Path: Top > S2-Theses > Transportation-SAPPK > 2017

MANAJEMEN RISIKO PROYEK JALUR GANDA KERETA API BANDARA KUALANAMU DI MEDAN DENGAN SKEMA KERJASAMA PEMERINTAH DAN BADAN USAHA (KPBU)

MANAJEMEN RISIKO PROYEK JALUR GANDA KERETA API BANDARA KUALANAMU DI MEDAN DENGAN SKEMA KERJASAMA PEMERINTAH DAN BADAN USAHA (KPBU)

Master Theses from JBPTITBPP / 2018-03-07 11:41:27
Oleh : DIANITA HERDIANA (NIM : 24214004), S2 - Transportation-SAPPK (dianitaherd@gamil.com)
Dibuat : 2017-10-04, dengan 1 file

Keyword : Manajemen risiko, KPBU, AHP
Subjek : Transportasi
Nomor Panggil (DDC) : 388.4

Bandara Polonia di Medan telah ditutup dan perannya digantikan oleh Bandara Kualanamu di Deli Serdang. Jarak dari Medan ke Kualanamu mencapai 40 km. Bagi penumpang pesawat udara dari dan/atau menuju Bandara Kualanamu transportasi kereta api rute Medan Kota-Bandara Kualanamu merupakan transportasi yang potensial.



Penelitian ini membahas tentang manajemen risiko pada proyek jalur ganda kereta api bandara kualanamu di Medan dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang bertujuan untuk mengidentifikasi risiko yang berpotensi muncul dengan menggunakan metode penelitian Analytical Hierarchi Process (AHP) dan mendistribusikan risiko yang muncul secara tepat.



Dari hasil penelitian diperoleh variabel risiko politik merupakan potensi risiko tertinggi yang harus mendapatkan perhatian pada proyek ini dengan penyebab risiko adalah keterlambatan perolehan persetujuan dan dialokasikan kepada pemerintah. Meski demikian, pada proyek ini prosentase alokasi risiko kepada pemerintah cenderung paling rendah yaitu 3 %.



Manajemen risiko yang dapat diterapkan adalah dengan melakukan tiga tahapan penting, yaitu identifikasi risiko, mitigasi risiko dan respon risiko (penanganan risiko) sehingga diharapkan proyek jalur ganda kereta api bandara Kualanamu di Medan dengan skema KPBU ini dapat berjalan dengan baik.

Deskripsi Alternatif :





Polonia Airport in Medan has been closed and its role was replaced by Kualanamu Airport in Deli Serdang. The distance from Medan to Kualanamu reaches 40 km. For airplane passengers from and / or to Kualanamu Airport railway transport route Medan Kota-Bandara Kualanamu is a potential transportation.




This study discusses risk management on double-track railway airport project in Medan under the Government Cooperation with Business Entity (KPBU) scheme that aims to identify potential risks by using Analytical Hierarchy Process (AHP) research methods and distribute the risks that arise right.




From the research results, the political risk variable is the highest risk potential that should get attention on this project with the cause of the risk is the delay of obtaining approval and allocated to the government. However, in this project the percentage of risk allocation to the government tends to be the lowest at 3%.




Risk management that can be implemented is by doing three important steps, that is risk identification, risk mitigation and risk response (risk handling) so it is hoped that the double railway project of Kualanamu airport in Medan with the scheme of KPBU can run well.


Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. Ir. Heru Purboyo Hidayat Putro, DEA, Editor: Yoninur Almira

File PDF...