Path: TopS2-ThesesGeodesy and Geomatics Engineering-FITB2013

ANALISA GEOSPASIAL PENYEBAB DAN DAMPAK PENURUNAN MUKA TANAH DI KOTA SEMARANG

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:15:53
Oleh : BAMBANG DARMO YUWONO (NIM : 25110002); pembimbing: Prof.Ir. Hasanuddin Z. Abidin, M.Sc., ; Ph.D Muhammad Hilmi, S.Si., M.Si, S1 - Department of Geodetic Engineering
Dibuat : 2013, dengan 8 file

Keyword : Analisa geospasial, penurunan muka tanah, indeks kompresibilitas, muka air tanah, tutupan lahan

Penurunan muka tanah merupakan permasalahan yang umum terjadi di kota - kota besar termasuk di Kota Semarang. Kondisi geologi serta aktifitas manusia ditengarai menjadi faktor penyebab penurunan muka tanah. Penurunan muka tanah memiliki karakteristik yang bervariasi secara spasial maupun temporal diakibatkan oleh faktor penyebab yang berbeda. Karakteristik dari penurunan tanah perlu diketahui untuk keperluan perencanaan dan penataan kota maupun tindakan dalam melakukan antisipasi dan mitigasi





terhadap dampak yang ditimbulkan. Untuk mendapatkan karakteristik penurunan muka tanah dilakukan penggabungan hasil pengukuran penurunan muka tanah





dari berbagai metoda yaitu sipat datar, GPS, pengukuran langsung dan InSAR. Analisa geospasial didasarkan pada hubungan spasial antara karakteristik penurunan muka tanah terhadap faktor - faktor penyebab penurunan muka tanah maupun terhadap kondisi tutupan lahannya.





Penurunan muka tanah yang terjadi di Kota Semarang memiliki laju yang bervariasi antara 0 - 13 cm/tahun dengan kecenderungan meningkat ke arah utara





timur (timur laut) Kota Semarang. Daerah yang memiliki laju penurunan muka tanah tinggi antara 9 - 13 cm/tahun antara lain adalah PRPP (Pekan Raya Promosi





dan Pembangunan), Tanjungmas, Terboyo dan Kaligawe.





Pola karakteristik laju penurunan muka tanah di Semarang identik terhadap pola laju penurunan muka air tanah dan indeks kompresibilitas. Wilayah dengan laju penurunan muka tanah yang tinggi memiliki laju penurunan muka air tanah dan nilai indeks kompresibilitas tinggi seperti pada daerah PRPP, Terboyo dan Penggaron. Dampak yang ditimbulkan akibat penurunan muka tanah antara lain berupa kerusakan bangunan, infrastruktur dan lingkungan dengan lokasi persebarannya merata di daerah yang mengalami penurunan muka tanah tinggi seperti Tambakrejo, Kemijen, Tanjungmas, Bandarharjo dan TrimulyoPenurunan muka tanah juga akan berpengaruh terhadap meluasnya genangan rob. Prediksi luas genangan rob pada tahun 2040 dengan mempertimbangkan pengaruh





penurunan muka tanah akan mencapai 8094,71 Ha yaitu meningkat 100% bila dibandingkan dengan prediksi genangan rob tanpa pengaruh penurunan muka tanah yang seluas 3739,10 Ha.

Deskripsi Alternatif :

Land subsidence has been a common problem which is often found in big cities including Semarang. Geological settings and human activities are suspected to be





the triggers of land subsidence. The characteristics of the land subsidence vary spatially and temporally due to different factors. The characteristics of the pattern of land subsidence need to be mapped for the purposes of planning and structuring the city as well as taking appropriate actions in anticipating and mitigating the impact. These characteristics can be determined





by combining the land subsidence measurements done with various methods such as basic trait, GPS, direct measurement and InSAR. Geospatial analysis for identifying the causes of land subsidence is based on the spatial relationship between the characteristics of the land subsidence and both the factors contributing to the subsidence and the condition of the land cover.





Land subsidence that occurred in Semarang had a rate that varied between 0 - 13 cm / year with an increasing trend towards the north east (northeast) of Semarang.





The areas which had a high rate of land subsidence between 9 -13 cm / year included PRPP, Tanjungmas, Terboyo and Kaligawe. This research shows that the pattern of land subsidence is identical to the





compresibility index and the decline rate of ground water level. Areas with high land subsidence rate had high decline rate of ground water level and high





compressibility index; such cases were found at PRPP, Terboyo and Penggaron. Impacts of land subsidence included damage to buildings, infrastructure and





environment and were spread evenly in areas with high land subsidence rate such as Tambakrejo, Kemijen, Tanjungmas, Bandarharjo and Trimulyo. Land subsidence might also cause the extension of tidal inundation. Prediction of inundation area in year 2040 with the influence of land subsidence reaches 8094,71 Ha, which increases 100% compared to prediction of inundation area





without the influence of land subsidence in 3739,10 Ha.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Prof.Ir. Hasanuddin Z. Abidin, M.Sc., ; Ph.D Muhammad Hilmi, S.Si., M.Si, Editor: Alice Diniarti

File PDF...