Path: Top > Member > hidayat@unix.lib.itb.ac.id

PERANCANGAN ASPEK TRANSPORTASI GEDUNG MUSEUM SENI RUPA KONTEMPORER BANDUNG

TRANSPORTATION ASPECT OF CONTEMPORARY ART MUSEUM BANDUNG AND LOWER STRUCTURE DESIGN OF CONTEMPORARY ART MUSEUM BANDUNG AS A COMPLEMENTARY DESIGN OUTPUT

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-12-11 12:42:31
Oleh : DINDA WULANDANI (NIM: 15013115), S1 - Civil Engineering-FTSL
Dibuat : 2017, dengan 16 file

Keyword : Layout parkir, kebutuhan parkir, tebal perkerasan, beban gempa, beban gravitasi, balok, kolom, pelat ; parking layout, parking needs, pavement thickness, earthquake load, gravitational load, beam, column, plate

Museum Seni Rupa Kontemporer Bandung nantinya akan berfungsi sebagai tempat ditampungnya berbagai informasi serta melayani kebutuhan publik baik itu untuk tujuan studi, penelitian, ataupun sebagai sarana rekreasi dengan cara memamerkan koleksi-koleksi yang dianggap menjadi sumber pengetahuan umum. Dengan adanya Museum Seni Rupa Kontemporer ini diharapkan akan meningkatkan atmosfer untuk bekerja secara kreatif dan inovatif. Dengan meninjau lokasi sekitar dan menginterpretasikan desain arsitek, seorang rekayasawan transportasi diharapkan dapat mendesain jalur pergerakan di dalam dan di sekitar gedung baik berupa area parkir maupun jalan akses, mulai dari sirkulasi hingga tebal perkerasan jalan yang efisien. Proses desain harus mempertimbangkan aspek keamanan, kenyamanan, dan ekonomis. Rekayasawan juga dihadapkan dengan beberapa tantangan seperti terbatasnya lahan dan desain arsitektural maupun structural yang mengganggu sirkulasi. Dengan meninjau permasalaha-permasalah tersebut, maka dilakukan beberapa perubahan terhadap layout area parkir dan jalan akses yang diberikan oleh arsitek. Standar yang dijadikan acuan dalam perancangan geometrik area parkir dan jalan akses antara lain Pedoman Perencanaan Parkir 1996 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Policy on Geometric Design of Highway and Streets yang dikeluarkan oleh AASHTO. Perkerasan jalan akses yang digunakan adalah perkerasan lentur yang dalam prosesnya mengacu pada Pedoman Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Pd-T-01-2002-B. Untuk melengkapi output desain Museum Senirupa Kontemporer, dilakukan pula perancangan struktur bawah Museum Senirupa Kontemporer Bandung yang terdiri dari dua lantai basement dengan mengacu kepada SNI 1726-2012, AISC 341, dan AISC 358. Struktur atas boleh berperilaku elastoplastik pada saat terjadi gempa, namun struktur bawah harus tetap berperilaku elastic pada saat terjadinya gempa. Sehingga proses desain dilakukan secara terpisah dan dilakukan peningkatan beban dari struktur atas sebesar 1.8 kali. Elemen struktur yang didesain meliputi balok, kolom, dan pelat

Deskripsi Alternatif :

Bandung is known as an educative and creative city with young population domination and talented artists. The Contemporary Art Museum Bandung will be functioned as an information resource and a place to fulfill public needs for education, research and recreation facility by exhibiting art collections which are considered as general knowledge. As this Contemporary Art Museum Bandung exists, hopefully there will be an increase in the atmosphere of working creatively and innovatively. By observing location around the project area and interpreting architectÂ’s design, a transportation engineer is expected to be able to design a proper movement inside and outside the building either parking area or access road, including circulation and pavement design. In the process of designing both circulation and pavement thickness, an engineer should consider safety, durability, pleasure, and economic aspects. In order to achieve the objectives, engineer should deal with several challenges such as limited area and architectural or structural design that obstructs circulation lanes. After identifying problems that exist, engineer made a quick judgement to change the previous parking layout and access road from architectÂ’s design. Whereas Parking Design Manual 1996 and Policy on Geometric Design of Highway and Streets are codes used as geometric design references, Flexible Pavement Design Manual Pd-T-01-2002-B. To complete design output of The Contemporary Art Museum Bandung, lower structure of The Contemporary Art Museum Bandung including two-story basement is also designed based on SNI 1726-2012, AISC 341 and AISC 358. The upper structure may have an elastoplastic behavior when an earthquake occurs. However, the lower structure must remain elastic. Thus, the structure is analyzed as a separated system between upper structure and lower structure. Forces transferred to the lower structure should be increased 1.8 times due to the regulation mentioned in SNI 1726-2012.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id