Path: TopS2-ThesesGeological Engineering-FITB2014

STRUKTUR DAN KELURUSAN MAGNETIK SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP MAGMATISME DAN MINERALISASI DI DISTRIK LANUT, BOLAANG MONGONDOW, SULAWESI UTARA

MAGNETIC STRUCTURE AND LINEAMENT ALSO ITS IMPLICATION TO THE MAGMATISM AND MINERALISATION IN LANUT DISTRICT, BOLAANG MONGONDOW, NORTH SULAWESI

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:38:37
Oleh : EKO MARIO CIPTA LUBIS (NIM : 22011301); Pembimbing : Ir. Benyamin Sapiie, Ph.D., S2 - Geology
Dibuat : 2014, dengan 8 file

Keyword : Struktur, Kelurusan, Magnetik, Magmatisme, Mineralisasi, Sesar Inobonto, Rekahan, Lanut, Inversi 3D, Model ke depan 2D, Porfiri, Epitermal sulfidasi tinggi, Bolaang Mongondow, Riska, Rasik, Effendi, Sinter.

Distrik Lanut yang terletak di kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara merupakan distrik mineralisasi emas yang telah dikenali sejak tahun 1900-an pada masa kolonial Belanda. Placer Dome-BHP dan Utah Pacific-PT. Aneka Tambang telah melakukan kegiatan eksplorasi secara intensif di distrik ini sejak tahun 1986. Pengumpulan beberapa data eksplorasi penting dan studi spesifik yang berujung kepada penemuan tiga prospek epitermal sulfidasi tinggi (Riska, Rasik, dan Effendi) telah dilakukan oleh PT. Newmont Indonesia sejak tahun 1995 hingga 2002 dan PT. Avocet Bolaang Mongondow setelahnya. Kegiatan eksplorasi yang panjang baik regional maupun lokal hingga saat ini ternyata belum cukup mengenali sistem struktur geologi yang bekerja. Hal tersebut dikarenakan oleh sulitnya melakukan pemetaan struktur geologi di permukaan akibat terbatasnya singkapan dan tingginya tingkat pelapukan, sedangkan studi terkait yang pernah dilakukan hanya sebatas (1) interpretasi foto udara dan yang lebih lokal berupa (2) interpretasi struktur pembawa mineralisasi dari data bor.


Pengumpulan data rekahan dengan menggunakan lima garispindai dan pemetaan singkapan telah dilakukan selama penelitian di pit Riska. Data – data rekahan yang diambil termasuk data kedudukan bidang, batuan induk, bukaan, spasi, tinggi, penyembuhan, dan isian dikumpulkan dari 1.263 rekahan. Selain itu, data aeromagnetik dan magnetik permukaan digunakan untuk menganalisis kelurusan dan struktur magnetik yang hadir baik secara regional maupun lokal.


Analisis statistik frekuensi terhadap spasi dan bukaan rekahan serta analisis Fry telah dilakukan pada data rekahan dan poin data penyebaran kadar emas di lantai tambang. Analisis tersebut menunjukkan bahwa jaringan rekahan yang ada tidak berhubungan dengan kontrol mineralisasi emas primer di endapan mineral Riska. Mineralisasi emas yang ada lebih dikontrol oleh kehadiran breksi hidrotermal. Sementara itu, analisis data magnetik telah memunculkan kelurusan


kelurusan regional yang belum dikenali sebelumnya oleh pemetaan permukaan dan interpretasi foto udara. Kelurusan yang ada menunjukkan kontrol regional relatif berarah timur-barat en enchelon di dalam sebuah zona sesar geser menganan relatif berarah baratlaut-tenggara yang mungkin berhubungan dengan sesar Inobonto di pantai utara.


Model inversi 3D berhasil mengenali tubuh magnetik tinggi di bawah prospek Riska-Sinter yang diduga berasosiasi dengan zona alterasi potassic dari sebuah sistem porfiri Cu. Model ke depan 2D mengenali struktur ekstensi relatif berarah baratlaut-tenggara yang berasosiasi dengan kehadiran tubuh magnetik tinggi ini dan struktur relatif berarah timurlaut-baratdaya di mana alterasi argillik lanjut menyebar secara menerus di sepanjang struktur. Aktifitas dari struktur relatif berarah timurlaut-baratdaya ini dipercaya berhubungan dengan pembentukan breksi hidrotermal sebagai kontrol mineralisasi emas pada beberapa prospek di sekitarnya. Perkembangan zona sesar geser menganan relatif berarah baratlaut-tenggara yang ditemui telah mengontrol magmatisme dan mineralisasi di daerah penelitian setidaknya sejak Pliosen Akhir dan struktur magnetik bawah permukaan di sekitar prospek Riska-Sinter pada kedalaman sekitar 750 – 1.000 meter memiliki potensi sebagai target porfiri untuk ekplorasi lebih lanjut.

Deskripsi Alternatif :

Lanut district in Bolaang Mongondow regency, North Sulawesi, has been recognized as a gold mineralization district since the 1990s during the Dutch colonialization period. Foreign and local mining companies Placer Dome-BHP and Utah Pacific-PT Aneka Tambang have conducted intensive exploration in the district since 1986. US-based mining company PT Newmont Indonesia gathered a number of important exploration data between the 1995 – 2002 period that continued by PT Avocet Bolaang Mongondow, which resulted in discovery of three high sulfidation epitermal prospects (Riska, Rasik, and Effendi). However, extensive exploration activities—both local and regional—have yet to be able recognize the system of geological structure. It is caused by the limitation of outcrop to be mapped and very high degree of weathering at the surface. The existing geological structure study was limited to (1) aerial photographic analysis and (2) interpretation of feeder structure from coring data.


Fracture data were gathered using five scanlines and outcrop mapping over the Riska lantai tambang during the field research. The gathered fracture data comprised orientation, host rock, openness, spacing, continuity, healing, and filling gathered from 1,263 fractures. Aeromagnetic and groundmagnetic data have been used to analyze magnetic lineament and structure which appeared in regional and local scales.


Statistical analysis of frequency to fracture spacing and openness and Fry analysis was done over all fracture data and point data of bench gold distribution. The analysis showed that the existing fracture network was not related to the primary control of gold mineralization in the Riska deposit. The mineralization was dominantly controlled by the hidrotermal breccia. Meanwhile, analysis of magnetic data led to the emergence of regional lineaments which previously were not recognized by surface mapping. The lineaments showed that regional control was east-west trending en enchelon in a northwest-southeast trending rigth-lateral fault zones and that it could be associated with the Inobonto fault in north coast.


The 3D inversion model recognized high magnetic body under the Riska-Sinter prospect which was suspected as a pottasic alterasion zone of a Porphyry Cu system. The 2D forward model recognized northwest-southeast trending extensional structure which was assosiated with this high magnetic body and northeast-southwest trending structure where the advanced argillic alteration spread out continuously along the structure. The activity of this northeast-southwest trending structure believed to be related to the appearance of hidrotermal breccia that controlled gold mineralization over the surrounding prospects. The development of northwest-southeast rigth-lateral fault zones has controlled the magmatism and mineralization in the research area since late Pliosen and the magnetic structure under Riska-Sinter prospects at depth between 750 – 1,000 meters below the surface is a potential porphyry target for advance exploration.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id