Path: Top > S2-Theses > Physics-FMIPA > 2016

ANALISA KURVA ISODOSIS 2D VMAT HASIL SIMULASI MONTE CARLO PADA KASUS KANKER PARU DENGAN BERKAS FOTON 6 MV

VMAT 2D ISODOSE CURVE ANALYSIS AS A RESULT OF MONTE CARLO SIMULATION IN LUNG CANCER WITH 6MV PHOTON BEAM

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:41:06
Oleh : DIAN NURAMDIANI (NIM: 20214031), S2 - Physics
Dibuat : 2016, dengan 7 file

Keyword : Radioterapi, VMAT, Monte Carlo, Titik kontrol, Kurva Isodosis

Radioterapi merupakan salah satu modalitas utama dalam pengobatan kanker. VMAT (Volumetric Modulated Arc Therapy) merupakan salah satu teknik radioterapi yang memberikan seluruh fraksi dosis secara kontinyu pada saat gantry terus menerus berotasi (dynamic beam delivery). Teknik ini dilakukan dengan mengatur tiga variabel utama yang berubah secara simultan saat treatmen berlangsung yaitu: kecepatan rotasi gantry, bentuk penampang berkas sinar yang diatur oleh pergerakan Multi leaf collimator (MLC), dan fraksi dosis yang diberikan. Perhitungan dosis sebelum pemberian treatmen perlu dilakukan agar tujuan radioterapi dapat tercapai. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi Monte


Carlo VMAT dengan menggunakan EGSnrc code system / DOSXYZnrc untuk mengetahui distribusi dosis radiasi pada kasus kanker paru dengan data parameter berasal dari rtplan. Phantom yang digunakan berasal dari data CT scan thorax yang dibaca dengan ctcreate. Simulasi dilakukan dengan membagi jumlah titik kontrol VMAT ke dalam 38 kali simulasi dengan setiap simulasi terdiri dari 3 buah titik


kontrol. Pembagian titik kontrol ini dilakukan untuk mengatasi keterbatasan spesifikasi komputer yang tersedia dalam melakukan simulasi dengan jumlah history partikel yang relatif banyak. Jumlah partikel yang digunakan pada satu kali simulasi adalah 2 x 107 partikel, sehingga total history partikel yang digunakan adalah 7,6 x 108 partikel. File output dari simulasi merupakan file dengan ekstensi .3ddose yang berisi data dosis hasil perhitungan, selanjutnya diolah dan dianalisis dengan metode statistika deskriptif sederhana untuk membentuk kurva isodosis. Sebagai perbandingan dilakukan pula simulasi VMAT dengan seluruh titik kontrol sekaligus dengan menggunakan jumlah history 6 x 107 partikel. Hasil menunjukkan bahwa distribusi dosis yang terbentuk dari seluruh simulasi yang dilakukan dengan 3 buah titik kontrol cenderung memiliki pola kurva isodosis yang serupa dengan distribusi dosis yang terbentuk dari simulasi yang dilakukan dengan seluruh titik kontrol, namun perbandingan jumlah history partikel yang digunakan untuk membentuk kurva isodosis yang sama antara kedua simulasi belum dapat diketahui secara pasti. Standar deviasi dosis simulasi masih memiliki nilai yang relatif besar, dengan nilai standar deviasi dosis yang diamati pada voxel yang berada tepat di isosenter sekitar 31,2%. Sehingga simulasi dengan membagi jumlah titik kontrol VMAT masih harus dikaji lebih lanjut agar dapat dijadikan salah satu solusi dalam mengatasi keterbatasan fasilitas komputer yang tersedia dalam melakukan simulasi


Monte Carlo.

Deskripsi Alternatif :

Radiotherapy is one of the major modality in cancer treatment. VMAT (Volumetric Modulated Arc Therapy) is a radiotherapy technique which provides a continuous full dose radiation as the gantry rotates (dynamic beam delivery). This technique is achieved by arranging three variables which change simultaneously as the treatments take place. They are: gantry rotation speed, beam cross-sectional shape arranged by MLC leaf position, and fraction of the given dose. Calculation of radiation dose before administration of treatment needs to be done to achieve the


goal of radiotherapy. The aim of this study is to conduct Monte carlo VMAT simulation using EGSnrc code system / DOSXYZnrc to determine dose distribution of radion in lung cancer with parameters data derived from the rtplan. The phantom used comes from CT scans thorax data which is read by ctcreate. Simulation is repeated by dividing the number of control points of VMAT into 38 simulations with each repetition of simulation consists of three pieces of control point. Repetition of simulation is done to overcome the limitations of computer specifications in simulating. History number of particles used in each repetition is


2 x 107 particles, therefore the total of particles history used is 7,6 x 108. Simulation output file is .3ddose containing data dose calculation, further processed and


analyzed by simple descriptive statistical methods to shape the isodose curve. As a comparison, simulation VMAT with all of control point at a time also conducted by using the number of history 6 x 107 particles. The results suggest that the dose distributions formed from the sum of data from all simulations with 3 control points tend to have a similar pattern to the dose distribution form of simulations involving all control points, but the ratio of the amount of particles history used to form the curve isodosis between both of simulations can not be known with certainty yet. The standard deviation of the dose simulation still has a relatively large value, with the doses standard deviation of voxel were observed at around the isocentre is 31,2%. So the simulation by dividing the number of control points VMAT remains to be studied further in order to be one solution to overcome the limited computer specification problem in performing Monte Carlo simulations.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. rer. nat. Freddy Haryanto, Editor: Ratnasari

File PDF...