Path: Top > S2-Theses > Business Administration-SBM > 2009

BIOGAS AS A BUSINESS SOLUTION IN ENERGY MANAGEMENT IN CATHOLIC MONASTERY OF ST. MARY RAWASENENG IN “TRIPLE BOTTOM LINE” PERSPECTIVE ANALYSIS

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:30:47
Oleh : DAVID CONSTANTIYN SENDUK (NIM : 29107345); Energi, Komunitas Keagamaan, Pemanasan Global, Perusahaan Sosial, Triple Bottom Line., S2 - Business Administration
Dibuat : 2009, dengan 8 file

Keyword : Biogas, Energy, Global Warm, Religion Society, Social Enterprise, Triple Bottom Line.

A corporate is considered has achieved its goal, if they succeed not only in economic aspect, but also in three performance aspects: economic aspect, social aspect and environmental aspect. This theory puts corporate as integrated entity which affect and be affected by other aspects, society and environment, in one horizontal dimension. The interrelationship of those aspects relates directly and indirectly among those aspects. Therefore, it is clear that whatever the activity that


will be performed by the entity must be analyzed well and comprehensively to know whether it will give positive or negative effects towards the three aspects of economic (the finance of the entity), society, and environment; Because the effect of those aspects will go back to the entity and affect the existence and the sustainable growth of that entity.


In this research, the object entity was a Catholic Monastery, St. Mary, in Rawaseneng Village, Temanggung Regency, Province of Central Java, Indonesia. The appointment of the Catholic Monastery of St Mary, is something interesting because of the fact the Catholic Monastery is a religious entity which, principally, since the beginning has been focusing on achieving the triple aspects (economic, society, and environment) known as Social Enterprise. In this Social Enterprise concept, the Catholic Monastery of St. Mary, is demanded by themselves to give contribution and development to those two aspects, which nowadays they are considered as not so important by other corporate entity types. They call the goals as “.. to be the sign and mediator of salvation and blessings to all universe..”. Of course the focuses on its economic goal, the profitability, is still maintained. But, this profitability is not the only goal. It has been the tool to achieve other goals which are the two other aspects, and to assure sustainable existence of this entity, all their projects and the success of two other aspects.


In this research, the Monastery was faced to a few problems. A business solution came from the Monastery itself, formed as the implementation of biogas technology originated from the manure of animal owned by the Monastery when the research exists.


In this research, it was given how the impact of biogas technology implementation utilizing the animal manure as a problem solution faced by the Monastery, towards 3 aspects of 3P Triple Bottom Line : Planet (Environment), People (Society), and Profit (Economic). Further more,


whether the implementation of biogas technology will contribute positively to the monastic entity in a way that they have never thought of.


The research came to a conclusion that the biogas technology implementation, utilizing the animal manure, will give positive contributions with significant and multiple values : 1) Contribution to the energy provide (energy substitution); 2) Contribution to the mitigation effort fof global warming phenomenon (fossil-based energy substitution and methane gas utilization); 3)Financial contribution (cost-saving & new income potency); 4) Contribution to society (indirect impact).

Deskripsi Alternatif :

Sebuah entitas korporasi dinilai telah berhasil mencapai tujuannya, jika berhasil tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi dalam 3 (tigas) aspek prestasi sekaligus : aspek ekonomi, aspek sosial, dan aspek lingkungan. Teori ini menempatkan entitas korporasi dalam kesatuan yang saling berpengaruh dan dipengaruhi dengan aspek-aspek lainnya, yaitu masyarakat dan lingkungan, dalam satu dunia horizontal. Hubungan pengaruh dan dipengaruhi ini terjadi langsung maupun tidak langsung antara aspek-aspek tersebut. Dengan demikian, maka jelaslah bahwa apapun kegiatan yang dilakukan oleh entitas haruslah dianalisa sebaik-baiknya untuk mengetahui apakah akan memberikan pengaruh positif atau negativ bagi 3 aspek, yaitu ekonomi (keuangan entitas), masyarakat, dan lingkungan; dikarenakan pengaruh tersebut niscaya akan


kembali kepada entitas dan mempengaruhi kelangsungan hidup dan perkembangan yang berkelanjutan dari entitas tersebut.


Dalam kasus penelitian ini, entitas penelitian adalah sebuah biara katolik St. Maria di desa Rawaseneng, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Pemilihan biara katolik St. Maria ini menarik karena fakta bahwa biara katolik adalah sebuah entitas keagaaman yang memang secara hakikat memperhatikan pencapaian dalam ketiga aspek (ekonomi, masyarakat,


dan lingkungan) sejak semula, yang dikenal dengan sebutan Social Enterprise. Dalam konsep Social Enterprise ini, biara katolik St. Maria, memang dituntut dari dirinya sendiri untuk memberikan kontribusi dan pembangunan kepada 2 aspek yang selama ini tidak begitu


diperhatikan oleh bentuk-bentuk entitas korporasi lainnya, yang dalam bahasa mereka “menjadi keselamatan dan rahmat bagi alam semesta..”; dengan tentunya tetap memperhatikan pencapaian tujuan ekonomi, yaitu profitabilitas. Namun profitabilitas ini bukan menjadi satusatunya tujuan, melainkan menjadi sarana untuk mencapai keberhasilan di 2 aspek lainnya, dan


juga untuk memastikan kelangsungan dan perkembangan hidup yang berkelanjutan dari entitas tersebut, semua karya-karyanya, dan keberhasilan di 2 aspek lainnya tersebut.


Dalam kasus penelitian ini, biara dihadapkan pada beberapa permasalahan. Sebuah solusi bisnis yang berasal dari dalam biara sendiri dianjurkan, yaitu berupa penerapan teknologi biogas dari kotoran ternak yang dimiliki oleh biara saat penelitian diadakan.


Dalam penelitian ini, disampaikan bagaimana pengaruh dari penerapan teknologi biogas dari kotoran ternak tersebut terhadap penyelesaian masalah yang dihadapi oleh entitas biara, terhadap 3 aspek dalam konsep 3P Triple Bottom Line : Planet (Lingkungan), People (Masyarakat), dan Profit (Ekonomi),. Dan apakah penerapan teknologi biogas akan memberikan nilai positif lainnya yang belum terpikirkan bagi entitas biara.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi biogas dari kotoran ternak memberikan kontribusi positif yang cukup signifikan dan bernilai multi : 1) kontribusi bagi penyediaan energi (substitusi energi); 2) kontribusi bagi upaya mitigasi pemanasan global


(substitusi energi fosil & penggunaan gas metana); 3) kontribusi berupa nilai finansial (penghematan keuangan dan potensi penghasilan baru); 4) kontribusi bagi masyarakat (dampak tidak langsung).

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id