Path: TopS2-ThesesMining Engineering-FTTM2013

STUDI PEMANFAATAN BIOPOLIMER EKSTRAK KAYU SEBAGAI ZAT ADITIF PADA SIANIDASI UNTUK PENINGKATAN RECOVERY EMAS DI TAMBANG EMAS ANTAM PONGKOR

Study on the Use of Biopolymer from Wood Extraction as an Additive in Gold Cyanidation Process to Improve Gold Recovery at Antam Pongkor Gold Mine

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:56:00
Oleh : CHANDRA (NIM : 22109303), S2 - Mining Engineering
Dibuat : 2013, dengan 6 file

Keyword : Biopolimer Ekstrak Kayu, Zat Aditif, Sianidasi, Recovery Emas, Tambang Emas, Antam Pongkor

Pengembangan dalam proses siandiasi bijih emas, khususnya dalam operasional pabrik, pada dasarnya menuju pada peningkatan recovery emas dan perak dan throughput pabrik yang lebih besar. Berbagai upaya penelitian difokuskan pada optimasi penambahan reagen (sianida, oksigen, timbal nitrat), strategi pengendalian parameter proses serta dari aspek peralatan termasuk otomatisasi.


Timbal nitrat merupakan reagen yang sudah umum digunakan dalam proses sianidasi untuk meningkatkan recovery emas. Pada penelitian ini akan dicoba sejenis biopolimer dari ekstrak kayu pada proses sianidasi untuk peningkatan


recovery emas. Biopolimer jenis ini sudah umum digunakan dalam berbagai bidang seperti pengeboran minyak, industri semen dan beton dengan memanfaatkan sifatnya yang menurunkan viskositas, mendispersi, sebagai


depressant, dan binder. Namun demikian, penerapannya pada proses sianidasi adalah suatu hal baru yang belum diaplikasikan secara komersial di tambang emas


manapun. Serangkaian percobaan sianidasi dengan dan tanpa penambahan biopolimer ekstrak kayu dilakukan dalam skala laboratorium dengan bottle roll dan dalam skala pabrik (lant trial) di pabrik pengolahan emas PT Antam di Pongkor. Untuk percobaan skala laboratorium, contoh diambil dari pabrik dan dipreparasi hingga diperoleh paket-paket contoh yang homogen dengan distribusi ukuran yang menyerupai kondisi aktual di pabrik yaitu minimal 80% <74μm. Rangkaian percobaan yang dilakukan adalah mengukur dampak perubahan viskositas, memastikan secara statistik bahwa biopolimer ini dapat meningkatkan recovery emas dengan melakukan masing-masing 5 kali pengulangan untuk membandingkan kondisi dengan dan tanpa penggunaan biopolimer pada proses sianidasi, menyelidiki pengaruh konsentrasi biopolimer terhadap peningkatan


recovery Au dan Ag, variasi konsentrasi sianida, variasi persen solid, dan variasi distribusi ukuran partikel bijih. Sedangkan percobaan skala pabrik dilakukan di


sirkuit CIL Pabrik Line I dengan metode pengambilan data selama dua minggu tanpa penggunaan aditif biopolimer dan selama dua minggu dengan penggunaan aditif biopolimer. Hasil percobaan pada skala laboratorim dan skala pabrik ini kemudian dibandingkan, khususnya dampak penambahan biopolimer ekstrak kayu terhadap peningkatan recovery emas. Setelah divalidasi dengan 5 kali pengulangan, secara konsisten penambahan biopolimer ekstrak kayu menunjukkan dampak terhadap peningkatan recovery emas maupun perak. Peningkatan recovery ini bergantung pada konsentrasi biopolimer dalam slurry, dimana semakin tinggi konsentrasi biopolimer dalam slurry, semakin tinggi pula peningkatan recovery yang diperoleh dengan tingkat peningkatan yang semakin mengecil pada dosis penambahan tertentu. Hasil percobaan dalam skala laboratorium menunjukkan bahwa konsentrasi optimal


biopolimer yang memberikan persen ekstraksi Au paling tinggi adalah 800 ppm. Pada konsentrasi biopolimer 800 ppm ini, diperoleh peningkatan recovery Au sebesar sebesar 4,5% untuk emas dan 6,4% untuk perak pada kondisi lain yang sama dengan kondisi operasional pabrik. Hasil analisis kinetika menunjukkan bahwa penambahan biopolimer dalam proses sianidasi juga membantu laju pelarutan emas sehingga berlangsung lebih cepat. Penggunaan biopolimer memberikan peluang untuk meningkatkan %solid, dimana dampak turunnya recovery akibat naiknya %solid dapat ditutupi oleh dampak peningkatan recovery akibat penggunaan biopolimer. Hal ini dapat diartikan bahwa dalam operasional pabrik, throughput pabrik dapat ditingkatkan dan dosis reagen dapat dikurangi. Hasil percobaan skala pabrik juga menunjukkan dampak kenaikan recovery yang bervariasi terhadap kadar, dimana pada kadar Au 6 g/t peningkatan recovery dapat mencapai hingga 3%. Mekanisme kerja biopolimer dalam meningkatkan recovery dapat disimpulkan


melalui dua cara. Pertama, efek suspensinya membuat partikel halus bijih tersuspensi dengan stabil dalam slurry dan mencegah koagulasi sehingga partikel halus yang memiliki fraksi berat tertinggi ini dapat mengalami kontak yang lebih baik dengan larutan pelindi dan dicapai recovery emas dan perak yang lebih baik. Kedua, adalah melalui pelarutan pirit, dimana parameter akhir sianidasi yang teramati adalah konsentrasi sianida sisa yang lebih rendah, pH yang lebih rendah, serta konsentrasi besi yang lebih tinggi. Selain dampak positif pada peningkatan recovery, penggunaan aditif biopolimer juga perlu mewaspadai fenomena pengendapan partikel kasar dan terbentuknya endapan yang bersifat kompak dan lengket.

Deskripsi Alternatif :

Development in cyanidation leaching of gold ore, particularly in plant operations, essentially aim at two main objectives, namely to increase gold and silver


recoveries and plant throughput. Various research works has been focusing on the optimization of reagents addition (cyanide, oxygen, lead nitrate), improving


measurement and control of these parameters, as well as adoption of new equipments and automatization methods. Lead nitrate has been commonly used in gold cyanidation plant as an additive to increase gold recovery during leaching. This research was focused on the use a new additive of a lignin-based biopolymer which is extracted from wood extraction for improving recoveries of gold and silver. This biopolymer has been used in various applications such as in oil drilling, cement and concrete industry due to its several properties such as


viscosity modifier, dispersant, depressant, and binder. However, the application of this biopolymer in gold cyanidation process is new and never been applied commercially in any gold mine worlwide. Series of cyanidation tesworks with and without the additions of biopolymer have been conducted at laboratory and plant scale at PT Antam's Gold Mine and Processing Plant in Pongkor. For the laboratory-scale experiments, samples were taken from the plant feed and were prepared to obtain batches of sample which were homogeneous. The size distribution of the prepared sample resembled the


actual condition in the plant (i.e at least 80% <74μm). Laboratory experiments was carried out to measure the changes in viscosity of the slurry by the addition


biopolymer; to get a statistically convincing result that biopolymers can improve gold recovery by replicate the pre-test up to five times to compare the gold


recoveries under conditions with and without addition of the biopolymer during cyanidation; to investigate the effects of the biopolymer concentration on gold variations of cyanide concentration, solid to slurry ratio (%solid), and particle size distribution of the ore on the gold and silver recoveries. The plant-scale


experiment was conducted in the CIL circuit of plant I. The method was to collect data in two periods; each period was carried out for two weeks in the presence and


absences of the biopolymer in the cyanidation process. The plant trial results were compared with those of laboratory scale results, especially in term of the effect of the biopolymer addition on the increase of gold recovery. Repeated test results, consistently shows that the additions of biopolymer resulted in the increase of gold and silver recoveries. The increase in gold and silver recovery depends on the concentration of biopolymers in the slurry, in which increasing the concentration of the biopolymers in the slurry increased the recovery until certain level of the biopolymer dosage. The highest of gold recovery at laboratory leaching tests was obtained at the biopolymer concentration of 800 ppm. Under this condition, the increase of gold and silver recoveries was respectively 4.5% and 6.4%. The use of biopolymers in cyanidation also enhanced the rate of gold dissolution. The use of the biopolymer in cyanidation can cover the decline of gold recovery due to the increase of solid percentage, thus providing the opportunitye to increase the throughtput of the plant by increasing solid percentage of the slurry and also reducing the reagents consumption per tonne of ore at the leaching stage. The results of plant trial exhibits also similar tendency with the results of laboratory test in means that the addition of the biopolymer in the leach tank increased the gold and silver recoveries. The increase of gold and silver recoveries in plant trial are dependent on the feed head grade, in which at 6 g/t of gold head grade, the gold recovery increases up to 3%. It can be concluded that the biopolymer can improve the gold recovery in two


ways. Firstly, the biopolymer cause the fine particles stay dispersed evenly in the slurry and hindered coagulation, so that all surface of the fine particles got the same chance to contact with cyanide and oxygen in the slurry. Secondly, the biopolymer enhances the dissolution of pyrite as indicated by a lower cyanide


concentration, lower pH and higher iron content in the tailing slurry. Beside of the positive impact on improving the recovery, the use of biopolymers as an additive also had negative impacts that should be anticipated, mostly is a tendency of the coarser particles settling in the presence of this additive during leaching.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. M. Zaki Mubarok, ST, MT, Editor: Alice Diniarti

File PDF...