Path: Top > S2-Theses > Business Administration-SBM > 2009

THE BUSINESS STRATEGY ANALYSIS OF GAS DOMESTIK DIVISION AT PT. PERTAMINA (PERSERO)

THE BUSINESS STRATEGY ANALYSIS OF GAS DOMESTIK DIVISION AT PT. PERTAMINA (PERSERO)

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:31:00
Oleh : ENDRA RACHMAWAN (NIM : 29106007) ; Pembimbing : Dr. Ir. Mohammad Hamsal. MSE, MQM, MBA , S2 - Business Administration
Dibuat : 2009, dengan 7 file

Keyword : V-RINE, Porter Five Force, Strategi Diamond, Analisa, Bisnis Strategi

Gas Domestik merupakan salah satu divisi yang ada di Pertamina yang bergerak di downstream area. Aktifitas bisnis yang dilakukan seperti melakukan pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, dan pemasaran terkait produk LPG dan Gas. Lingkungan bisnis telah berubah banyak semenjak diterapkannya UU No. 22/2001 dimana terdapat kecenderungan untuk terbentuknya liberalisme pada pasar domestik untuk minyak dan gas. Undang-undang ini membuat pasar minyak dan gas di Indonesia kini terbuka bagi pemain global dunia yang ingin berinvestasi dan bersaing dengan pemain domestik yang sudah ada. Situasi ini membuat Pertamina terutama Gas Domestik harus dapat bersaing dan mempertahankan pangsa pasar yang sudah dimiliki dengan menerapkan strategi jangka panjang yang dapat meningkatkan hambatan terhadap masuknya pesaing dan loyalitas pelanggan.Cakupan bisnis Gas Domestik selama ini memiliki nilai ekonomi yang sangat besar. Hal ini dikarenakan karakteristik LPG yang unik dan lebih efisien dari minyak tanah dan alternatif bahan bakar lainnya. Dengan mempertimbangkan aspek tersebut dan potensi lainnya, maka Gas Domestik perlu untuk melakukan perubahan manajemen yang lebih strategis dan diikuti dengan divisi lainnya sehingga memungkinkan bagi PT. Pertamina (Persero) untuk dapat mencapai visinya. Inilah yang menjadi dasar untuk merubah seluruh divisinya termasuk Gas Domestik menjadi suatu unit bisnis strategi (UBS).Untuk menyusun suatu strategi yang tepat dan dapat diterapkan di Gas Domestik, terlepas apakah itu mengarah kepada pengimplementasian UBS ataukah mengarah pada strategi blue print jangka panjang, maka diperlukan beberapa evaluasi baik itu terhadap analisa eksternal maupun internal. Untuk kondisi eksternal dapat dianalisa menggunakan model Porter Five Force. Model ini menangkap situasi bisnis dan lingkungan dalam suatu industri pada beberapa kurun waktu berdasarkan beberapa pandangan seperti kondisi persaingan yang sudah ada, ancaman terhadap pendatang baru, ancaman terhadap adanya produk substitusi, kekuatan nilai tawar dari pemasok dan kekuatan nilai tawar dari konsumen. Sedangkan untuk kondisi internal dapat dianalisa dengan menggunakan model V-RINE. Melalui model ini keunggulan daya saing yang dimiliki Gas Domestik dapat diidentifikasi dan dipetakan dengan baik. Keunggulan daya saing tersebut berasal dari evaluasi sumber daya dan kapabilitas yang ada.Setelah dilakukan analisa dan investigasi seperti diatas, maka tahap selanjutnya dari penelitian ini adalah melakukan penetapan strategi di Gas Domestik. Pada tahapan analisa ini terdapat lima kriteria yang harus dipenuhi untuk dapat menetapkan strategi yang baik dan lengkap. Kriteria tersebut dikenal dengan nama analisa strategi diamond yaitu terdiri dari arenas, vehicle, differentiators, staging & pacing, dan terakhir economic logic. Pertama adalah arenas, kantor pusat Gas Domestik ditetapkan di Jakarta sebagai pusat bisnis yang merupakan daerah dengan populasi terbesar di pulau Jawa. Pulau Jawa memiliki potensi pasar yang sangat besar jika dibandingkan dengan pulau lainnya di Indonesia. Gas Domestik juga memiliki lima kantor region yang terletak dikota besar seperti Medan, Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Makasar. Setiap kantor region bertanggung jawab untuk menjaga ketersediaan suplai, melayani pelanggan dan menjaga kualitas produk. Kedua adalah vehicles, Gas Domestik menggunakan aliansi vertikal dan pengembangan internal untuk merealisasikan strateginya. Pengembangan internal digunakan untuk melindungi jalur distribusi, sedangkan aliansi vertikal sebagai jalur distribusi utama yang bertanggung jawab untuk mendistribusikan LPG kepada konsumen. Poin ketiga yang juga merupakan hal terpenting adalah how to be different among the competitors. Gas Domestik memiliki keunggulan sebagai product leadership diseluruh wilayah Indunesia. Meskipun bergantung kepada product leadership masih belum cukup untuk mempertahankan cakupan pasar dan menciptakan penghalang bagi masuknya pesaing. Gas Domestik harus memilih apakah akan menambah keunggulan daya saing dari sisi operational excellence ataukah menciptakan customers intimacy. Gas Domestik yang sudah memiliki produk berkualitas akan lebih berdaya saing jika memiliki keunggulan disisi service (Dibandingkan jika menerapkan operational excellence yang membutuhkan dana cukup besar untuk meningkatkan efisiensi terhadap infrastruktur yang ada diseluruh Indonesia). Gas Domestik dapat menerapkan CRM software untuk meningkatkan customer intimacy. Poin keempat adalah staging and pacing, pada poin ini Gas Domestik harus memusatkan perhatian kepada pendistribusian dan mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mendukung program konversi hingga selesai pada tahun 2012. Program ini dapat memberikan potensi keuntungan dari subsidi pemerintah. Poin terakhir yaitu economic logic, pada kriteria ini Gas Domestik harus mempertimbangkan langkah-langkah bagaimana menciptakan profit dengan menerapkan seluruh kriteria diatas. Langkah-langkah yang dapat dilakukan yaitu dari program pemerintah yang memberikan subsidi untuk LPG PSO (Public Service Obligation). Sedangkan untuk produk Non PSO, Gas Domestik dapat menerapkan kebijakan harga untuk mengurangi angka kerugian dari subsidi sendiri.

Deskripsi Alternatif :

Gas Domestik is one of the divisions in Pertamina that operates in downstream sector. The operation covers such business activities as sourcing, storing, distributing, and marketing products. It is associated with LPG and gas. Business environment has changed a great deal since the enactment of the Law Number 22/2001 that has the tendency to support liberalism of oil and gas in domestic market. The Law makes the market of oil and gas in Indonesia open to global oil and gas companies that are interested to invest and compete with the incumbent domestic player. This situation has forced Pertamina especially Gas Domestik to be able to survive and retain market share by performing long term strategy that can increase entry barrier and customer loyalty.The scope of business of Gas Domestik shows huge economic value. This is because the characteristic of LPG is unique, clean and more efficient than kerosene and other alternative fuels. Considering these aspects and other potencies, Gas Domestik is considered more strategic to manage and followed by other unitsÂ’ effective roles will enable PT Pertamina (Persero) or known as Public Liability Company to achieve its vision. This is the basic concept to change Gas Domestik to become Strategic Business Unit (SBU).To find out what kind of strategy that is proper to implement in Gas Domestik whether it is for SBU implementation or as blue print of strategy, there are some investigation to be followed, namely external and internal analysis. For external analysis identification Porter Five Force model is used. This model captures business situation and environment that happen in this few years from some point of view like competitive rivalry within an industry, threat of new entrance, threat of substitute product, bargaining power of supplier, and bargaining power of customer. Whereas, for Internal analysis identification V-RINE model is used. Through this model the core competence that Gas Domestik has can be classified and mapping. Those competences come from resource and capabilities evaluation.After conducting analysis and investigation, the research continued to conduct Gas Domestik strategic setting. In this step there are five criteria that should be fulfilled to develop good and complete strategies. The criteria or known as diamond strategy analysis are arenas, vehicle, differentiators, staging & pacing, and economic logic. Firstly the arenas, Gas Domestik is located in Jakarta, the most populous city in Java island, as head office. Java island is the most potential market compared with that of other islands in Indonesia. Gas Domestik also has five regional offices that are located in big cities like Medan, Jakarta, Semarang, Surabaya, and Makassar. Each office has responsibility for maintaining security of supply, customers and product quality. Secondly the vehicles, Gas Domestik used vertical alliance and internal development to realize the strategy. The latter is used to back up supply chain distribution, and the former as the main supply chain and channel distribution has responsibility for distributing LPG to the end customers. The third point that is also important is how to be different among the competitors. Gas Domestik has product leadership excellence in all over Indonesia. Solely relying on product leadership excellence is not enough to sustain market share and create entry barrier. Gas Domestik, therefore, needs to choose either creating operational excellence or customersÂ’ intimacy. Gas Domestik that has good quality products will be more competitive if the products are combined with service excellence (compared if they are combined with operational excellence that requires more capital to make all infrastructure all over Indonesia more efficient). Gas Domestik can adopt CRM tools to increase customersÂ’ intimacy. The fourth point is staging and pacing, in this point Gas Domestik should focus on distributing and accelerating infrastructure to support government conversion program sequence until 2012. This program can give potential profit from government subsidies. Finally, the economic logic, Gas Domestik should also consider how to generate profit from the implementation of all those aspects. This can be done from government program that provides subsidy for LPG PSO (Public Service Obligation). As for Non PSO products, Gas Domestik can implement market price policy to reduce potential loss from self subsidy.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. Ir. Mohammad Hamsal. MSE, MQM, MBA, Editor: PKL-SMK

File PDF...