Path: TopS2-ThesesArchitecture-SAPPK1998

POLA PENGADAAN PERUMAHAN PEKERJA INDUSTRI DI JATIUWUNG TANGERANG

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:24:09
Oleh : ERI SUDEWA SUHADA (NIM 25295014), S2 - Architecture
Dibuat : 1998, dengan 6 file

Keyword : perumahan, pekerja industri, Tangerang
Nomor Panggil (DDC) : T 307.766 SUH

Kebijaksanaan pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi yang lebih di titik beratkan kepada pengembangan sektor industri telah menimbulkan dampak yang luas keberbagai sektor kehidupan dan penghidupan lainnya. Berkembangnya pusat-pusat industri disekitar Jabotabek seperti Tangerang mendorong arus urbanisasi yang cepat dan tinggi.



Para pendatang yang merupakan pekerja industri itu sebagian besar berasal dari luar Jawa Barat. Dan bagian terbesar dari mereka merupakan pekerja-pekerja muda, lajang, berpendidikan rendah dan mempunyai rasa keterikatan yang besar dengan daerah asalnya mereka memerlukan tempat penampungan untuk temp at tinggalnya, dan mereka menempati rumah disekitar pabrik dengan kondisi yang kurang baik dan cenderung merupakan perumahan dan permukiman yang kumuh.



Usaha pemenuhan kebutuhan perumahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah, Perumnas dan Pengembang lainnya lebih diarahkan bagi pekerja golongan menengah keatas dan memanfaatkan Kridit Pemilikan Rumah (KPR). Hal ini tentunya tidak terjangkau oleh para pekerja industri tidak tetap dan yang berpenghasilan rendah berdasarkan Upah Minimum Regional (UMR). Jangankan untuk kredit rumah upah mereka hanya cukup untuk dapat mempertahankan hidup.



Tidak terlihat adanya usaha dari Pemda, industri dan pengembang untuk membangun rumah bagi para pekerja industri tingkat bawah yang sesuai dengan keinginan dan kemampuannya.



Dari hasil pengamatan sebagian besar dari mereka menghendaki rumah sewa dan bukan rumah untuk dimiliki. Hal ini disebabkan karena penghasilan mereka yang rendah, sebagian besar mereka lajang, tingkat mobilitas yang tinggi, mereka akan pindah ketempat kerja yang memberikan penghasilan yang lebih baik dan akan pindah pula tempat tinggahiya, keterikatan dengan tempat asal mereka sangat kuat, belum ada budaya bermukim ditempat baru.



Pengadaan rumah yang diselenggarakan oleh masyarakat justru memenuhi apa yang diharapkan oleh para pekerja industri tingkat bawah tersebut yaitu rumah sewa. Rumah sewa yang dibangun oleh masyarakat cukup banyak dan menunjukan bahwa kemampuan masyarakat untuk membangun rumah cukup besar. Mereka memanfaatkan lahanlahan mereka yang tidak terbebaskan oleh industri. Yang mereka butuhkan adalah perlunya memberikan kemudahan akses ke sumber Jana dan pembinaan teknis di dalam pembangunan rumahnya. Selama ini kebijaksanaan pemerintah lebih di titik beratkan kepada pemberian kredit pemilikan rumah, yang diberikan kepada masyarakat berpenghasilan menengah keatas.



Kiranya perlu adanya perubahan kebijaksanaan dalam pemberian kredit tersebut, bukan hanya kepada mereka yang ingin memiliki rumah (Program P2BPK) tetapi juga kepada masyarakat yang mempunyai kemampuan untuk membangun rumah untuk disewakan kepada para pekerja industri dan pekerja lainnya yang berpenghasilan rendah.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing Utama: Ir. Sri Probo Soedarmo, MSP.


    Pembimbing I : Ir. Sutan Hidayatsyah, MSP.


    Pembimbing II: Ir. Suparti Salim, MSP.
    , Editor: Vika A. Kovariansi

Download...