Path: Top > S1-Final Project > Mechanical Engineering-FTMD > 2009

ANALISIS TEGANGAN PIPA BAWAH LAUT PADA KONDISI IN-PLACE, HYDROTEST DAN OPERASI

STRESS ANALYSIS OF SUBMARINE PIPELINE AT IN- PLACE, HYDROTEST AND OPERATION CONDITION (CASE STUDY: SUBMARINE PIPELINE AT MADURA STRAIT)

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 10:40:48
Oleh : BANAR SINGGIH NUGROHO (NIM : 13105045); Pembimbing : Prof. Dr. Ir. IGN Wiratmaja Puja, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 6 file

Keyword : Analisis Tegangan ,Pipa Bawah Laut, In-Place, Hydrotest, Sistem Perpipaan Bawah Laut, selat Madura, DNV OS F101

Sistem perpipaan bawah laut (submarine pipeline system) merupakan media penyaluran minyak dan gas bumi dari bangunan anjungan lepas pantai (offshore facilitty) ke darat (onshore facility). Kerusakan atau kegagalan yang terjadi pada sistem perpipaan bawah laut dapat menimbulkan dampak yang serius dan kerugian yang besar. Oleh karena itu, dalam merancang sistem perpipaan bawah laut harus


dilakukan analisis secara menyeluruh berdasarkan code dan standard untuk menjamin bahwa sistem perpipaan aman digunakan.


Pada tugas sarjana ini dilakukan analisis aspek tegangan untuk kasus in-place, hydrotest dan operasi pada sistem perpipaan bawah laut berdasarkan DNV OS F101. Dengan studi kasus yang berasal dari sistem perpipaan bawah laut yang


menyalurkan gas bumi dari anjungan lepas pantai di selat Madura ke Grati, Jawa Timur. Analisis tegangan ini bertujuan untuk mengetahui tegangan pada pipa akibat


beban-beban yang diderita dan untuk mengetahui rasio tegangan pipa terhadap tegangan yang diijinkan.


Dari hasil analisis tegangan yang dilakukan diperoleh nilai rasio tegangan maksimum pada sistem perpipaan sebesar 161% di daerah belokan pipa pada kondisi operasi sehingga sistem perpipaan tersebut tidak aman. Oleh karena itu, disarankan


untuk melakukan modifikasi pada sistem perpipaan dengan mengubah jalur perpipaan (pipeline route) dan menggunakan pipa dengan schedule 80 (tebal pipa 0,75 in) sehingga diperoleh kodisi yang aman dengan rasio tegangan 79,6%.

Deskripsi Alternatif :

Submarine pipeline system is the transmission of the oil and natural gas from offshore facility to onshore facility. Submarine pipeline damage or failure could generate the serious impacts and big losses. Therefore, submarine pipeline design must be analyzed comprehensively and must be evaluated based on criteria contained in code and standard for ensuring that submarine pipeline system is safe to be operated.


This final project conducted the stress analysis for in-plane, hydrotest and operation condition based on criteria contained in the DNV OS F101 (Submarine pipeline System). As a case study, the author analyzed the stress of submarine pipeline at Madura strait. This submarine pipeline transmitted natural gas from offshore facility at Madura strait to the next processing facility at Grati, East Java. The aim of stress analysis which has been done by the author is to evaluate the ratio between stress in pipeline with allowable stress.


The result of the analysis showed that the maximum ratio at submarine pipeline equal to 161% in pipe bend area at operation condition. So, this condition indicated that submarine pipeline was failed. Therefore the author suggested to make some modifications of submarine pipeline by changing the pipeline route and using schedule 80 (pipe wall thickness 0,75 in), so the result of these modification were obtained that the submarine pipeline is safe to be operated with the maximum pressure ratio 79,6%.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Prof. Dr. Ir. IGN Wiratmaja Puja, Editor: PKL-SMK

File PDF...