Path: Top S1-Final Project Chemistry 2012

KAJIAN FITOKIMIA DAUN BUNGA MATAHARI (HELIANTHUS ANNUUS) DAN BIOAKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIMALARIA DAN SITOTOKSIK TERHADAP SEL MURIN LEUKEMIA P-388

PHYTOCHEMICAL STUDY OF SUNFLOWER (HELIANTHUS ANNUUS) LEAVES AND ITS BIOACTIVITIES AS ANTIMALARIAL AND CYTOTOXIC AGAINST MURINE LEUKEMIA P-388 CELLS

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-03-11 12:58:49
Oleh : DYAH UTAMI CAHYANING RAHAYU (NIM : 10508055); Pembimbing : Dr. Lia Dewi Juliawaty, S1 - Department of Chemistry
Dibuat : 2012, dengan 7 file

Keyword : antimalaria, Asteraceae, bunga matahari, Helianthus annuus, sel murin leukemia P-388.

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati berupa tumbuhan yang telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat dalam pengobatan tradisional. Bunga matahari (Helianthus





annuus) merupakan salah satu spesies tumbuhan dari famili Asteraceae yang juga banyak digunakan sebagai bahan obat. Spesies ini sering dimanfaatkan untuk mengobati penyakit





malaria di berbagai negara, seperti Indonesia, India, dan Cina. Walaupun demikian, sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan komponen bioaktif antimalaria yang terkandung dalam daun H. annuus tersebut. Selain itu, kandungan metabolit sekunder yang beragam dalam tumbuhan ini juga telah diketahui memiliki aktivitas antikanker. Namun, hingga saat ini belum ada penelitian yang melaporkan aktivitas antikanker terhadap sel murin leukemia P-388. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan isolasi metabolit sekunder dari daun H. annuus dengan menggunakan metode ekstraksi dan berbagai teknik kromatografi, seperti kromatografi cair vakum, kromatografi radial, kromatografi kolom gravitasi, dan kromatografi kolom Sephadex LH-20. Selanjutnya, terhadap ekstrak dan metabolit sekunder yang diperoleh dilakukan uji antimalaria dan uji sitotoksik terhadap sel murin leukemia P-388. Sembilan senyawa telah berhasil diisolasi dari ekstrak metanol daun H. annuus. Tujuh diantaranya telah diidentifikasi strukturnya berdasarkan data spektroskopi yang meliputi, UV, IR, NMR (1H, 13C, HSQC, HMBC, dan COSY), serta MS. Senyawasenyawa





tersebut ditetapkan sebagai demetoksiensekalin, nevadensin, santomikrol, demetoksisudakitin, campuran aserosin dan sudakitin, serta asam 16β,17-dihidroksi-entkauran-





19-oat. Selain itu, dua senyawa lainnya berdasarkan data spektrum UV diperkirakan merupakan senyawa turunan benzopiran. Hasil uji antimalaria dan sitotoksik terhadap sel murin leukemia P-388 dari ekstrak metanol daun H. annuus menunjukkan aktivitas dengan nilai IC50 berturut-turut yaitu 6,0 μM dan 17,5 μg/mL. Sampai saat ini baru satu senyawa yaitu demetoksisudakitin yang telah diuji aktivitas antimalarianya dan memberikan nilai IC50





sebesar 1,85 μM. Sementara itu, empat senyawa lain yaitu demetoksiensekalin, nevadensin, santomikrol, dan demetoksisudakitin telah diuji aktivitas sitotoksiknya terhadap sel murin leukemia P-388 dan memberikan nilai IC50 berturut-turut sebesar 14,3; 61,0; 38,0; dan 17,0 μg/mL.

Deskripsi Alternatif :

Indonesia has a plants biodiversity that has been widely used as a component in traditional medicines. Sunflower (Helianthus annuus) is one of the species belonging to Asteraceae family which is also commonly used as medicines. This species is often applied to treat malaria disease in many countries, such as in Indonesia, India, and China. However, the antimalarial bioactive components contained in H. annuus leaves have not yet reported. In addition, the secondary metabolites in this plant have also been known to have anticancer activities. But there are no recent studies have been reported about the anticancer activity against murine leukemia P-388 cells. Therefore, the objective in this research was to isolate the secondary metabolites from H. annuus leaves using extraction methods and various chromatographic techniques, such as vacuum liquid chromatography, radial chromatography, gravity column chromatography, and Sephadex LH-20 column chromatography. Furthermore, the extract and secondary metabolites isolated were examined on antimalarial and cytotoxic against murine leukemia P-388 cells assays. Nine compounds have been successfully isolated from methanol extract of H. annuus leaves. Among them seven compounds were elucidated according spectroscopic data including, UV, IR, NMR (1H, 13C, HSQC, HMBC, and COSY), and MS spectral data. The compounds were identified as demethoxyencecalin, nevadensin, xanthomicrol, demethoxysudachitin, the mixture of acerosin and sudachitin, and 16β,17-dihydroxy-ent-kaurane-19-oic acid. Moreover, the two other compounds based on UV spectral data were suggested as a benzopyran derivatives. The preliminary assay of methanol extract of H. annuus leaves on antimalarial and cytotoxic activity against murine leukemia P-388 cells showed IC50 values were 6.0 μM and 17.5 μg/mL, respectively. One of the compounds, i.e. demethoxysudachitin has been examined on antimalarial assay and showed high activity with IC50 values was 1.85 μM. Furthermore, four compounds, namely demethoxyencecalin, nevadensin, xanthomicrol, and demethoxysudachitin have been assayed on cytotoxic against murine leukemia P-388 cells





and had IC50 values 14.3, 61.0, 38.0, and 17.0 μg/mL, respectively.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id