Path: TopS1-Final ProjectChemical Engineering-FTI2007

PEMBUATAN ESTER METIL SULFONAT DARI CPO UNTUK SURFACTANT FLOODING

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 11:39:35
Oleh : DWIKE INDRIANY (NIM 13003008); Pembimbing : Dr. Ir. Retno Gumilang Dewi, S1 - Department of Chemical Engineering
Dibuat : 2007, dengan 7 file

Keyword : Surfactant flooding, MES, Sulfonasi

Produksi minyak bumi di Indonesia saat ini cenderung menurun sejalan dengan menurunnya kemampuan produksi sumur-sumur minyak yang umumnya telah beroperasi cukup lama. Kecenderungan makin meningkatnya kebutuhan minyak bumi dunia mendorong dibutuhkannya cara untuk meningkatkan perolehan minyak bumi. Salah satunya adalah dengan surfactant flooding yang merupakan salah satu metode dalam proses Enhanced Oil Recovery (EOR). Pada metode ini, surfaktan dialirkan ke dalam sumur minyak untuk membebaskan tetesan minyak yang terperangkap di dalam pori-pori batuan dalam formasi sumur minyak. Dalam hal ini, surfaktan berfungsi untuk menurunkan interfacial tension (IFT) antara minyak bumi dan air. Beberapa surfaktan yang telah banyak dimanfaatkan adalah surfactant yang berbasis petroleum product. Dengan makin tingginya harga minyak dunia dan perhatian dunia terhadap persoalan-persoalan lingkungan dewasa ini, diperlukan produk surfaktan yang berbasis renewable resources. Methyl Ester Sulfonat (MES) merupakan salah satu surfaktan yang dapat digunakan sebagai surfactant flooding dan dapat diproduksi dari bahan baku renewable, seperti minyak-minyak nabati.

MES dibuat melalui proses sulfonasi ester metil yang terbuat dari minyak sawit mentah (CPO) yang merupakan salah satu minyak nabati yang banyak terdapat di Indonesia. Masalah utama dalam penelitian ini adalah menemukan kondisi operasi optimum untuk menghasilkan MES yang nantinya dapat digunakan untuk surfactant flooding. Penelitian yang dilakukan meliputi (i) proses sulfonasi ester metil dengan reaktan NaHSO3 dan H2SO4 sampai dengan pemurnian produk menggunakan metanol dan penetralan produk menggunakan NaOH, (ii) penentuan kondisi optimum proses sulfonasi, serta (iii) pengujian produk MES yang dihasilkan (pH dan FTIR). Variasi yang dilakukan pada penelitian ini antara lain bahan baku ester metil, temperatur, dan lama reaksi berlangsung.

Proses sulfonasi ester metil dengan NaHSO3 tidak berhasil membentuk MES. Hal ini ditunjukkan tidak teridentifikasinya spektrum gugus sulfonat pada pengujian dengan FTIR. Sementara pada proses sulfonasi dengan H2SO4, spektrum gugus tersebut terdeteksi. Proses sulfonasi dengan H2SO4 dapat menyebabkan terjadinya proses karbonisasi. Optimasi untuk mencegah terjadinya proses karbonisasi adalah menggunakan ester metil berangka iodin rendah, menggunakan ester metil berantai karbon 8 sampai 18, waktu reaksi sulfonasi di bawah dua jam, dan temperatur reaksi sulfonasi di bawah 70 derajat C.

Deskripsi Alternatif :

Oil production in Indonesia tends to decrease at the moment in line with the declining of oil field production capacity due to its age. Since the world oil demand are increasing significantly, this has promoted the need for methodology to increase the production capacity of some oil field in Indonesia through enhanced oil recovery (EOR) methods. Surfactant flooding is one of the EOR methodology. In this approach, surfactant is used as an agent to release oil products that are trapped in some pores of oil formation by reducing interfacial tension (IFT) between oil and water. Some surfactant that has been used for surfactant flooding is petroleum sulfonate. The increasing crude oil price and awareness to the environmental problems raise the requirement of surfactant product based on renewable resources. Methyl ester sulfonates (MES) is a surfactant that can be applicated on surfactant flooding and be produced from renewable resources, such as natural oil.

MES is made through sulfonation of methyl ester from the crude palm oil (CPO), which is one of the natural oil that could be found in Indonesia. The main problem in this process is determining optimum operation condition on obtaining MES product that could be used for surfactant flooding. The research includes (i) sulfonation of methyl ester with two fixed reactants until product purification with methanol and netralization with NaOH, (ii) determining the optimum sulfonation process condition, and (iii) characterization of the MES obtained. The modification made in this research is the kinds of raw material used, sulfonation temperature, and the period of sulfonation reaction.

The sulfonation of methyl ester with NaHSO3 didn't succeed on creating MES. This is verified by the absent of the spectrum of sulfonate group on the product analyzed with FTIR. While the sulfonation of methyl ester with H2SO4 gives a more contented result; the spectrum of the sulfonate group was identified. Meanwhile, the sulfonation of methyl ester with H2SO4 could also triggered a carbonization process. Optimization to prevent this carbonization problem is using methyl ester with low iodine number, using methyl ester with 8 to 18 carbon atoms, sulfonating on a period under two hours, and using a temperature under 70 degrees C for sulfonating.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. Ir. Retno Gumilang Dewi, Editor: Rizki Apriyanti

File PDF...