Path: TopS1-Final ProjectSchool of Business and Management2008

MEASURING THE CORRELATION BETWEEN CONSUMER INNOVATIVENESS AND OPINION LEADERSHIP

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-08-06 10:15:43
Oleh : BAGUS WICAKSONO (NIM 19005058), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2008, dengan 7 file

Keyword : Leadership, Consumer innovativeness, Measure, Opinion leaders

Berdasarkan fakta yang ada di Indonesia, saat ini terdapat peningkatan pengguna hand phone dan PDA. Ini menunjukkan adanya kecenderungan bahwa hand phone dan PDA telah menjadi kebutuhan yang cukup penting. Selain itu, sejak hand phone dan PDA cenderung menjadi produk fasion, terdapat juga kecenderungan produk ini akan menjadi populer dan menjadi preferensi di suatu komunitas.





Terdapat orang-orang yang mengadopsi dan secara nyata membeli produk tersebut sejak produk tersebut pertama kali dipasarkan. Orang-orang tersebut dikatakan sebagai innovators. Berdasarkan beberapa riset yang telah dilakukan oleh beberapa ahli, terdapat kemungkinan bahwa orang-orang tersebut juga merupakan opinion leaders.





Di luar negeri, innovators adalah pelanggan awal dari sebuah produk atau teknologi. Perusahaan-perusahaan mencoba untuk melibatkan innovators sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka. Perusahaan menyokong innovators dengan informasi dan bahkan bantuan atas produk terbaru mereka. Hasilnya, perusahaan akan mendapatkan penghasilan awal dan apabila produk mereka sukses diadopsi oleh para innovators, terdapat kemungkinan produk-produk tersebut juga akan diadopsi oleh orang-orang yang ada di sekitar innovators melalui word of mouth communication. Di Indonesia, perusahaan-perusahaan tidak melibatkan innovators sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka. Perusahaan cenderung menggunakan strategi pemasaran above the line yang tentunya mengeluarkan banyak biaya. Masalah yang muncul di riset ini adalah kurangnya pemahaman perusahaan terkait dengan pelanggannya dan ketidakmampuan perusahaan mengenali korelasi antara consumer innovators dan opinion leaders. Masalah ini menyebabkan perusahaan yakin bahwa consumer innovators di Indonesia bukan merupakan opinion leaders di komunitasnya.





Oleh karena itu, peneliti melakukan riset dengan tujuan untuk mengetahui adanya korelasi antara consumer innovativeness (pengembangan dari konsep innovativeness) dan opinion leadership (word of mouth communication). Untuk melengkapi riset ini, peneliti menyebarkan 97 kuesioner di komunitas hand phone dan PDA yang berada di beberapa forum di internet.





Berdasarkan penemuan yang didapatkan dari riset yang telah dilakukan, terdapat korelasi yang kuat dan positif antara consumer innovativeness dan opinon leadership. Akan tetapi, responden yang dikategorikan sebagai consumer innovators dan juga opinion leaders jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah responden yang dikategorikan sebagai non consumer innovators tetapi memiliki peran sebagai opinion leaders. Oleh karena itu, regulasi perusahaan yang telah ditetapkan untuk tidak menyokong consumer innovators sudah benar.





Rekomendasi bagi perusahaan hand phone dan PDA yang ada di Indonesia adalah perusahaan harus fokus pada non consumer innovators yang memiliki peran sebagai opinion leaders. Sejak hasil dari riset ini menunjukkan bahwa jumlah responden yang dikategorikan sebagai non consumer innovators dan juga berperan sebagai opinion leaders lebih tinggi dibandingkan jumlah responden yang dikategorikan sebagai consumer innovators dan juga berperan sebagai opinion leaders, perusahaan harus menyampaikan iklan produk mereka agar semudah mungkin untuk diterima. Perusahaan juga harus menginformasikan dan membantu menggunakan produk terbarunya. Sehingga mereka akan lebih banyak mengetahui tentang produk tersebut dan memungkinkan orang-orang tersebut menjadi consumer innovators di masa yang akan datang.

Deskripsi Alternatif :

Based on the fact in Indonesia, there is a growth of mobile phone and PDA user. It has a tendency that mobile phone and PDA have become a necessary need for Indonesian people. Also, since mobile phone and PDA tend to be fashion products, it has a tendency that these products will be popular if it is become preference in one community.





There are people who adopt and actually purchase the products at the very first time after the products release. The people are called the innovators. Based on the research that has been conducted by several experts, these people are also might be opinion leaders. These people will offer advices or information to the people surrounding them about new products, services or technologies.





In foreign countries, innovators are an early customer of a product or technology. The companies try to involve these people as a part of their marketing strategy. The companies support these people with information or even assistance of their new products. As a result, the companies will get early revenue and if the product is successfully adopted by these people, it might also be adopted by the people surrounding them by word of mouth communication. Here in Indonesia, the companies does not involve the innovators as a part of their marketing strategy. They tend to use above the line marketing strategy which is costly. The problem of the research is that there is lack of companies' understanding related to their customers and the incapability of companies in recognizing correlation between consumer innovators and opinion leaders. Those problems imply the companies believe that consumer innovators in Indonesia are not opinion leaders in their community.





Therefore, the researcher conducted a research which the objective is to figure out whether there is a correlation between consumer innovativeness (development concept of innovativeness) and opinion leadership (word of mouth communications). To complete this research, researcher has conducted research by spreading 97 questionnaires in mobile phone and PDA community which exist in several forums in internet.





Based on the finding of this research, there is strong and positive correlation between consumer innovators and opinion leaders. However, the number of respondents who are consumer innovators and also opinion leaders is less than the number of respondents who are not consumer innovators but have a role as opinion leaders. Therefore, the policy that has been set up by most of mobile phone and PDA companies which is not supported consumer innovators is right.





The recommendation for mobile phone and PDA companies in Indonesia is the companies should focus on non consumer innovators who also have a role as opinion leaders. Since the result showed that the number of respondents who are categorized as non consumer innovators and have a role as opinion leaders is quite high, compared to consumer innovators and who are also opinion leaders, the companies have to deliver their products' advertising as easy as possible to be accepted by these people. They also have to be informed and they have to be assisted in using companies' newest products. So, they would be more knowledgeable and may become consumer innovators in the future.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiC
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Ir. Budi Permadi Iskandar, MSP., Editor: Rizki Apriyanti

File PDF...