Path: Top > S1-Final Project > Geological Engineering-FITB > 2013

GEOLOGI DAN STUDI ANALISIS CLEAT BATUBARA DAERAH TUTUPAN DAN WARA, KABUPATEN TABALONG, KALIMANTAN SELATAN

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 11:46:46
Oleh : EFRINA CHANDRA AGUSTI PUTRI (NIM: 12009047); Pembimbing: Ir. Benyamin Sapiie, Ph.D., S1 - Department of Geology
Dibuat : 2013, dengan 7 file

Keyword : batubara, cleat, Tutupan, Formasi Warukin, Cekungan Barito

Cekungan Barito yang terletak di Kalimantan Selatan merupakan suatu cekungan




sedimen Tersier yang memiliki sumberdaya energi potensial, salah satunya adalah batubara.




Salah satu formasi di dalamnya, yaitu Formasi Warukin yang berumur Miosen, merupakan




formasi pembawa batubara terbesar, serta merupakan formasi yang terdapat di daerah penelitian.




Batubara menyimpan suatu bentuk energi lain berupa gas metana, yang juga dikenal




sebagai Coalbed Methan (CBM). Gas metana ini memiliki kaitan erat dengan produksi cleat atau




rekahan alami yang terbentuk pada batubara sebagai bagian dari proses pematangan batubara.




Untuk itu, selain melakukan pemetaan geologi untuk mengetahui kondisi geologi permukaan




daerah penelitian dengan skala 1:12.500, studi analisis cleat di daerah penelitian menarik untuk




dilakukan untuk mengetahui atribut cleat serta kaitannya dengan kualitas batubara dan struktur




geologi.




Daerah pemetaan geologi terletak di daerah Tutupan dan Wara, yang juga merupakan




wilayah penambangan aktif milik PT. Adaro Indonesia, dengan luas ±56 km2 pada koordinat




UTM 331000 – 341350 mT dan 9753750 – 9761150 mU.




Bentukan bentang alam yang saat ini terdapat di daerah penelitian telah jauh berubah




akibat adanya penambangan. Daerah penelitian sebelum ditambang memiliki bentukan




punggungan homoklin di sebelah tenggara dan baratdaya, sedangkan pada bagian tengah




merupakan daerah dengan kontur relatif lebih landai berupa dataran.




Satuan batuan tertua di daerah penelitian adalah Satuan Batupasir-Batulempung yang




diendapkan di lingkungan upper delta plain. Kemudian diatasnya terendapkan secara selaras




Satuan Batulempung Pasiran yang kaya material karbonan di lingkungan lower delta plain.




Proses sedimentasi kemudian terus berlangsung, mengendapkan Satuan Batupasir dan Satuan




Batulempung. Sesar naik yang terjadi pada kala Plio-Pleistosen menyebabkan Satuan Batupasir-




Batulempung dan Satuan Batulempung Pasiran tersingkap ke permukaan. Proses penambangan




yang terjadi saat ini menghasilkan Satuan Timbunan pada daerah penelitian.




Analisis cleat batubara dilakukan di daerah penelitian dengan metode scanline dengan




mengukur jarak antar cleat, jurus dan kemiringan, panjang, bukaan dan jenis cleat. Dari data




tersebut didapatkan pola orientasi, intensitas, pola distribusi spasi dan bukaan cleat yang




nantinya dikaitkan dengan karakteristik batubara dan struktur geologi struktur di daerah




penelitian.

Deskripsi Alternatif :

Barito Basin which located in the South Borneo Province, is a Tertiary




sedimentary basin that has potentially resources, such as coal. Warukin Formation is




one of coal carrier formation in the basin and is located in the research area.




Coal contains a form of “new” alternative energy called coal bed methane.




Methane gas in coal is strongly associated with cleat production. Cleat is natural




fracture forms in coal bed as a part of coalification. Hence, cleat analysis study is




interesting to do, besides the geological mapping with scale 1:12.500 as main focus. It




can be used to find out more about cleat attributes, and its relationship with coal quality




and geological structure features.




The research area is located in Tutupan and Wara Area, which are also mining




concession of PT. Adaro Indonesia. The area is extensively 56 km2 wide and located on




UTM 331000-341350 mE and 9753750-9761550 mN.




Landform in the research area is far more changed because of mining activity.




Before, the southeastern and southwestern part of research area are homoclinal ridge




form. In central part, it has relatively gently contour pattern.




Sedimentary deposition in Barito Basin at Late Miocene results rock units in the




research area. The oldest unit of the research area is Sandstone-Claystone Unit which




deposited in upper delta plain environment. The Sandy Claystone Unit is conformably




deposited above the oldest unit in lower delta plain environment. Sedimentation




continued until The Sandstone Unit and The Claystone Unit were deposited. Plio-




Pleistocene deformation in the form of reverse fault lead the older units which are




Sandstone-Claystone Unit and Sandy Claystone Unit cropped out. Present mining




activity causing Dump Unit in the research area and forming the recent landforms.




Cleat analysis was conducted in the research area using scan line method. Scan




line method was used to measure cleat spacing, orientation, height/length, aperture, and




type of cleat. Orientation and intensity patterns, also distribution patterns of cleat




spacing and aperture will be obtained from the data. These will be attributed to coal




properties and geological structures in the research area.

Beri Komentar ?#(192) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS1 - Department of Geology
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Ir. Benyamin Sapiie, Ph.D., Editor: PKL-SMK