Path: TopS1-Final ProjectMechanical Engineering-FTMD2011

ANALISIS DEGRADASI EGT MARGIN MESIN CFM 56-3 BOEING 737-300/400/500

ANALYSIS OF EGT MARGIN DEGRADATION ENGINE CFM56-3 BOEING 737-300/400/500

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 10:40:54
Oleh : FABIAN MAHENDRA NUR (NIM : 13107044); Pembimbing 1: Dr. Ir. Arief Hariyanto ; Pembimbing 2 : Dr. Ir. Edy Suwondo ; Pembimbing 3 : Prof. Wiranto Arismunandar, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2011, dengan 7 file

Keyword : Analisis Degradasi EGT Margin, Mesin CFM56-3, Boeing 737-300, Boeing 737-400, Boeing 737-500

EGT Margin sebagai salah satu parameter untuk mengukur kesehatan mesin digunakan dalam penelitian ini. EGT Margin adalah selisih nilai antara batas temperatur gas buang yang diperbolehkan dengan kondisi aktual temperatur gas buang yang dihasilkan. Nilai EGT Margin yang turun secara cepat menandakan adanya masalah yang terjadi pada mesin. Berdasarkan hasil pengumpulan data untuk periode Januari 2009-April 2011 di sebuah bengkel perawatan mesin di Indonesia, didapat lima mesin yang memiliki laju degradasi EGT Margin yang cepat.


Untuk mesin yang memiliki degradasi EGT Margin cepat dicari faktor-faktor penyebabnya. Penelitian ini melakukan analisis faktor-faktor tersebut dalam dua bagian yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif terdiri dari thrust rating, kondisi komponen utama mesin dan permasalahan hot start dan vibrasi mesin yang tinggi. Sementara analisis kuantitatif terdiri dari rasio EFH:EFC, pelaksanaan take-off derate, temperatur lingkungan, kualitas shop visit, dan umur mesin. Analisis kuantitatif berupa penentuan korelasi peringkat Spearman untuk mendapatkan nilai korelasi antara faktor penyebab dengan degradasi EGT Margin. Analisis kualitatif dilakukan dengan menganalisis grafik dan ringkasan laporan.


Dari hasil analisis data yang telah dilakukan, faktor yang memiliki korelasi dan mempengaruhi degradasi EGT Margin selama periode Januari 2009-Februari 2011 adalah kualitas saat mesin dilakukan shop visit, temperatur lingkungan, pelaksanaan take-off tanpa derate dan permasalahan high vibration dan hot start. Faktor tidak dilaksanakannya take-off derate memiliki korelasi paling erat dengan nilai koefisien korelasi 0,9, kemudian faktor kualitas shop visit dengan koefisien korelasi 0,8 dan faktor temperatur lingkungan dengan koefisien korelasi 0,3.

Deskripsi Alternatif :

EGT Margin as one of the aircraft engine’s health parameters is being used in the research. EGT Margin is the difference between the allowed exhaust gas temperature and the actual temperature. Engines having a rapid degradation of the EGT Margin indicates a problem is occurring. Based on the results of analysis of the data collected in the period of January 2009-April 2011 from an Indonesian engine shop, there are five engines which have a high degradation of EGT Margin.


For those engines an identification of the contributing factors for the EGT Margin degradation is carried out. The research consists of two type of analysis namely the qualitative analysis and the quantitative one. The qualitative analysis investigates the contribution of thrust rating, the condition of the main components of the engine and hot start and high vibration problems. While quantitative analysis investigates the impact of the ratio of EFH : EFC, the use of the take-off derating, ambient temperature, shop visit quality and engine life. The quantitative analysis calculates the Spearman rank correlation to identify the correlation between the contributing factors with the EGT Margin degradation. The qualitative analysis is carried out using graphs and summary reports.


From the results of the analysis, factors which have a strong correlation with the degradation of EGT margin for that period are the shop visit quality, ambient temperature,take-off without derate, engine high vibration, and hot start problems. Take-off without derate has the highest correlation with EGT Margin degradation, with correlation coefficient of 0.9. The shop visit quality has correlation coefficient of 0.8 and the ambient temperature has a correlation coefficient of 0.3.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing 1 : Dr. Ir. Arief Hariyanto ; Pembimbing 2 : Dr. Ir. Edy Suwondo ; Pembimbing 3 : Prof. Wiranto Arismunandar, Editor: Alice Diniarti

File PDF...