Path: Top > S2-Theses > Chemical Engineering-FTI > 2001

PROSES KRISTALISASI EKSTRAKTIF UNTUK PEMISAHAN 2,6- DAN 2,7- DIMETILNAFTALEN

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:51:59
Oleh : Desire Ariyanti (NIM 23099008), S2 - Chemical Engineering
Dibuat : 2001-07-00, dengan 7 file

Keyword : kristalisasi ekstraktif, dimetilnaftalen, high performance engineerning plastics
Kepala Subjek : Chemical Engineering

ABSTRAK:


26DMN merupakan bahan pembuatan plastik rekayasa dan kristal cair. Senyawa poliaromatik ini dapat diperoleh dari fraksi aromatik residu perengkahan minyak bumi dan tar batu bara. Akan tetapi, 26DMN dalam fraksi-fraksi aromatik tersebut berada sebagai campuran isomer yang tidak dapat dipisahkan dengan metode konvensional.


Secara umum, penelitian ini diarahkan untuk mengkaji pemisahan 26DMN dari isomernya menggunakan kristalisasi ekstraktif di mana isomer yang dipilih sebagai pengotor adalah 27DMN karena pemisahan paling sulit terjadi antara 27DMN dan 26DMN. Kristalisasi ekstraktif menggabungkan operasi kristalisasi dan pelarutan sedemikian rupa sehingga campuran umpan padatan dapat difraksionasi menjadi komponen-komponen murni dengan perolehan 100 %. Secara khusus penelitian ini diarahkan untuk mengembangkan proses kristalisasi ekstraktif untuk pemisahan isomer dimetilnaftalen, dan mensimulasikan serta membandingkan unjuk kerja dari proses yang dikembangkan.


Dari hasil simulasi diperoleh bahwa alternatif proses yang terbaik adalah proses B (melibatkan satu dissolver, dua filter, satu crystallizer, dan dua evaporator), dengan etilasetat sebagai pelarut, serta beroperasi pada temperatur dingin 35 derajat C dan temperatur panas 50 derajat C.

Deskripsi Alternatif :

ABSTRACT:


26DMN is a starting material for manufacturing high performance engineering plastics and liquid crystals. This polyaromatic compound can be obtained from aromatic fractions of petroleum cracking residue and coal tars. However, 26DMN exists as isomeric mixtures which can not be separated by conventional methods.


In general, this research is directed to study the separation of 26DMN from its isomers by extractive crystallization in which 27DMN is selected as impurity, because the most difficult separation occurs between 27DMN and 26DMN. Extractive crystallization combines crystallization and dissolution operations in such away that a solid mixture can be fractionated into pure components with 100% yield. In particular, this research is aimed to develop extractive crystallization processes for separation of dimethylnaphthalene isomers, to simulate and to compare the performance of the processes developed.


From the simulations, it was found that the best alternative process is process B (involving one dissolver, two filters, one crystallizer, and two evaporators), with ethylacetate as solvent and operates at cold temperature of 35 degree C and hot temperature of 50 degree C.

Copyrights : Copyright (c) 2001 FTI ITB, Information Dissemination Right @ 2008 ITB Central Library, Jl. Ganesha 10 Bandung, 40132, Indonesia. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing 1: IDG. Arsa Putrawan, Dr., Ir.


    Pembimbing 2: Tatang H. Soerawidjaja, Dr., Ir.


    Scan: Arnaz Driyastika M.


    (2008-01-24), Editor: driyastika

File PDF...