Path: Top > S1-Final Project > Pharmacy > 2008

PENGEMBANGAN METODE FRAKSINASI SAPONIN DAN PENGUJIAN AKTIVITAS HEPATOPROTEKTIF FRAKSI SAPONIN DARI DAGING BIJI OYONG (LUFFA ACUTANGULA (L.) Roxb) PADA TIKUS WISTAR JANTAN

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-01-04 08:34:49
Oleh : ERLIN PRATIWI (NIM 10704045), S1 - Department of Pharmacy
Dibuat : 2008, dengan 8 file

Keyword : fraksinasi aponin, aktivitas hepatoprotektif. biji oyong, tikus wistar jantan

Saponin dari tanaman Panax notoginseng telah diteliti memiliki aktivitas hepatoprotektif. Tanaman oyong (Luffa acutangula (L.) Roxb) telah diteliti mengandung senyawa saponin yaitu akutosida A-G. Tujuan penelitian ini adalah pengembangan metode fraksinasi komponen saponin dari daging biji oyong dan menguji aktivitas hepatoprotektifnya terhadap tikus fibrosis hati yang diinduksi dengan CCl4. Simplisia daging biji oyong (Luffa acutangula (L.) Roxb) diekstraksi dengan etanol 96% kemudian difraksinasi dengan nheksana dan n-butanol. Saponin ditentukan dengan penetapan indeks ikan dan indeks hemolisis. Tikus Wistar jantan dibagi menjadi enam kelompok, terdiri atas kelompok normal (diberi minyak zaitun i.p. dua kali seminggu), kelompok kontrol (diberi CMC-Na 0,1% p.o. dan CCl4 40% dalam minyak zaitun i.p.dua kali seminggu), kelompok pembanding (silymarin 0,625 g/kg bb p.o dan CCl4 40% i.p. dalam minyak zaitun dua kali seminggu), dan tiga kelompok uji (diberi fraksi saponin dosis 10 mg/kg bb p.o. dua kali seminggu, dosis 20 mg/kg bb p.o. dua kali seminggu, dan 20 mg/kg bb p.o. setiap hari dan CCl4 40% i.p. dalam pembawa minyak zaitun dua kali seminggu) selama 8 minggu. Aktivitas hepatoprotektif ditentukan dengan pengukuran aktivitas enzim SGPT, SGOT, ALP, LDH dan kadar bilirubin total. Indeks ikan menunjukkan bahwa fraksi n-butanol memiliki kandungan saponin total yang lebih besar (12.500) dibanding fraksi air (1.250), fraksi n-heksana (400) dan ekstrak etanol (6.250). Penentuan dengan indeks hemolisis juga menunjukkan bahwa fraksi n-butanol memiliki perbandingan relatif saponin total lebih besar (2,00) dibandingkan dengan fraksi air (1,33), fraksi n-heksana (1,11) dan ekstrak etanol (1,18). Fraksi saponin Luffa acutangula dengan dosis 10 mg/kg bb dua kali seminggu, 20 mg/kg bb dua kali seminggu dan 20 mg/kg bb setiap hari dapat menurunkan aktivitas enzim SGPT secara bermakna terhadap kelompok kontrol pada minggu ke-6 dan ke-7, tapi tidak berbeda bermakna pada minggu ke-8. Ketiga dosis uji tersebut juga menurunkan aktivitas SGOT, ALP, LDH dan kadar bilirubin total tapi tidak berbeda bermakna. Kandungan saponin total dalam fraksi n-butanol paling besar dibandingkan dengan fraksi air, fraksi n-heksana dan ekstrak etanol. Pemberian fraksi saponin daging biji oyong (Luffa acutangula (L.) Roxb pada dosis 10 mg/kg bb dua kali seminggu, 20 mg/kg bb dua kali seminggu, dan 20 mg/kg bb setiap hari menunjukan efek hepatoprotektif pada tikus Wistar jantan yang diinduksi dengan CCl4.

Deskripsi Alternatif :

Saponin from Panax notogingseng had been studied possess hepatoprotective activity. Oyong (Luffa acutangula (L.) Roxb) had been investigated contain saponin compounds such as acutoside A-G. Purposes of this research are to develop the method of fractionation of saponin and to study of hepatoprotective activity of saponin fraction from oyong seeds (Luffa acutangula (L.) Roxb) in liver fibrositic rat induced with CCl4. The seeds of Luffa acutangula (L.) Roxb were extracted with ethanol 96% and fractionated with n-hexane and n-butanol. Saponin was identified with fish index and hemolytic index. Male Wistar rats were divided into six groups consist of normal group (given olive oil i.p. twice a week), control group (given CMC-Na 0,1% p.o. and CCl4 40% in olive oil i.p. twice a week), comparator group (given silymarin 0,625 g/kg bw p.o. and CCl4 40% in olive oil i.p. twice a week), and three test groups (given saponin fraction of Luffa acutangula (L.) Roxb at doses of 10 mg/kg bw p.o. twice a week, 20 mg/kg bw p.o. twice a week and 20 mg/kg bw p.o. once daily, respectively and CCl4 40% in olive oil i.p. twice a week) for eight weeks. The hepatoprotective activity were evaluated by measuring the activities of SGPT, SGOT, ALP, LDH and total bilirubin level. The fish index showed total saponin content of nbutanol fraction is bigger (12.500) than water fraction (1.250), n-hexane fraction (400) and ethanol extract (6.250). While hemolytic index also showed total saponin content of nbutanol fraction is bigger (2,00) than water fraction (1,33), n-hexane fraction (1,11) and ethanol extract (1,18). Administration of saponin fraction at dose of 10 mg/kg bw twice a week and 20 mg/kg bw twice a week and 20 mg/kg bw everyday can decrease the SGPT activity significantly compared to control group at 6th, 7th weeks, while did not show any significant differences at 8th weeks. In addition to administration of saponin fraction of treated groups also decrease the activities of SGOT, ALP, LDH and total bilirubin level but are not significant. Total saponin content of n-butanol fraction is the biggest of all fractions as well as extract. Administration of saponin fraction at doses of 10 mg/kg bw twice a week, 20 mg/kg bw twice a week, and 20 mg/kg bw once daily showed hepatoprotective activity in male Wistar rats induced with CCl4.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr. I Ketut Adnyana dan Dr. Irda Fidrianny, Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...