Path: TopS2-ThesesGeodesy and Geomatics Engineering-FITB2008

METODE PENENTUAN DISINSENTIF PAJAK BUMI DAN BANGUNAN BERDASARKAN PENYIMPANGAN PEMANFAATAN OBJEK PAJAK TERHADAP RENCANA TATA RUANG

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:15:53
Oleh : BAMBANG PURWANTA (NIM 25106017), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2008, dengan 7 file

Keyword : Land and Building Tax, disincentive, deviation in tax object utilization, BCR, FAR, LU

Pemanfaatan objek pajak yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang cenderung dapat menimbulkan persoalan, baik sosial, lingkungan maupun ekonomi, untuk itu perlu suatu kebijakan agar dapat mendorong pemanfaatan objek pajak sesuai rencana tata ruang. Hal ini dapat dilakukan antara lain melalui mekanisme ijin mendirikan bangunan (sebelum ada pembangunan) dan melalui pajak (setelah ada pembangunan). Kebijakan pajak untuk dapat mendorong pemanfaatan objek pajak sesuai rencana tata ruang dapat dilaksanakan melalui pemberian disinsentif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Hal ini sekaligus dapat meningkatkan fungsi reguleren PBB disamping fungsi budgeter. Untuk itu diperlukan suatu metode yang sistimatis dan operasional dalam penentuan disinsentif PBB berdasarkan penyimpangan pemanfaatan objek pajak terhadap rencana tata ruang.



Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan metode penentuan disinsentif PBB berdasarkan penyimpangan pemanfaatan objek pajak terhadap rencana tata ruang, identifikasi tingkat penyimpangan pemanfaatan objek pajak terhadap rencana tata ruang di wilayah studi kasus, menghasilkan formula disinsentif PBB berdasarkan tingkat penyimpangan pemanfaatan objek pajak terhadap rencana tata ruang dan menghasilkan evaluasi hasil penerapan formula disinsentif PBB di wilayah studi kasus.



Beberapa permasalahan dalam penentuan disinsentif PBB berdasarkan penyimpangan pemanfaatan objek pajak terhadap rencana tata ruang adalah 1) Bagaimana pengukuran penyimpangan pemanfaatan objek pajak terhadap rencana tata ruang, yang meliputi kriteria apa yang digunakan, bagaimana mengukur kriteria yang digunakan untuk menghasilkan tingkat penyimpangan masing masing kriteria, berapa bobot masing masing kriteria untuk menghasilkan tingkat penyimpangan total? 2) Bagaimana formula disinsentif PBB berdasarkan tingkat penyimpangan pemanfaatan objek pajak sesuai rencana tata ruang? 3) Bagaimana melakukan evaluasi hasil penerapan formula disinsentif PBB?



Metode disinsentif PBB yang telah dikembangkan diterapkan pada suatu wilayah studi kasus Kel. Citarum, Kec Bandung Wetan Kota Bandung. Kriteria yang digunakan meliputi koefisien dasar bangunan (KDB), koefisien luas bangunan (KLB) dan pemanfaatan lahan (PL). Dilakukan pengembangan metode pengukuran kriteria, ujicoba bobot dan evaluasi hasil penerapan disinsentif PBB.



Metode penentuan disinsentif PBB yang dihasilkan dalam penelitian ini merupakan alat bantu (tool) yang dimungkinkan untuk mendukung pemanfaatan objek pajak sesuai rencana tata ruang dan sekaligus untuk meningkatkan pokok ketetapan PBB.Berdasarkan penerapan metode ini di wilayah studi kasus hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : sebanyak 501 (55,2%) objek pajak melakukan pelanggaran terhadap kriteria yang digunakan, pelanggaran terbanyak adalah KDB kemudian KLB dan PL. Bobot formula dapat disesuaikan terhadap tujuan akhir yang diukur berdasarkan kenaikan pokok ketetapan PBB dan dukungan pemanfaatan objek pajak sesuai dengan rencana tata ruang.



Formula pada skenario NJKP 20% sampai dengan 100% dengan bobot KDB 1, KLB 1, PL 2 menghasilkan penurunan ketetapan PBB pada objek PBB yang tidak melakukan pelanggaran sebesar Rp 1.264.880.381 (-30,59%) dan kenaikan ketetapan PBB pada objek pajak yang melakukan pelanggaran sebesar Rp. 311.417.484 ( 11,25%) sehingga secara keseluruhan menghasilkan penurunan pokok ketetapan PBB sebesar Rp 953.462.897 (13,81%) serta memberi dukungan pemanfaatan objek pajak sesuai rencana tata ruang terbesar yaitu 95,32%. Formula dengan bobot KDB 1 KLB 2 PL 1 menghasilkan kenaikan pokok ketetapan pada objek pajak yang melakukan pelanggaran sebesar Rp 1.221.018.161 (44,12%) dan penurunan pada objek pajak yang tidak melanggar sebesar Rp. 327.467.941 (-7,92%) sehingga keseluruhan mengalami kenaikan ketetapan PBB sebesar Rp. 893.550.220 (12,95%) serta memberi dukungan pemanfaatan objek pajak sesuai rencana tata ruang sebesar 81,83%. Formula pada skenario NJKP 20% sampai 100% dan 40% sampai 100% dengan bobot KDB 1 KLB 2 PL 1 menghasilkan kenaikan pokok ketetapan PBB sebesar Rp 1.946.743.443 (70,34%) pada objek pajak yang melanggar dan Rp. 1.298.376.917 (31,4%) pada objek yang tidak melanggar sehingga secara keseluruhan mengalami kenaikan sebesar Rp. 3.245.120.360.(47,02%) serta menghasilkan dukungan pemanfaatan objek pajak sesuai rencana tata ruang sebesar 64,07%



Dengan demikian formula pertama cocok untuk tujuan peningkatan pokok ketetapan PBB saja, formula kedua cocok untuk tujuan peningkatan pokok ketetapan PBB dan pemberian dukungan pemanfaatan objek pajak sesuai rencana tata ruang, dengan prioritas pada dukungan pemanfaatan objek pajak sesuai rencana tata ruang, formula ketiga cocok untuk tujuan peningkatan pokok ketetapan PBB dan pemberian dukungan pemanfaatan objek pajak sesuai rencana tata ruang dengan prioritas pada peningkatan pokok ketetapan PBB.

Deskripsi Alternatif :

Land use that breaks landscape plans tends to create problems, either social, environmental, or economical problems; therefore, policy to promote land utilization based on landscape plans is required. One method to do this is by applying land and building tax disincentive; therefore, a systematic and operational method in calculating land and building tax disincentive based on deviation of tax object utilization from landscape plans is required.



This study aims to obtain land and building tax disincentive calculation method based on deviation of tax object utilization from landscape plans, to obtain the identification of level of deviation of tax object utilization from landscape plans in the case study region, to produce land and building tax disincentive formula based on deviation level of tax object utilization from landscape plans, and to create an evaluation of application results of land and building tax disincentive formula in the case study region.



Problems occurred in calculating land and building tax disincentive based on deviation of tax object utilization from landscape plans are 1) How to measure the deviation of tax object utilization from landscape plans, including what criteria to use, how to measure the criteria used to get the deviation level for each criterion, what is the weight for each criterion to obtain total deviation level? 2) How is the land and building tax disincentive formula based on the level of total deviation? 3) How to evaluate the results of land and building tax disincentive formula application?




Land and building tax disincentive method was developed than applied in case study area Citarum sub district, Bandung Wetan district, Bandung city. In this study usage building covered ratio (BCR), floor area ratio (FAR), and land use (LU) criterion. Developed measurement the criteria used method, weight testing out, and evaluate the results of land and building tax disincentive formula application.




This land and building tax disincentive calculation methods based on deviation of tax object utilization from landscape plans is as a tool to reach a goal that is to promote land utilization based on landscape plans and increase land and building tax assessment. Applying this method in case study area yield 501 tax objects (55.2%) violated at least one criterion used. The most violation is BCR, than FAR, and LU. Weight of each criteria can be adjust to goal of this disincentive policy, base on increasing land and building tax assessment and promotion land utilization based on landscape plans.



Formula in first scenario taxable sales value (NJKP) 20% to 100% with weight BCR 1, FAR 1, LU 2 yield land and building tax assessment to tax object whom breaks landscape plan decrease Rp. 1.264.880.381 (-30,59%), and whom do not breaks landscape plan increase Rp. 311.417.484 (11,25), so total yield land and building tax assessment decrease Rp. 953.462.897 (13,81%) and give the biggest promotion land utilization based on landscape plans that is 95,32%. Formula with weight BCR 1, FAR 2, LU 1 yield land and building tax assessment to tax object whom violate landscape plan increase Rp. 1.221.018.161 (44,12%) and whom do not violate landscape plan decrease Rp 327.467.941 (-7,92%), so total increase Rp. 893.550.220 (12,95%) and give 81,83% promotion land utilization based on landscape plans. Formula in the second scenario (20% to 100% and 40% to 100%) weight BCR 1, FAR 2, LU 1 yield land and building tax assessment to tax object whom violate landscape plan increase Rp. 1.946.743.443 (70,34%) and whom do not violate landscape plan increase Rp.1.298.376.917, total increase Rp. 3.245.120..360 (47,02%), and give 64,07% promotion land utilization based on landscape plans.



Therefore, the first formula most only precise for land and building tax assessment increasing goal, the second formula most precise for land and building tax assessment increasing and promote land utilization based on landscape plans goal by priority to promote land utilization based on landscape plans goal, the third formula most precise for land and building tax assessment increasing and promote land utilization based on landscape plans goal by priority to land and building tax assessment increasing goal.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiC
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing:



    Ir. Didik Wihardi, MS., dan Dr.Ir. Yuliana Susilowati, M.Si.

    , Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...