Path: Top > S2-Theses > Civil Engineering-FTSL > 2008

MODEL MANAJEMEN KINERJA SERTIFIKASI TENAGA KERJA KONSTRUKSI DAN IDENTIFIKASI INDIKATOR KINERJA PEDOMAN AKREDITASI

PERFORMANCE MANAGEMENT MODEL CONSTRUCTION WORKER CERTIFICATION AND IDENTIFY PERFORMANCE INDICATOR FOR ACCREDITATION GUIDANCE

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:23:34
Oleh : ELIZA ROSMAYA PURI (NIM 250 06 003), S2 - Civil Engineering
Dibuat : 2008, dengan 7 file

Keyword : Construction Worker Certification, Conseptual Performance Management Model, Conseptual Performance Measurement Model, Performance Indicator

Pasar konstruksi nasional dan pasar konstruksi global membutuhkan Tenaga Kerja Konstruksi dengan berbagai tingkat kompetensi dalam jumlah yang tertentu. Untuk meningkatkan daya saing Industri Jasa Konstruksi khususnya Tenaga Kerja Konstruksi melalui UU Jasa Konstruksi No. 18 Tahun 1999, Pemerintah mengamanatkan kewajiban kepemilikan sertifikat bagi Tenaga Ahli dan Tenaga Terampil Jasa Konstruksi. Dalam pelaksanaan sertifikasi tersebut, ditemui berbagai permasalahan-permasalahan dalam sistem sertifikasi yang mengakibatkan proses sertifikasi tidak dapat berjalan dengan sesuai amanat UU Jasa Konstruksi tersebut. Berdasarkan data LPJK (2008), terdapat permasalahan kinerja Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi meliputi antara lain jumlah dan struktur pasokan/supply Tenaga Kerja Konstruksi; kesenjangan kinerja antar Badan Sertifikasi Asosiasi (BSA) dan/atau Badan Sertifikasi Keterampilan (BSK) dalam menghasilkan Tenaga Kerja Konstruksi bersertifikat. Secara umum, pengguna jasa konstruksi meragukan kebenaran terhadap tingkat kompetensi yang dicantumkan dalam sertifikat. Permasalahan tersebut diakibatkan kurangnya pemantauan yang baik oleh LPJKN dan LPJKD terhadap pelaksanaan kegiatan sertifikasi yang dilakukan oleh BSA dan/atau BSK; adanya Pedoman Akreditasi, Sertifikasi, dan Registrasi yang ditetapkan 7 (tujuh) tahun yang lalu; pengaturan yang tidak tegas mengenai Bakuan Kompetensi yang digunakan; dan pengaturan yang tidak tegas mengenai persyaratan Asesor. Pada akhirnya, adanya permasalahan-permasalahan dalam sertifikasi di atas telah mengakibatkan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi tidak mampu mencapai kinerja yang diharapkan dalam pencapaian tujuan yang ditetapkan (diharapkan). Melalui penelitian ini dikembangkan Model Konseptual Manajemen Kinerja yang dianggap mampu memperbaiki/mendongkrak kinerja Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi. Model Konseptual Manajemen Kinerja adalah suatu sistem konseptual pengaturan kinerja proses sertifikasi tenaga kerja konstruksi oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), yang terdiri atas berbagai subsistem proses sertifikasi, subsistem organisasi, dan subsistem pedoman/acuan yang terintegrasi secara terpadu untuk mencapai tujuan sertifikasi tenaga kerja konstruksi yang diharapkan pada tahun 2015. Pada dasarnya, Model Manajemen Kinerja ini menggunakan konsep perbaikan kinerja pada seluruh komponen kegiatan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Untuk menyediakan informasi kinerja yang telah dicapai perlu dilakukan Pengukuran Kinerja sebagai elemen dasar Manajemen Kinerja. Model Konseptual Pengukuran Kinerja yang dikembangkan, khusus untuk mengukur kinerja Akreditasi Tenaga Kerja Konstruksi yang bertujuan untuk menghasilkan BSA dan/atau BSK yang benar-benar kompeten dan bertanggungjawab dalam menyelenggarakan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi. Dari Model Pengukuran Kinerja yang dikembangkan ditetapkan 5 (lima) komponen yang harus diukur kinerjanya dalam menjamin pencapaian tujuan, meliputi antara lain: Asosiasi Profesi dan/atau Institusi Diklat; Pedoman Akreditasi; Komite Akreditasi; Proses Akreditasi; dan BSA dan/atau BSK. Sebagai alat untuk mengukur kinerja perlu dikembangkan indikator-indikator kinerja pada tiap komponen yang akan diukur kinerjanya. Untuk itu, lebih lanjut dilakukan identifikasi Indikator Kinerja khusus untuk Pedoman Akreditasi. Dalam identifikasi Indikator Kinerja Pedoman Akreditasi teridentifikasi 13 (tiga belas) indikator kinerja yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja Pedoman Akreditasi sebagai alat atau sarana untuk mengukur tingkat pencapaian pengaturan (pedoman) dalam menjamin standar kelayakan Asosiasi Profesi dan/atau Institusi Diklat sebagai badan-lembaga (BSA/BSK) yang menyelenggarakan sertifikasi tenaga kerja konstruksi.

Deskripsi Alternatif :

National and global construction market require Construction Worker with various certain interest storey;level in number. To increase construction Service Industries Competitiveness especially Construction worker through UU of Service Construction No. 18 Year 1999, Government commend obligation of the ownership of certificate to Expert and Skilled Man Power Service Construction. In conctruction development of certificate, there was various problem of certification system resulting that certification process cannot walk according to commendation of UU Service Construction. Pursuant to data of LPJK ( 2008) there are problems of performance of Certification Worker Construction cover structure and amount of Construction Worker supply; performance difference between Body of Certification Association ( BSA) and/or Body of Certification Skill ( BSK) in yielding certificated Construction Worker. In general, service user of construction doubt of the truth of to interest storey;level which is mentioned in certificate. The problems resulted by the lack of monitoring which either by LPJKN and LPJKD to execution of activity of certification done by BSA and/or BSK; existence of guidance of Accreditation, Certification, and specified Registration 7 years ago irresolute arrangement regarding used Standard Interest; and irresolute arrangement regarding conditions of Asesor. In the end, existence of the problem of certification above have resulted Certification Worker Construction unable to reach performance which is expected in attainment of specified target (to be expected). Through this research Conceptual Performance Management Modeldeveloped assumed can improve;repair / jacking up performance of Sertifikasi Worker Construction. Conceptual Performance Management Model is conceptual system of arrangement performance process construction worker certification by Institute Development Of Service Construction (LPJK), consist of various subsystem certification process, organizational subsystem, and guidance subsystem / integrated reference inwroughtly to reach the target of expected construction worker certification in the year 2015. Basicly, this Performance Management Model use repair concept of performance at entire conducted activity component step by step and continuation. To provide performance information which have been reached require to be conducted by measurement of performance as elementary element of Performance Management. Conceptual Model of Measurement of special developed Performance for the Accreditation of Worker Construction with aim to to yield BSA and/or of BSK really of competence and hold responsible in management of Certification Worker Construction. of Model Measurement of developed to be Performance to be specified by 5 (five component) which must be measured by its performance in guarantying attainment of target, covering for example : Profession Association and/or Institution of Diklat; Guidance Of Accreditation; Committee Accreditation; Accreditation Process; and BSA and/or of BSK. As a means of to measure performance require to be developed by performance indicators at every component to be measured its performance. for that, identifyed by furthermore of special Performance indicator for the Guidance of Accreditation. In Performance Indicator identification Guidance of Accreditation identified by 13 (thirteen) performance indicator able to be used to measure performance guidance of Accreditation as a means of or medium to measure storey;level attainment of arrangement (guidance) in guarantying standard elegibility of Association Institution and/or profession of Diklat as institute tire ( BSA / BSK) which carrying out the Construction Worker Certification.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr. Ir. Purnomo Soekirno, Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...