Path: TopS1-Final ProjectSchool of Business and Management2008

MARKETING STRATEGY OF THE BATIK CLOTHING (CASE STUDY: AYANNA BOUTIQUE-BANDUNG) FINAL PROJECT

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-07-07 10:58:21
Oleh : DYAH FITHRIANA KUSUMADEWI (NIM 19005038), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2008, dengan 7 file

Keyword : Batik, Strategi pemasaran, Bauran pemasaran (produk, harga, lokasi, tempat), Bauran promosi, Bauran pemasaran jasa

Batik, kain tradisional Indonesia yang terkenal di seluruh dunia karena keanekaragaman dan kekhasan motifnya ini, kembali bergairah dewasa ini. Perkembangan industri batik di Indonesia dalam 2 tahun terakhir, berkembang cukup pesat. Hal ini ditandai dengan perancang-perancang nasional yang menggunakan batik sebagai materi utama atau elemen komplementer dalam rancangan mereka dan semakin banyak masyarakat, di mulai dari kota-kota besar, seperti Jakarta dan Bandung, yang mengenakan batik dalam berbagai kesempatan.







Meningkatnya animo masyarakat di kota-kota besar ini terhadap batik, tidak terlepas dari reaksi kejengkelan masyarakat Indonesia terhadap klaim negara tetangga sebagai pemilik batik. Rasa nasionalisme dan kepemilikan batik sebagai warisan budaya asli Indonesia yang harus dilestarikan, mendorong masyarakat untuk "kembali" mengenakan batik. Beberapa perancang nasional melihat animo masyarakat ini sebagai hal yang patut didukung, selain visi mereka untuk melestarikan salah satu warisan budaya nenek moyang Indonesia, dengan membuat pakaian dari materi batik dengan konsep "ready to wear" dan desain (baik untuk model pakaian maupun ragam hias batiknya) yang menarik dan sesuai suasana zaman.







Kecintaan terhadap kain tradisional batik dan keinginan agar semakin banyak masyarakat yang mengenakan batik, membuat butik Ayanna hadir untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin mengenakan batik dalam desain yang modern, eksklusif, dan elegan. Butik yang berlokasi di Jalan Setiabudi no. 112, Bandung 40141 ini adalah spesialis dalam batik dan kebaya.







Penulis mengambil studi kasus butik Ayanna dalam menganalisis keinginan pasar mengenai trend busana batik saat ini, yang selanjutnya akan dijadikan acuan dalam strategi pemasaran butik, dengan pertimbangan Ayanna merupakan butik yang salah satu spesialisasinya adalah batik dengan konsep rancangan yang didesain sendiri (limited edition) dan modern. Target segmentasi pasar butik Ayanna sendiri adalah masyarakat penggemar pakaian atau kain batik, golongan sosial ekonomi menengah ke atas, dan berdomisili di Bandung. Dengan segmentasi pasar seperti di atas, didukung dengan sumber daya dan kemampuan yang dimiliki butik saat ini, menjadi tantangan bagi penulis untuk dapat membuat strategi pemasaran yang tepat untuk butik Ayanna dalam menghadapi persaingan bisnis yang sangat ketat.







Strategi pemasaran butik Ayanna dalam tugas akhir ini dibuat berdasarkan bauran pemasaran (konsep 4P), yaitu produk, harga, tempat, dan promosi. Untuk strategi produk, penulis menyarankan agar Ayanna melakukan 3 hal, antara lain: memperluas kategori produk batik yang dijual; menambah variasi untuk setiap ketegori produk batik, baik dari segi jenis material yang digunakan, teknik pembuatan batik, atau desain motif batik; serta menambah jumlah barang untuk beberapa kategori produk batik yang dirasa kuantitasnya masih kurang saat ini.







Mengenai strategi harga, disarankan agar kebijakan harga yang diterapkan di butik selama ini mengalami penyesuaian seiring dengan situasi kompetitif di pasar, selain tetap mempertimbangkan biaya produksi barang dan operasional butik. Untuk kategori produk batik yang merupakan produk unggulan butik dan penjualannya dinilai cukup baik selama ini, seperti set sarung dan selendang, tidak mengalami perubahan dalam hal kebijakan harga. Sedangkan untuk produk batik lainnya, penulis menyarankan agar butik Ayanna menetapkan harga jual sebesar maksimal satu setengah kali dari harga pokok penjualan.







Lokasi butik Ayanna saat ini dinilai cukup strategis dan merupakan salah satu keunggulan butik, sehingga penulis hanya melakukan perubahan dalam hal desain interior showroom butik. Pembuatan desain showroom butik yang baru, mengacu pada ketersediaan ruangan dan perencanaan butik, seperti tata letak display untuk setiap kategori produk, dan elemen-elemen pendukung butik.







Terakhir, berkaitan dengan strategi promosi butik, penulis memilih bauran promosi melalui iklan, promosi penjualan, publisitas, dan hubungan dengan pelanggan sebagai bentuk komunikasi pemasaran. Penambahan bauran pemasaran jasa juga dilakukan untuk memperkuat kesan butik sebagai penyedia busana tradisional yang modern dan eksklusif.

Deskripsi Alternatif :

Batik, the Indonesian traditional cloth that is well known in the world for its uniqueness in pattern, has made its 'comeback' today. The batik industry has developed rapidly during the last 2 years. This is marked by national designers using batik as their main and complementary materials in their designs; and more and more people, from big cities such as Jakarta and Bandung, wear batik in many occasions.







This growing interest in batik within Indonesian is also as a kind of 'protest' towards the neighboring country who claims batik as their own. Nationalisms and sense of belonging of batik as traditional culture and original heritage of Indonesia which need to be preserved, has motivated people to wear batik "once more". Many national designers regard this people interest as something to be supported, besides their vision to preserve one of Indonesian ancient cultural heritage, by making clothes using batik as material with "ready to wear" concept and design (for the garment as well as its ornaments) that is attractive and up to date.







The love for batik traditional cloth and the desire to make people more and more wearing batik, has motivated Ayanna Boutique to participate in facilitating the people who want to wear batik with modern, exclusive, and elegant designs. The boutique, which located at Jalan Setiabudi no.112, Bandung 40141, is specialized in batik and kebaya.







The author carries out the case study of Ayanna Boutique in analyzing the market demand towards the trend of batik fashion today, which will be used as a reference in marketing strategy of the boutique, taking into consideration that one of Ayanna specialization is batik as its design concept and has its own modern design (limited edition). The target of market segmentation of the boutique itself is people who love batik clothes and batik garments, who belong to middle and upper economic society and live in Bandung. By means of market segmentation above, combined with today boutique's existing resources and capabilities has become the challenge for the author to prepare the right marketing strategy for Ayanna Boutique in dealing with the tight competition of the market.







Marketing strategy of Ayanna Boutique in this final project based on marketing mix (4 Ps concept), which are product, price, place, and promotion. For product strategy, the author suggested Ayanna to do 3 things, among others: expanding the product line; adding variations for each category of the batik products, in the form of the kinds of fabric being used, batik techniques, or batik motives; and adding the number of items for a number of batik product categories.







For pricing strategy, it is suggested that the price policy established in the boutique at present has some adjustments according to the competitive situation in the market, besides still considered cost of production and boutique's operational cost. For batik product category which is boutique's mainstay product and its selling relatively good, such as a set of sarung and selendang, does not have to change for its' price policy. Whereas, for other batik product categories, the author suggested Ayanna Boutique to establish the sales price one and half times at maximum.







The present location of Ayanna Boutique is considered strategic and one of th boutique's superiorities, therefore the author just made the changes on boutique showroom interior design. The making of boutique's new showroom design is based on space productivity and shop planning, such as lay out of display for each product category, and other boutique's supporting elements.







Lastly, related with the boutique's promotional strategy, the author chose promotion mix through advertising, sales promotion, publicity, and customer relations as a marketing communication. The adding of service marketing mix is done to strengthen the image of boutique as a provider of modern and exclusive traditional fashion.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiC
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id