Path: Top > S2-Theses > Mining Engineering-FTTM > 2007

ANALISIS DAMPAK PENINGKATAN KONSUMSI BATUBARA NASIONAL TERHADAP PRODUKSI CO2 SEBAGAI GAS RUMAH KACA

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:55:58
Oleh : DEVID HARDI (NIM 22104014), S2 - Mining Engineering
Dibuat : 2007, dengan 7 file

Keyword : environment development, forest conservation, energy eficiency, energy diversification, clean coal technology

Ketersediaan energi telah menjadi kebutuhan primer sebuah negara untuk menjalankan roda pemerintahan, menjaga stabilitas ekonomi, keamanan, dan sektor vital lainnya. Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya energi secara bijaksana perlu dilakukan, demi mengupayakan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Kesalahan dalam strategi/kebijakan energi dapat berakibat fatal bagi kelangsungan hidup masyarakat serta stabilitas negara.


Indonesia, sebagai salah satu negara berkembang, menyikapi kondisi ini dengan langkah pemerintah mengeluarkan Kebijakan Energi Nasional (KEN) melalui PP No.5 tahun 2006 sebagai pembaruan dari Kebijaksanaan Umum Bidang Energi (KUBE) tahun 1998. Salah satu target KEN adalah terwujudnya bauran energi (energy mix) yang optimal pada tahun 2025, dimana batubara menempati urutan pertama dalam penggunaan energi, yaitu sebesar 33%. Hal ini disebabkan Indonesia memiliki cadangan batubara yang cukup banyak yaitu sekitar yaitu 61,3 miliar ton.


Pertumbuhan pemanfaatan batubara di Indonesia cukup pesat, pada tahun 1990 konsumsi batubara domestik hanya sebesar 5.835.619 ton, pada tahun 1998 meningkat menjadi 15.601.117 ton dan di tahun 2005 tercatat penggunaan batubara nasional sebesar 41.306.053 ton, naik 700% dibandingkan tahun 1990.

Pada tahun 2025 diperkirakan konsumsi batubara nasional diperkirakan mencapai 181.633.493 ton. Ini berarti terjadi peningkatan yang sangat signifikan pada emisi CO2 dari konsumsi batubara nasional; pada tahun 1998 sebanyak 38.584.163 ton diperkirakan meningkat drastis hingga 1200% (449.209.900) pada tahun 2025.

Walaupun angka tersebut relatif lebih kecil dibandingkan negara-negara industri maju, kondisi ini tentu saja bertolak belakang dengan upaya penurunan tingkat emisi CO2 sebagai salah satu penyebab pemanasan global, seperti yang disepakati negara-negara industri pada Kyoto Protocol, 1997.

Diperlukan berbagai upaya untuk menyikapi kondisi ini secara bijaksana, diantaranya kebijakan pemerintah untuk melakukan pembangunan yang berwawasan lingkungan, penghijauan dan pelestarian hutan, diversifikasi energi ramah lingkungan, hingga pemanfaatan teknologi batubara bersih yang dapat meningkatkan efisiensi secara optimal serta ramah lingkungan.

Deskripsi Alternatif :

Energy Sources had be come basic needs for a country to role their government economic stabilizer, securities, and other important sector. Energy source need to be control and manage wisely for sustainable development. Mismanagement with the energy can make disaster for human and country stabilities.

Indonesia which is developing country renew their the general energy policy with Nation Energy Policy (KEN) through PP No.5/2006. National Energy Policy has purpose which are to create sustainable national energy supply. Efficiency in use, and optimal energy mix on 2025. Hence, dependent on one kind energy source like fuel must less use and start to change with alternative energy. On the national energy purpose, coal choosed as the main alternative energy, which is 33% on 2025. That condition because Indonesia has a lot of coal reverse about 61.3 billion ton.

Coal use growth in Indonesia quite increase, on 1990 domestic coal consumption 5.835.619 ton, on 1998 increase to 15.601.117 ton and on 2005 reported 41.306.053, up to 700% compare on 1990.

National coal consumption on 2025 predicted 181.633.493 ton, that condition increase CO2 emission, on 1998 CO2 emission 38.584.163 ton and rise up to 1200% (449.209.900) on 2025.

Indonesia has less emission compare with other industrial countries, that condition not equivalent with the effort to reduce CO2 emission as one of global warming source, which is math with agreement Kyoto Protocol, 1997.

Government wisdom needed for environment development, forest conservation, energy eficiency, energy diversification, and clean coal technology.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Rudy Sayoga Gautama B., Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...