Path: Top > S1-Final Project > Geological Engineering-FITB > 2015

GEOLOGI DAERAH KERSARATU DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SIDAMULIH, KABUPATEN PANGANDARAN, PROVINSI JAWA BARAT

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2018-05-17 13:21:05
Oleh : DENISWARA NUR FADILAH PUTRA (NIM : 12011022), S1 - Geological Engineering-FITB
Dibuat : 2015, dengan 8 file

Keyword : Kersaratu, Pangandaran, Formasi Jampang, Formasi Pamuntuan, Anggota Kalkarenit Formasi Pamutuan.

Daerah Kersaratu merupakan salah satu desa di Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Untuk memahami karakterisitik geologi daerah Kersaratu dan sekitarnya dilakukan pemetaan dan penelitian geologi pada daerah dengan luas kurang lebih 65km2 yang berada pada koordinat 9153000-9163000 mS dan 229500 – 236000 mT WGS 84 Zona -49. Metode penelitian yang dilakukan meliputi kegiatan pemetaan dan pengambilan data di lapangan serta analisis laboratorium.

Berdasarkan bentuk morfologi dan proses yang terjadi pada daerah penelitian, maka daerah penelitian dibagi kedalam empat satuan geomorfologi, yakni Satuan Perbukitan

Volkanik Kalijati, Satuan Lembah Homoklin Kersaratu, Satuan Perbukitan Karst Bojong, dan Satuan Dataran Aluvial Cibodas. Pola aliran sungai di daerah penelitian umumnya

berupa pola aliran dendritik, rektangular, dan anular, dengan bentuk lembah sungai berbentuk V – U. Geomorfologi pada daerah penelitian berada pada tahapan geomorfik

muda menuju dewasa.

Berdasarkan ciri litologi, satuan batuan yang berada di daerah penelitian dibagi menjadi lima satuan batuan, yaitu Satuan Breksi, Satuan Andesit, Satuan Batupasir, Satuan

Batugamping, dan Satuan Endapan Aluvial. Satuan yang pertama terbentuk adalah Satuan Breksi yang terbentuk dengan mekanisme aliran piroklastik yang disisipi oleh Satuan Andesit yang berupa lava. Berdasarkan ciri litologi, Satuan Breksi dan Satuan Andesit disetarakan dengan Formasi Jampang yang berumur Oligosen-Miosen Awal. Satuan Batupasir diendapkan secara selaras di atas Satuan Breksi pada kala Miosen Tengah pada lingkungan pengendapan Neritik Tengah – Neritik Luar yang berdasarkan kesamaan

litologi, umur, dan daerah pelamparan dapat disetarakan dengan Formasi Pamutuan.

Satuan Batugamping diendapkan pada Kala Miosen Tengah – Miosen Akhir secara selaras di atas Satuan Breksi dan memiliki hubungan menjari dengan Satuan Batupasir dan diendapkan pada lingkungan pengendapan Neritik Tengah. Berdasarkan ciri litologinya Satuan Batugamping disetarakan dengan Anggota Kalkarenit Formasi Pamutuan.

Struktur geologi yang berkembang pada daerah penelitian adalah sesar mendatar. Sesar yang berkembang pada daerah penelitian berupa Sesar Mengiri Cibodas, Sesar Mengiri

Panangapan, Sesar Mengiri Pamuntuan, dan Sesar Menganan Cibayawak. Struktur geologi tersebut terbentuk setelah Satuan Breksi, Satuan Andesit, Satuan Batupasir, dan

Satuan Batugamping terbentuk, diperkirakan pada kala Pliosen-Plistosen dengan tegasan utama berarah Baratdaya-Timurlaut. Hal ini merupakan pengaruh dari fase tektonik

kompresi yang diinterpretasikan berupa hasil subduksi di selatan Pulau Jawa.

Deskripsi Alternatif :

Kersaratu is a village in Pangandaran District, West Java. The aim of this study is to understand the characteristics of Kersaratu and its surrounding area by doing a geological mapping within area of 65km2 located in 9153000-9163000 mS and 229500 – 236000

mTWGS 84 Zone -49.The methods of the research consist of geological mapping and data analysis in the laboratory.

Based on morphology and processes that occur in the study area, then the area is divided into four units of geomorphology, namely Kalijati Volcanic Hill Unit, Kersaratu Homocline Valley, Bojong Karst Hill Unit and Cibodas Alluvial Plain Unit. Drainage patterns of the river in Kersaratu and surrounding area are dendritic, rectangular, and annular with the shape of river's valley ranging between V-U. Geomorphology of studied area is in young to mature geomorphic stage.

Based on lithological characteristics of rocks found in the study area, geological research area is divided into five lithological units namely Breccia Unit, Andesitic Unit, Sandstone Unit, Limestone Unit and Alluvial Deposit Unit. The first deposited unit wasb Breccia Unit deposited with pyroclastic flow mechanism and inside the Breccia Unit was Andesitic Unit as an insertion. Those units are comparable with Jampang Formation aged Oligocene-Early Miocene. Then, based on the analysis of small foraminifera observed in hand specimen, Sandstone Unit was deposited aligned above the Breccia Unit in the Middle Miocene age and have depositional environment Middle – Outer Neritic and can be compared to Pamutuan Formation. Limestone Unit was deposited aligned above Sandstone unit in the Middle-Late Miocene age and have depositional environment

Middle Neritic also have interfingering characteristic.According to the characteristic of its

lithology, Limestone Unit can be compared with Calcareous Division Pamuntuan Formation.


Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS1 - Geological Engineering-FITB
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id