Path: Top > S1-Final Project > Electrical Engineering-STEI > 2007

INTERKONEKSI NEXT GENERATION NETWORK (NGN) DAN USULAN PENERAPANNYA DI INDONESIA

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 10:18:42
Oleh : DERY PARTONI (NIM 13203007); Pembimbing: Ir. Nana Rachmana, M.Eng., S1 - Department of Electrical Engineering
Dibuat : 2007, dengan 7 file

Keyword : interkoneksi, points of interconnection, interworking, Bill and Keep, ENUM

Konsep Next Generation Network (NGN) merepresentasikan sintesis dari dua teknologi besar yang telah berkembang sebelumnya itu, yaitu teknologi Public Switched Telephone Network (PSTN) dan teknologi Internet. Berbagai teknologi jaringan yang telah diciptakan selama lebih dari 10 tahun ini memuat elemen-elemen penting penyusun teknologi NGN. Migrasi dan konvergensi dari teknologi-teknologi yang ada tersebut tentunya berujung pada satu teknologi baru yang diharapkan dapat menghantarkan berbagai informasi (data, suara, gambar dan bahkan video) secara efisien, scalable, memungkinkan diferensiasi dalam satu sistem, serta mampu diakses secara mobile, yaitu NGN.

Interkoneksi NGN adalah masalah yang perlu menjadi perhatian khusus. Oleh karena itu, tugas akhir ini bertujuan untuk memperkenalkan model interkoneksi baru untuk NGN yang lebih sesuai dengan perkembangan layanannya, dalam rangka memberikan solusi dan usulan penerapannya di Indonesia serta penyusunan rencana teknisnya di Indonesia.

Penelitian dimulai dengan pemaparan teori interkoneksi dalam PSTN dan Internet dari segi teknis dan ekonomi yang didapat dengan penelusuran literature secara analitik. Selanjutnya, akan diulas secara lebih lanjut mengenai model interkoneksi, points of interconnection, dan konsep interworking dalam NGN. Usulan penerapan rencana interkoneksi NGN di Indonesia ternyata menemui hambatan terutama pada proses migrasi dari jaringan tradisionalnya.

Alokasi nomor telepon atau disebut juga Electronic Number (ENUM) adalah kunci yang dapat membuat NGN dapat terbang pesat di Indonesia dan tentunya menjadi tantangan bagi Ditjen Postel dalam pengalokasiannya. Langkah teknis awal adalah dengan mengganti satu switch Time Division Multiplexing (TDM) dengan multi TDM atau softswitch, lalu ditambahkan unit-unit akses dari NGN, diperkenalkan protokol baru (H.248, MGCP, H.323, dll) yang memungkinkan implementasi layanan xDSL, lalu ditambahkan layanan baru berbasis IP. Aturan pembebanan interkoneksi terbaik adalah dengan mekanisme kompensasi, yaitu menerapkankan Bill and Keep pada jaringan akses, CBC/EBC pada jaringan inti.

Deskripsi Alternatif :

The concept of Next Generation Network (NGN) represents a synthesis of existing world of the "traditional" Public Switched Telephone Network (PSTN) with the world of the Internet. Many of the networks created over the past ten years contain most of the key elements of an NGN. Migration and convergence from the existing technologies end to one new technology carrying various information (data, voice, image, even video) efficiently, scalable, differentiated in one system, and also mobile-accessed, which is NGN.

The NGN interconnection problem is best to be understood. With that in mind, this final project seeks to introduce new models for NGN interconnection that are better suited to the development of future services than the current time, in order to reach conclusions about the best way to implement the model in Indonesia and also to arrange a simple technical plan for NGN in Indonesia.

The arrangement was started with a brief introduction about interconnection theory regarding with PSTN and internet from technical and economic side which was mainly obtained by literature review analytically. At the next section, interconnection model, points of interconnection, dan interworking concept are wrapped in this paper. The suggestion for implementation of interconnection plan seemed to face rough matter at migration process from the traditional networks.

Telephone number allocation or Electronic Number (ENUM) is key to success for Indonesia's NGN deploympent and become challenge for Ditjen Postel on its allocation. Technical first plan is with replace one TDM switch with a combined TDM or softswitch. Once the combined (or separate switch) has been implemented into the network further, access units can be added, then new protocols (e.g. H.248, MGCP, H.323, etc.) can be introduced to the network, that allows the implementation of services like xDSL. Finally new features can be introduced. The most appropriate interconnection charging is compenctation mechanism, which is dual regime with Bill & Keep in the backhaul network and EBE/CBC in the core network.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Ir. Nana Rachmana, M.Eng., Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...