Path: TopS2-ThesesMining Engineering-FTTM2010

PREDIKSI KUALITAS AIR PADA KOLAM BEKAS TAMBANG DI TAMBANG BATUBARA PT. JORONG BARUTAMA GRESTON, KALIMANTAN SELATAN

PREDICTION WATER QUALITY OF THE FUTURE PIT LAKES IN COAL MINE PT. JORONG BARUTAMA GRESTON, SOUTH KALIMANTAN

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:55:57
Oleh : ERIKA KEZIA EKA SAPUTRI (NIM : 22108310), S2 - Mining Engineering
Dibuat : 2010, dengan 7 file

Keyword : Mineralogi batuan, dinding lubang tambang, PHREEQC, pirit

Sumberdaya batubara di Indonesia cukup banyak terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatra. Kebijakan pemerintah tentang energi nasional 2025 bahwa pemakaian batubara diharapkan mencapai 33% (sumber: Undang-undang nomer 30 tahun 2007), menyebabkan semakin meningkatnya pertambangan batubara yang ada di indonesia.


Air Asam Tambang (AAT) sering muncul sebagai masalah lingkungan pada pertambangan batubara maupun pertambangan bijih. Air Asam Tambang (AAT) adalah air lindian, rembesan atau drainase yang memiliki pH rendah dan keluar dari batuan yang mengandung mineral sulfida yang teroksidasi.


Melihat adanya masalah air asam tambang di PT. Jorong Barutama Greston maka perlu dilakukan kajian terhadap kolam bekas tambang yang ada, baik yang sudah terisi air maupun yang belum terisi air. Masalah air asam tambang yang timbul di Jorong ditunjukkan oleh nilai pH yaitu 3 pada air yang berada dalam Pit M4E, M1E dan UE.


Oleh karena itu perlu dilakukan prediksi kualitas air terutama pH pada air yang akan mengisi pit ini dengan penuh. Dengan mengetahui kualitas air yang akan terbentuk dimasa mendatang, maka dapat pula diprediksi perlu ataupun tidaknya dilakukan penanganan atau pun pencegahan terbentuknya AAT. Prediksi kualitas air pada lubang tambang dilakukan dengan bantuan program PHREEQC, program ini menjalankan perhitungan dengan memperhatikan aspek kimiawi.


Prediksi dllakukan dengan menggunakan 2 skenario, dimana dalam skenario I mengasumsikan persebaran mineral pada dinding lubang tambang adalah merata. Sedangkan di dalam skenario II diasumsikan persebaran mineral pada dinding lubang tambang tidak merata. Perbedaan persebaran yang terjadi terletak pada high wall and low wall..


Skenario I menghasilkan range nilai akhir pH yang lebih rendah jika dibandingkan dengan skenario II pada pit UC_West, UC_East dan M4E_Nahiya, yaitu 3,14-5,48, 3,14-5,48 dan 2,88-6,15. Sedangkan pada pit M45C dihasilkan range nilai pH akhir yang sama pada kedua skenario, yaitu 3,24-6,51. Hal ini terjadi karena mineral pada high wall dan low wall memiliki jenis yang sama. skenario II menghasilkan range nilai akhir pH 4,13-5,38 untuk pit UC_West, 4,13-5,38 UC_East dan 3,76-6,07 M4E_Nahiya. Pada skenario ini, simulasi dilakukan berdasarkan persebaran mineral yang terdapat di lapangan.

Deskripsi Alternatif :

Coal resources in Indonesia is a lot, especially in Kalimantan and Sumatra. Government of national energy policy in 2025 that coal consumption expected to reach 33% (source: UU No: 30 Tahun 2007),this caused the increasing of existing coal mines in Indonesia. Acid Mine Drainage (AMD) often appear as environmental problems in coal mine or ore mine. Acid Mine Drainage (AMD) is leached liquid, seepage or drainage, which has low pH and the water has been reaction with the mineral of rock like oxidization process with sulphide minerals. Seeing the problem of acid mine drainage in the PT. Jorong Barutama Greston, need a study of the existing pool of mined either already filled with water or unfill with water. Acid mine drainage problems arise in Jorong, where are shown by the pH value of 3 in water of the Pit M4E, M1E and the UE. Therefore it is necessary for prediction of water quality, especially pH in the water that will be fill the pit. By knowing the water quality will be formed in the future, can be too predictable to be done or methode to design any treatment or preventing the formation of AMD. Prediction of water quality in the pit conducted with the helped of PHREEQC program, the program is running the calculation with consideration of chemical. Prediction using two scenarios, where the scenario I assumed distribution of minerals on the pit wall is prevalent. While in scenario II is assumed distribution of minerals on the pit wall is uneven. The difference lies spread that occurred at the high wall and low wall. Scenario I produce a range of values of pH lower end when compared to scenario II in the pit UC_West, UC_East and M4E_Nahiya, ie from 3.14 to 5.48, 3.14 to 5.48 and from 2.88 to 6.15. While in the pit M45C range produced the same final pH values in both scenarios, ie from 3.24 to 6.51. This occurs because the minerals in the high wall and low wall has the same kind. scenario II to produce the final value of pH 4.13 to 5.38 for the pit UC_West, 4.13 to 5.38 for pit UC_East and 3.76 to 6.07 for pit M4E_Nahiya. In this scenario, the simulation is based on the distribution of the mineral in the field.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Prof.Dr.Ir. Rudy Sayoga Gautama B, Editor: Alice Diniarti

File PDF...