Path: Top > S2-Theses > Business Administration-SBM > 2017

PENILAIAN KINERJA DAN STRATEGI DIVISI MANAJEMEN RANTAI PASOK UNTUK MENGOPTIMALKAN TINGKAT PELAYANAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD DI PT. FREEPORT INDONESIA.

AN ASSESMENT OF PERFORMANCE AND STRATEGY OF SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DIVISION TO OPTIMIZE SERVICE LEVEL BY USING THE BALANCED SCORECARD METHOD IN PT FREEPORT INDONESIA

2017
Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-02 11:18:18
Oleh : BEATUS EDOWAY 29115262, Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2017-10-02, dengan 1 file

Keyword : Supply Chain Management, The Balanced Scorecard, and Service Level.
Subjek : Supply Chain Management
Kepala Subjek : Supply Chain Management
Nomor Panggil (DDC) : 658.5
Sumber pengambilan dokumen : PT. FREEPORT INDONESIA.

Saat ini penyaluran persediaan bahan baku kepada pelanggan menjadi isu yang paling kritis di seluruh area PT.



Freeport Indonesia. Hampir setahun, mulai maret 2016 sampai februari 2017, rata-rata pemesanan yang tidak



dapat dipenuhi oleh managemen rantai pasok sekitar 81,22% dengan nilai USD $ 89,84 juta. Sejalan dengan itu,



metode balanced scorecard sebagai salah satu alat sistem pengukuran kinerja digunakan untuk mengukur kinerja



dan strategi manajemen rantai pasokan saat ini. Tujuannya adalah untuk memperoleh akar masalah dari



terhambatnya proses penyaluran bahan baku ke pengguna dan kemudian dapat diberikan umpan balik untuk



perbaikan kedepan, sehingga dapat diperoleh keuntungan yang maksimal.



Proses terakhir dari rantai pasok persediaan adalah di bagian gudang. Tingkat layanan digunakan untuk melihat



seberapa baik managemen rantai pasok memenuhi kebutuhan pengguna pada tepat waktu. Pada tugas akhir ini



digunakan data rata-rata tingkat pelayanan mulai 1 Januari 2016 sampai 1 Januari 2017, adalah sekitar 57, 92%



dari 86% target yang ditetapkan oleh departemen.



Dengan menggunakan metoda pengukuran Balanced Scorecard, dihasilkan enam kriteria indikator merah dan tiga



indikator kuning, selanjutnya diambil untuk dianalisis lebih lanjut. Kriteria tersebut menjadi penghambat antara



strategi dari departemen dan operasional saat ini. Kemudian diperoleh 24 akar penyebab masalah setelah



dilakukan analisis menggunakan ‘Analisis Akar Penyebab Masalah Tiga Diagram”. Dari pemberian indeks



keparahan pada masing-masing akar penyebab masalah, diperoleh lima akar penyebab utama, diantaranya adalah



kekurangan tenaga kerja di PT KPI, kelebihan kapasitas penyimpanan di gudang, outstanding orderan backload



yang tinggi, kekurangan tenaga kerja pada bagian pengontrolan persediaan, dan tidak adanya batasan bagi planner



untuk order material, dan juga tidak ada program pengadaan stock di pemasok. Kemudian akar masalah yang ke



dua puluh empat adalah pembatalan pemesanan oleh pengawas gudang. Setelah mengidentifikasi beberapa akar



penyebab masalah, dalam pemberian solusi bagi akar masalah tersebut dikemas dalam empat aspek; Komunikasi



/ koordinasi, Sumber Daya Manusia, Infrastruktur, dan Proses Bisnis.



Keunggulan dari solusi yang telah dan sedang diimplementasikan, serta diusulkan adalah memperoleh ruang lebih



penyimpanan bahan baku, mendapatkan tenaga kontrak pada PT KPI, tambahan dua orang karyawan pada bagian



pengontrolan persediaan, buyer tidak harus menunggu jumlah pesanan memenuhi kuota pembelian, akses



pemesanan spesifik material dibatasi, 6314 bahan baku yang paling cepat pergerakannya sedang dalam peninjauan



ulang untuk diadakan program vendor hold stock, rekayasa ulang proses pengeluaran material dapat meningkatkan



persentase tingkat layanan dan komunikasi reguler dapat mengakomodasi semua kebutuhan konsumen (detail



terlampir pada table 4-3 dan 4-4). Pada rencana implementasi, 16 dari 21 solusi akan diprioritaskan karena



memiliki kompleksitas yang rendah namun memiliki dampak atau pengaruh yang tinggi terhadap tingkat layanan.



Kesimpulan, ketidakefisiensi dan ketidakefektifan dalam proses transformasi dapat ditingkatkan dengan inisiatif



dan keunggulan solusi yang diusulkan. Pada akhirnya akan meningkatkan nilai pemegang saham.

Deskripsi Alternatif :

Current Supply Inventory to be most critical issue in entire world wide of PT. Freeport Indonesia. During



March 2016 to February 2017, average of reservation which cannot fulfill by Supply Chain Management is



about 81.22 % with value $ 89, 84 million. In line with that, the Balanced Scorecard method as one of



Performance Measurement System is used to assess current Performance and Strategy of Supply Chain



Management, The Objective is from the results gabs obtained, and can give feedback for future improvement



strategy, in term of get maximum shareholder value.



The last process of supply inventory process is at section warehouse. Service level is used to see how well



Supply Chain Management fulfill user requirement timely manner. Since 2012, average of service level is



below than expected. In this final project taken average of service level starting 1



st




January 2017 is about 57, 92% of 86 % as targeted service level.




Using the Balanced Scorecard measurement, resulted six criteria indicator red and three indicator yellow



taken for further analysis. Those to be gabs between strategy and existing operation. Then finding 24 root



causes after did analysis using Root Causes Analysis three diagram. It then assigned severity index to each



root causes to get rank severity for further prioritization business solution and linkage process. Five top of



root causes identified for the causes are lack of manpower in PT KPI to be first rank, second rank is



overcapacity in warehouse, third rank is high backload plan order, fourth rank is lack of manpower at section



inventory control, fith rank is no restriction order for spesific goods and no vendor hold stock for super fast



and fast moving item. And the lowest /the last rank is reservation cancelled by warehouse supervisor. After



identify some root causes, the solutions for the problems were involving four aspects; communication /



coordination, People /Human Resources, Infrastructure, and Business Process.




Advantages of the proposed business solutions are get more space for storage goods, in short term period get



outsourcing employee to operate truck in PT KPI, Get two additional manpower at section inventory control,



no quota quantity reservation for ordering, specific item restricted (only dedicated planner can order it), 6314



superfast item is on review for vendor hold stock program, reengineering of process issuance material can



increase percentage of service level and regular communication/coordination can accommodate all of end



user requirement (for more detail depicted in table 4-3 and 4- 4). On implementation plan, 16 of 21 proposed



solution (figure 4-1) will prioritize as those has low complexity but has high impact or influence to service



level. As Conclusion, inefficiency and ineffectiveness in transformation process can be improved with




initiatives and result proposed solution was given. In the end will be increasing shareholder value.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiC
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Prof. Dr. Ir. Dermawan Wibisono, M. Eng , Editor: Neng Kartika

File PDF...