Path: TopS2-ThesesUrban and Regional Planning-SAPPK2007

ARAHAN PEMANFAATAN LAHAN KAWASAN HULU DAERAH ALIRAN SUNGAI BERDASARKAN PENILAIAN KINERJA FUNGSI LINDUNG DI WILAYAH KABUPATEN SUBANG

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:25:29
Oleh : Dody Iskandar NIM : 25406064, S2 - Regional and City Planning
Dibuat : 2007-10-00, dengan 7 file

Keyword : watershed hydrologic protection function, water conservation, soil conservation, flood prevention.
Kepala Subjek : Planning and Policy Development

Abstrak:





Kenyataan yang terjadi di Subang bagian utara sebagai kawasan hilir DAS dimana hampir setiap tahun terjadi kekeringan pada musim kemarau dan banjir di musim penghujan, mengundang kecurigaan bahwa telah terjadi kerusakan bagian hulu DAS yang menyebabkan terganggunya fungsi hidrologis DAS. Apakah kerusakan tersebut karena





diakibatkan terjadinya alih fungsi kawasan hutan menjadi kawasan budidaya pertanian. Bila merujuk pada kriteria kawasan hutan lindung yang ditetapkan dalam Perda Jabar No. 2 tahun 2006 yang mengatur tentang pengelolaan kawasan lindung, maka diperoleh bahwa luasan hutan yang ada (berdasarkan Peta Guna Lahan tahun 2001) masih melebihi dari apa yang seharusnya. Lalu timbul pertanyaan selanjutnya apakah luasan hutan yang ada bahkan





belum mencukupi dalam mendukung fungsi lindung hidrologi DAS di Subang tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk membuat suatu pola pemanfaatan lahan pada kawasan





lindung di bagian hulu DAS baik sebagai hutan maupun budidaya pertanian berupa perkebunan, ladang tanaman pangan lahan kering dan sawah, dimana kinerja fungsi





lindungnya adalah yang paling tinggi. Fungsi lindung yang dinilai dibatasi hanya untuk konservasi air, konservasi tanah dan pengendalian banjir. Proses yang dilakukan adalah menilai berbagai kriteria dari faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap kinerja fungsi lindung tersebut. Ternyata hasil yang didapatkan adalah bahwa kinerja fungsi lindung akan tercapai yang paling tinggi jika hampir semua wilayah studi tersebut merupakan hutan.





Namun dengan pertimbangan agar ekonomi pertanian di kawasan tersebut tetap berjalan, maka dibuatlah beberapa skenario pola pemanfaatan lahan dengan tiga tingkatan yaitu skenario sedang, maju hingga ekstrim, dimana nilai kinerja lindungnya haruslah lebih tinggi dari kondisi guna lahan sekarang (guna lahan tahun 2001) dalam rangka memperbaiki fungsi lindung. Hasilnya menunjukkan bahwa pada skenario sedang hingga ekstrim, masih dimungkinkan adanya budidaya pertanian ladang, sawah maupun perkebunan, namun makin sedikit bagi sawah dan ladang sejalan dengan peningkatan menuju skenario ekstrim,





sedangkan untuk perkebunan terjadi sebaliknya.

Deskripsi Alternatif :

Abstract:





Fact that happened in Northern Subang Regency as the downstream watershed areas where almost every year is happened by the dryness at dry season and floods in rain season, inviting suspicion that have been happened the damaged of upstream watershed areas causing the annoyed of watershed hydrologic functions. Whether the problem is resulted by forest area conversion to become agriculture area. Based on 2001 landuse map analysis and refer to conservation area criterion that predetermine by regulation of Jawa Barat Province, Peraturan Daerah No. 2 tahun 2006 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung, it will be obtained the wide of existing forest areas are still more than from what ought to. This fact then is arise the more question whether the wide of existing forest areas even not enough yet to support the hydrologic protection





function demand of watersheds in Subang.





The purpose of this research is to make the pattern of landuse at the upstream watershed in Subang Regency that is for forest and agriculture, where the grade of protection function performance is highest. The form of agriculture can be as plantation, horticulture, or rice





field sawah. The assessment of protection function performance is limited just to water conservation, soil conservation and flood prevention. The assessment process is to evaluate various criterion of factor that most effect to the protection function performance. The result





of this process is that the grade of protection function performance will be reached highest if the almost of crop of this region are forest. But with the consideration of agricultural economy in the area, is hence made some scenario of landuse pattern with three level, that





are moderate scenario, advance scenario and extreme scenario, where the protection function performance value is still higher than the condition of existing landuse in





order to improve protection function performance. Its result indicate that at moderate till extreme scenarios, still be enabled by the existence of farm horticulture, rice field and also plantation, but fewer for rice field and horticulture in line with improvement go to the





extreme scenario, while for the plantation is contrary of happened.

Copyrights : Copyright (c) 2007 by School of Architecture, Planning and Policy Development.Information Dissemination Right @2008 ITB Central Library, Jl. Ganesha 10 Bandung,40132, Indonesia. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author to ITB Central Library in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Arief Rosyiedi,Drs., M.S.P., M.Arch., Ph.D.





    Scanner: Alice Diniarti; 2008-01-17
    , Editor: Alice Diniarti

File PDF...