Path: Top > Member > mahmudin@unix.lib.itb.ac.id

PERKEMBANGAN PASAR DAN PROSPEK AGRIBISNIS KARET

Publication from JBPTITBPP / 2008-10-31 14:29:22
Oleh : Chairil Anwar, Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2008-10-31, dengan 1 file

Keyword : agroforest karet

Perkembangan pasar karet alam dalam kurun waktu tiga tahun terakhir relatif kondusif bagi produsen, yang ditunjukan oleh tingkat harga yang relatif tinggi. Hal

tersebut dikarenakan permintaan yang terus meningkat, terutama dari China, India, Brazil dan negara negara yang mempunyai pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Asia

Pasifik. Menurut IRSG, dalam studi Rubber Eco Project (2005), diperkirakan akan terjadi kekurangan pasokan karet alam dalam dua dekade ke depan. Karena itu pada

kurun waktu 2006 2025, diperkirakan harga karet alam akan stabil sekitar US $ 2.00/kg. Dalam jangka pendek, pertumbuhan ekonomi global tahun 2006 dan 2007

diperkirakan masih cukup baik, hal tersebut dapat terjadi jika kenaikan harga minyak bumi, inflasi dan kenaikan suku bunga tidak meperlambat pertumbuhan ekonomi

Amerika Serikat yang masih tetap merupakan lokomotif ekonomi dunia. Perkembangan ekonomi global tentunya akan mempengaruhi permintaan karet alam dan selanjutnya

akan mempengaruhi harga. Konsumsi karet alam pada tahun 2005 sebesar 8.74 juta ton (pertumbuhan 5.1%), sementara itu produksi hanya sebesar 8.68 juta ton (pertumbuhan

0.4%). Harga karet alam masih tetap mempunyai tendensi menaik pada periode semester ke dua tahun 2006, hal tersebut dikarenakan permintaan masih lebih besar

dari penawaran dan pertumbuhan ekonomi global, terutama China, Amerika Serikat dan Jepang masih firm and modest. Jika investment fund dan spekulator melakukan aksi

profit taking pada pasar berjangka karet alam (TOCOM), maka akan terjadi lonjakan naik turun harga karet alam yang relatif cukup besar. Harga karet alam yang relatif tinggi saat ini harus dijadikan momentum bagi Indonesia, untuk mendorong percepatan peremajaan karet yang kurang produktif dengan menggunakan klon klon unggul dan perbaikan teknologi budidaya lainnya. Pengambangan agribisnis karet di Indonesia perlu dilakukan dengan cermat dengan melalui perencanaan dan persiapan yang matang, antara lain dengan penyedian kredit

peremajaan yang layak untuk karet rakyat, penyedian bahan tanam karet klon unggul dengan persiapan 1 1,5 tahun sebelumnya, pola kemitraan peremajaan, aspek produksi,

pengolahan dan pemasaran dengan perkebunan besar negara/swasta. Pada tingkat kebijakan nasional perlu adanya lembaga (dewan komoditas/karet) yang membantu

pengembangan industri karet di Indonesia dalam semua aspek, mulai dari produksi, pengolahan bahan baku, industri produk karet, serta pemasaran karet dan produk karet. Pada tingkat implementasi perlu organisasi pelaksana yang kompeten dan aturan main yang jelas, dalam hal ini tentunya juga terkait dengan adanya otonomi daerah dan perlunya partsipasi/komitmen yang kuat dari petani/pekebun karet.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiC
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • mahmudin@lib.itb.ac.id, Editor: Mahmudin

File PDF...