Path: Top > S2-Theses > Urban and Regional Planning-SAPPK > 2015

PENGARUH PELESTARIAN CAGAR BUDAYA TERHADAP KEBERLANJUTAN KAMPUNG DI PUSAT KOTA BANDUNG (Studi Kasus : Kampung Pecinan )

EFFECT OF PRESERVATION OF CULTURAL HERITAGE TO VILLAGE SUSTAINABILITY IN BANDUNG CITY (Case Study : Chinatown urban village)

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:25:30
Oleh : AYU MUJIBURRAHMI (NIM : 25413006), S2 - Regional and City Planning
Dibuat : 2015, dengan 8 file

Keyword : Pelestarian cagar budaya, Kampung Kota, Kampung Pecinan, Keberlanjutan.

Kampung Pecinan merupakan bentuk perkotaan yang masih bertahan untuk di kembangkan di Kota Bandung. Karakter Kampung Pecinan sebagian besar penghuninya campuran yaitu berasal dari suku Etnik Cina, Sunda, Jawa, Sumatera dan sub etnis lainnya. Hubungan antara Tionghoa dan Nusantara telah berlangsung sepanjang sejarah. Warga Tionghoa yang berimigrasi ke Indonesia terutama karena alasan ekonomi. Kawasan ini dapat dikembangkan sebagai suatu kawasan preservasi arsitektur dan lingkungan yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan wisata dan kawasan historis. Karakter Kampung Pecinan ini bukan hanya



bisa dilihat dari mayoritas penduduknya berasal dari keturunan cina, akan tetapi bisa dilihat dari arsitektur bentuk bangunannya. Keberadaan cagar budaya di Kampung Pecinan harus dipertahankan dan dilestarikan, karena bangunan tua bersejarah ini akan memperkuat citra kawasan suatu kota. Hasil pengamatan diperkuat dengan adanya Klenteng di kampung ini yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, akan tetapi juga memiliki peranan yang penting dalam kehidupan komunitas Cina di masa yang lalu dan sekarang berfungsi sebagai



sarana peribadatan dan pendidikan bahasa mandarin. Selain itu bangunan deretan pertokoan perdagangan dan jasa juga menjadi daya tarik orang-orang dalam



memenuhi kebutuhan sehari-hari. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode analisis



deskriptif dan kuantitatif. Metode analisis deskriptif ini dapat dilihat dari menganalisis beragam bentuk data yang sejauh mungkin bisa memberikan gambaran dalam bentuk aslinya. Sedangkan pada Metode analisis kuantitatif ini dapat dilihat dari metode analisis tabulasi silang (Crosstab) untuk mencari keterkaitan dari keberadaan cagar budaya terhadap keberlanjutan kampung, berdasarkan nilai Chi-Square uji dan tabel. Untuk mengetahui kekuatan hubungan keberadaan cagar budaya terhadap keberlanjutan kampung, dapat diketahui dari nilai coefficient contingency. Variabel keberlanjutan kampung yang di uji memiliki kekuatan yang erat atau lemah dapat dilihat pada kolom symmetric



Measures. Pengaruh pelestarian cagar budaya di Kampung Pecinan memiliki hubungan yang positif terhadap keberlanjutan kampung yang di tinjau dari aspek fisik (identitas bangunan, bentuk bangunan, guna lahan dan fungsi bangunan), sosial (lama tinggal, penghuni baru dan nilai lokalitas) dan ekonomi (meningkatkan ekonomi



lokal). Hal ini disebabkan oleh Kampung Pecinan berada di kawasan yang menguntungkan karena terletak di pusat perdagangan dan jasa utama Kota Bandung. Bangunan cagar budaya di kampung ini memiliki citra kawasan sejarah



yang sangat berpengaruh dalam pembentukan identitas Kota Bandung. dengan dijadikan Kampung Pecinan sebagai suatu kawasan preservasi arsitektur dan lingkungan yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan wisata dan kawasan historis,



sehingga peluang lapangan kerja dan tingkat pendapatan di Kampung Pecinan menjadi lebih baik.

Deskripsi Alternatif :

Chinatown urban village is an interesting urban form to develop in Bandung city. The inhabitants of Chinatown is a mixed races between Chinese, sundanese, Javanese, and other race. The relationship between China and Indonesia has been going throughout history. The Chinese who migrated to Indonesia mainly driven for economic reasons. The Chinatown can be developed as an architectural and environmental preservation area that can be utilized for tourism and historical purpose. Chinatown village characteristic is not only reflected by the majority of the population descended from china, but also can be seen from the architectural form of the building. The existence of the character of Chinatown in the region should be retained and preserved because historical old buildings will strengthen the image of the area in the city, this strong image is reinforced by the temple in this village which not only serves as a place of worship, but also has an important role in the life of the Chinese community in the past and serves as a means of worship and education mandarin in the present day. Furthermore the rows of shops and services trade building also appealed the people to meet their daily



needs. Methods of analysis used in this research is a descriptive and quantitative analysis methods. This descriptive analysis method can be seen from analyzing the various forms of data that can give an idea as far as possible in its original form. While the method of quantitative analysis can be seen from the cross tabulation analysis method (Crosstab) to seek linkage of the existence of the cultural heritage and the village sustainability based on the value of Chi-Square test and tables. The value of the contingency coefficient is used to determine the strength of the relationship the existence of a cultural heritage to the sustainability of the village. The weak or strong relationship of the Sustainability variables can be seen in the column



symmetric Measures. Effect of preservation of cultural heritage in the Chinatown urban village have a positive relationship to village sustainability in the physical (identity building, style building, land use and function building), social (length of stay, new residents and value locality) and economic (boost local economy) perspective. This positive relationship is caused by location of the Chinatown urban village which located in the trade center and the main services zone of Bandung. Cultural heritage buildings in this village has a major influence in the establishment of the city image. By establishing the village of Chinatown as an architectural and environmental preservation area. It can be exploited for tourist destinations and historical area, which will lead to better level of employment and income in the village of Chinatown.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. Ir. Iwan Kustiwan, MT., Editor: PKL-SMK

File PDF...