Path: TopS2-ThesesGeological Engineering-FITB2016

STUDI GEOKIMIA, KOMPARTEMENTALISASI, DAN PEMODELAN GEOLOGI SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PENYEBARAN GAS RESIDU DI LAPANGAN BONA, CEKUNGAN BINTUNI, PAPUA

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:38:38
Oleh : ERICK VICTOR YUDHANTO (NIM: 22014029); Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Eddy A. Subroto, S2 - Geology
Dibuat : 2016, dengan 9 file

Keyword : geokimia, kompartementalisasi, pemodelan geologi, erosi, dan gas residu, geochemistry, compartmentalization, geological modelling, erosion, and residual gas

Lapangan Bona yang terletak di Cekungan Bintuni, Papua telah terbukti menghasilkan hidrokarbon, terutama gas dan kondensat dari Formasi Ainim dan Roabiba dengan lapisan reservoir utama yang di produksi pada Formasi Roabiba. Pengembangan lebih lanjut perlu dilakukan di daerah ini, karena telah terbukti adanya hidrokarbon pada sebelas sumur eksplorasi dan sumur-sumur pengembangan yang ada. Dengan dilakukannya studi geokimia dan pemodelan cekungan, diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih baik mengenai potensi akan adanya kompartementalisasi dan penyebaran gas residu yang nantinya dapat menjadi masukan di dalam skenario pengembangan Lapangan Bona kedepannya.


Studi geokimia yang telah dilakukan di lapangan ini memberikan masukan akan adanya dua sumber batuan induk, yaitu Formasi Ainim dan Roabiba, serta adanya kompartementalisasi di bagian baratlaut dari Lapangan Bona. Hal ini terlihat dari adanya perbedaan komposisi gas dan tekanan pada sumur-sumur yang telah di analisis. Dengan bantuan analisis sekatan sesar dan data seismik, dapat disimpulkan bahwa kompartementalisasi yang terjadi bukan dikarenakan pengaruh pergerakan sesar, hal ini dikarenakan setelah adanya migrasi hidrokarbon, sesar-sesar yang teramati tidak mengalami pengaktifan kembali (reactivation) yang dapat membuat daerah tersebut tersekat. Kompartementalisasi terjadi akibat adanya pengaruh properti reservoir yang relatif lebih buruk di bagian baratlaut Lapangan Bona (sumur Bona-1 dan Bona-3) dibandingkan dengan sumur-sumur lainnya.


Lapangan Bona terletak di Cekungan Bintuni, merupakan suatu foreland basin terdapat laju pengendapan yang sangat cepat di sebelah timur dari Lapangan Bona, hal ini yang menyebabkan dapur utama hidrokarbon (kitchen) terbentuk pada bagian timur dari lapangan. Proses pengangkatan (tilting) yang terjadi pada umur ~ 3,5 juta tahun yang lalu mengakibatkan bagian baratlaut Lapangan Bona terangkat dan mengalami erosi. Erosi ini terjadi pada waktu migrasi hidrokarbon masih berlangsung, sehingga hidrokarbon yang telah terperangkap mengalami pergerakan kembali akibat adanya perubahan bentuk perangkap dan menghasilkan hidrokarbon (gas) residu pada daerah yang telah ditinggalkan.


Dalam pemodelan geologi, prediksi jumlah erosi sedimen di Lapangan Bona dapat diketahui. Prediksi ini dapat membantu dalam proses pemodelan migrasi hidrokarbon dan memprediksi kemungkinan penyebaran gas residu pada Lapangan Bona yang nantinya dapat menjadi sumber alternatif yang dapat diambil dalam pengembangan Lapangan Bona.

Deskripsi Alternatif :

The Bona Field located in the Bintuni Basin, Papua has proven hydrocarbon, with the main product as a gas and condensate from Ainim and Roabiba Formation with the main production reservoir in the Roabiba Formation. Further development scenario is needed in this area, due to the proven hydrocarbon from eleven explorations and development wells. The study in geochemical and geological modelling can give a better result to answer the potential of compartmentalization and the distribution of residual gas in the Bona Field that could give a contribution for the future development scenario in this field.


Two source rocks was determined as a result of geochemical study in the Bona Field, they are Ainim and Roabiba Formation intervals. Compartmentalization in the northwest of the Bona Field also founded based on the different of gas composition and the pressure data from several wells that were analyzed. Fault seal analysis and seismic data also helped to brings the conclusion of compartmentalization in the Bona Field is exist not because the reactivation of the faults. The fact is happen due to after hydrocarbon migration, the faults that seen in the seismic data are don’t have reactivation that make the Bona Field compartmentalized. The compartmentalization is happening due to the impact of reservoir properties that relatively getting worst in the northwest area of the Bona Field (Bona-1 and Bona-3 wells) compared to others wells.


The Bona Field that located in the Bintuni Basin is formed as a foreland basin with the fast rapid sedimentation in the eastern part of this field. This condition causing the main kitchen was formed in the eastern part of the field. The tilting process happen around 3,5 million year ago that caused northwest area of the Bona Field exposed and eroded. This erosion happens during hydrocarbon migration, so the hydrocarbon that was trapped has re-migration to other place due to the changing of the trap geometry, and this will created the residual hydrocarbon (gas) in the previous area.


In the geological modelling, the prediction of sedimentation erosion in the Bona Field is known. This prediction can help to create a model for the process of hydrocarbon migration and can predict the lateral distribution of residual gas in the Bona Field. The residual gas will act as an alternative resource that can produce for the future development in the Bona Field.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id