Path: TopS2-ThesesEarth Sciences2012

HYDROCHEMICAL STUDY OF GROUNDWATER IN PORONG MUD VOLCANO AREA, SIDOARJO, EAST JAVA

STUDI HIDROKIMIA AIRTANAH DI DAERAH SEMBURAN LUMPUR PORONG DAN SEKITARNYA, KABUPATEN SIDOARJO, JAWA TIMUR

Master Theses from JBPTITBPP / 2014-08-14 15:26:08
Oleh : ERIKA PURWANINGSIH (NIM: 22710004), S2 - Earth Sciences
Dibuat : 2012, dengan 8 file

Keyword : hydrochemistry, Piper diagram ,isotope analysis, groundwater facies, groundwater genesis, mudflow

Mudflow phenomena that was occured in the Porong, Sidoarjo since May 29, 2006 has resulted in environmental impacts. One of the impact is the decline in groundwater quality and the presence of gas bubbles in the wells of the population Hydrochemichal analysis is used to evaluate the quality of groundwater, to know the genesis systems and groundwater aquifers. Hydrochemichal analysis by Piper diagram show there are three groups of groundwater facies first is bicarbonate chloride facies, chloride bicarbonate facies and chloride facies. Analysis of isotope deuterium (



2H) and oxygen-18 isotope (18O) showed that the water coming from the bubble is related to the hydrological cycle or meteoric water and groundwater around the center of the water spray is included in formation water. Multivariate analysis resulted in two groups: the groundwater in the area of water bursts originate from magmatic hydrothermal process while groundwater in wells comes from surface water. Compilation parameters total dissolved solids and dissolved ion of groundwater contamination is divided into three zones, namely a low polluted zone, middle polluted zone and high polluted zone with groundwater pollution spread pattern trending east/ northeast in the direction of unconfined groundwater flow. The water that comes out with mud from the center bursts are thought to originate from the volcanic sandstone confined aquifer lithology, the Upper Kalibeng formation,Pliocene age.

Deskripsi Alternatif :

Fenomena semburan lumpur panas yang terjadi di daerah Porong, Sidoarjo sejak tanggal 29 Mei 2006 telah mengakibatkan dampak lingkungan. Salah satu dampak yang muncul adalah turunnya kualitas airtanah antara lain munculnya gelembung gas di sumur-sumur penduduk. Hal tersebut dikhawatirkan akan membahayakan kesehatan penduduk yang menggunakan air sumur untuk dikonsumsi. Analisis hidrogeokimia digunakan untuk meneliti dan mengevaluasi kualitas air tanah serta mengetahui sistem akuifer dan genesa air tanah. Hasil analisis hidrokimia dengan menggunakan diagram Piper terdapat tiga fasies air yaitu fasies bikarbonat klorida, fasies klorida bikarbonat dan fasies klorida. Analisis isotop deuterium (



2H) dan isotop oksigen-18 (18O) menunjukkan bahwa air yang berasal dari bualan/bubble masih terkait dengan daur hidrologi dan air tanah di sekitar pusat semburan termasuk dalam kelompok air formasi. Hasil kompilasi parameter ion-ion terlarut dalam airtanah, daya hantar listrik, dan total dissolved solid menghasilkan zona pencemaran air tanah tidak tertekan yang dibagi menjadi tiga zona, yaitu zona tercemar rendah, zona tercemar sedang, dan zona tercemar tinggi dengan pola penyebaran pencemaran air tanah berarah timur – timurlaut mengikuti arah aliran air tanah tidak tertekan. Air yang keluar bersama lumpur dari pusat semburan diperkirakan berasal dari akuifer tertekan dengan litologi batupasir vulkanik, Formasi Kalibeng yang berumur Pliosen.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id