Path: Top > S2-Theses > Transportation-SAPPK > 1999

ANALISIS PERLUASAN APRON (Studi Kasus di Bandar Udara Ngurah Rai Bali)

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:29:57
Oleh : DARMADJI (NIM 28096013), S2 - Transportation
Dibuat : 1999, dengan 8 file

Keyword : apron, bandara udara
Nomor Panggil (DDC) : T 387.736 2 DAR

Waktu tunggu yang terjadi pada suatu bandar udara adalah bilamana dua atau lebih pesawat udara berusaha untuk menggunakan landas pacu, landas hubung, gerbang atau fasilitas yang lain pada waktu yang bersamaan. Secara umum penyebab terjadinya waktu tunggu disebut sebagai " kekurangan kapasitas " yang berarti bahwa bandar udara tidak mempunyai fasilitas misalnya landas pacu, landas hubung atau gerbang pesawat dalam jumlah yang cukup guna menampung keinginan pengguna jasa bandar udara pada periode permintaan puncak.


Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali adalah salah satu bandar udara di Indonesia sebagai tujuan utama para wlsatawan dari mancanegara. Perkiraan penumpang dan pergerakan pesawat udara pada setiap tahap pengembangan adalah sebagai berikut, tahun 2000 mencapai 6.650 ribu penumpang dan 60.406 pergerakan pesawat, tahun 2005 mencapai 9.520 ribu penumpang dan 80.25 pergerakan pesawat dan tahun 2010 mencapai 13.190 ribu penumpang dan 100.494 pergerakan pesawat.


Dengan jumlah gerbang yang ada sebanyak 6 gerbang tipe-1 (Jumbo Jet), 4 gerbang tipe-^ (Badan Lebar) dan 11 gerbang tipe-Ill (Jet Sedang), setelah dilakukan simulasi gerbang maka rata-rata waktu tunggu gerbang dan waktu tunggu total adalah 0.9menit dan 3,98 menit setiap pesawat. Setelah dilakukan simulasi dan optimasi melalui tambahan gerbang tipe-Ill sebanyak 2, maka waktu tunggu gerbang dan waktu tunggu total menjadi 0,2 dan 3,28 menit setiap pesawat, dengan tambahan Was apron 10.680,62 m2dan biaya total Rp. 683.349.000;.


Pada tahun 2000 dengan jumlah gerbang sebanyak 6 gerbang tipe-l, 4 gerbang tipe-11 dan 13 gerbang tipe-111, setelah dilakukan simulasi gerbang maka rata-rata waktu tunggu gerbang dan waktu tunggu total adalah 0,96 menit dan 3,92 menit setiap pesawat. Setelah dilakukan simulasi dan optimasi melalui tambahan gerbang tipe-III sebanyak 2, maka waktu tunggu gerbang dan waktu tunggu total menjadi 0,0 dan 2,96 menit setiap pesawat, dengan tambahan luas apron 10.680,62 m2 dan biaya total Rp. 683.349.000;.


Pada tahun 2005 dengan jumlah gerbang sebanyak 6 gerbang tipe-I, 4 gerbang tipe-li dan 15 gerbang tipe-I11, setelah dilakukan simulasi gerbang maka rata-rata waktu tunggu gerbang dan waktu tunggu total adalah 3,9 menit dan 6,85 menit setiap pesawat. Setelah dilakukan simulasi dan optimasi melalui tambahan gerbang tipe-I sebanyak 1, tipe-il sebanyak 4 dan tipe-Ill sebanyak 4, maka waktu tunggu gerbang dan waktu tunggu total menjadi 0,02 dan 2,97 menit setiap pesawat, dengan tambahan luas apron 73.266,47 m2 dan biaya total Rp. 1.920.200.000;.


Sedang tahun 2010 dengan jumlah gerbang sebanyak 7 gerbang tipe-l, 8 gerbang tipe-lt dan 19 gerbang tipe-I11, setelah dilakukan simulasi gerbang maka rata-rata waktu tunggu gerbang dan waktu tunggu total adalah 0,87 menit dan 3,87 menit setiap pesawat. Setelah dilakukan simulasi dan optimasi melalui tambahan gerbang tipe-I sebanyak 1, tipe-II sebanyak 2 dan tipe-Ill sebanyak 6, maka waktu tunggu gerbang dan waktu tunggu total menjadi 0,01 dan 3,01 menit setiap pesawat, dengan tambahan luas apron 64.310,91 m2dan biaya total Rp. 2.996.574.000;.

Deskripsi Alternatif :

Delay occurs on the airfield whenever two or more aircraft seek to use the runway, taxiway, gate, or any other airside facility at the same time. A major concern of airport users and operators is delay. These delays translate into increased operating costs for airport users and wasted time for passengers. The cause for these delay is commonly referred to as a " lack of capacity ", meaning that the airport does not have facilities such as runways, taxiways, or gates in sufficient number to accomodate all these who want to use the airport at peak periods of demand.


Bali International Airport one of airport in Indonesia as first tourist destination from the world's countries. Trend of passengers and aircraft indicate that there is an increase from year to year. Forecast of passengers in each phase of development in year 2000 reaches 6,650 thousands passengers and 60,406 aircraft movements, in year 2005 reaches 9,520 thousands passengers and 80,825 aircraft movements and in year 2010 reaches 13,190 thousands passengers and 100,494 aircraft movements.


By using gate and airfield simulation with the number of existing gate are 6 gates type-I (Jumbo Jet), 4 gates type-II (Large Wide Body) and 11 gates type-III (Medium Jet), the average delay gate and total delay to be 0. 9 minutes and 3.98 minutes each aircraft. After using simulation and optimization through the number of additional gate type-III by 2 gates, delay gate and total delay to be 0.2 minutes and .28 minutes each aircraft, with additional apron space 10,680.62 sq.m. and total cost Rp. 683,349,000.


In the year 2000 with the number of gates are 6 gates type-I, 4 gates type-Il and 13 gates type-III, the average delay gate and total delay to be 0.96 minutes and 3.92 minutes each aircraft. After using simulation and optimization through the number of additional gate type-III by 2 gates, delay gate and total delay to be 0.0 minutes and 2.96 minutes each aircraft, with additional apron space 10,680.62 sq.m. and total cost Rp. 683,349,000.


In the year 2005 with the number of gates are 6 gates type-I, 4 gates type-II and 15 gates type-Ill, the average delay gate and total delay to be 3.9 minutes and 6.85 minutes each aircraft. After using simulation and optimization through the number of additional gate type-I by a gate, gate type-II by 4 gates and type-III by 4 gates, delay gate and total delay to be 0.02 minutes and 2.97 minutes each aircraft, with additional apron space 73,266.47 sq.m. and total cost Rp. 1,920,849,000.


And in the year 2010 with the number of gates are 7 gates type-I, 8 gates type-11 and 19 gates type-III, the average delay gate and total delay to be 0.87 minutes and 3.87 minutes each aircraft. After using simulation and optimization through the number of additional gate type-I by a gate, gate type-II by 2 gates and type-III by 6 gates, delay gate and total delay to be 0.01 minutes and 3.01 minutes each aircraft, with additional apron space 64,310.91 sq.m. and total cost Rp. 2,996,574,000.


Additional gates for each phase, will increase the airport capacity on single runway configuration as closed as capacity standard issued by ICAO.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing I : Dr.Ir. Ade Sjafruddin MSc.,


    Pembimbing II: Dr.Ir. Bambang Ismanto S., MSc.
    , Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...