentioned above both directly and indirectly. Ambient advertising —when implemented correctly— can beautify its surroundings, can enhance safety, as well as giving other practical benefits. The most important benefit

it gives to business practitioners is the potential to break through the advertising clutter since ambient

advertisements would most of the times draw more attention. It is one of the young concepts in marketing that has not been widely adopted in Indonesia despite its potentials. This research is an attempt to assemble a comprehensive set of guidelines and recommendations for business practitioners to implement ambient advertising. Using qualitative approach, the data for this research was obtained from three sources: observations, documents, and interviews. These three sources validate each other. The interviews having the main role were done to both advertising professionals and advertisement audience in order to have different point of views that complement and validate each other producing a more complete perspective. Bandung was chosen as the research location to facilitate data gathering as well as to better focus the research.

The results of this research were presented in two final products which are a set of guidelines and a framework. The guidelines are 20 points that summarize important pieces of advices concerning ambient advertising extracted from the research, while the framework is the visual presentation of the technical work flow applicable to advertising in general and ambient advertising (with differences pointed out in stages’ explanation). The guidelines and framework are expected to help business practitioners to implement ambient advertising in Bandung. This research was tailor-made to Bandung and is not to be generalized for Indonesia as every region has its own unique situation. Implementation for ambient advertising in Indonesia is subject to future researching that this research does not cover. Among other things, quantitative approach to public preference towards ambient advertisements in

Bandung can also be researched in the future to complement and validate this qualitative research.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Dr. Harimukti Wandebori, S.T., M.B.A. , Editor: Taupik Abidin

File PDF...