Path: TopS1-Final ProjectGeodesy and Geomatics Engineering-FITB2011

IDENTIFIKASI DAERAH RISIKO TSUNAMI WILAYAH PANGANDARAN BERDASARKAN KERENTANAN DAN BAHAYA DENGAN MEMODIFIKASI DATA TATA GUNA LAHAN DAN KEPADATAN PENDUDUK

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:51:07
Oleh : ATHIAN PRAMADHITA (NIM 15106046); Pembimbing: Dr. Ir. Ketut Wikantika, M.Eng., S1 - Department of Geodetic Engineering
Dibuat : 2011, dengan 7 file

Keyword : Tsunami, Hazard, Vulnerable, Risk, Satellite Data, GIS, Mitigation

Secara geografis, Indonesia berada di beberapa jalur patahan atau tumbukan antar lempeng antara lain, lempeng Eurasia dan Indo-Australia Indonesia. Akibatnya, Indonesia menjadi rawan terhadap bencana gempa bumi. Gempa bumi yang terjadi di lautan berpotensi menyebabkan tsunami. Dalam kurung waktu kurang dari 10 tahun terakhir, tsunami di Indonesia telah merenggut ratusan ribu korban jiwa di Aceh pada tahun 2004 dan pada tahun 2006 di Pangandaran tepatnya tanggal 17 Juli yang merenggut ratusan korban jiwa. Pangandaran merupakan daerah rawan terjadinya bencana gempa yang berpotensi tsunami. Berdasarkan kondisi yang telah dipaparkan, maka perlu dilakukan analisis daerah bahaya yang dapat dilakukan dengan menggunakan data satelit dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Bahaya tsunami dilihat dari data ketinggian gelombang tsunami yang telah terjadi, sedangkan kerentanan tsunami dilihat dari kondisi fisik, sosial kependudukan, dan ekonomi. Dari kondisi-kondisi tersebut maka dapat dilakukan analisis risiko tsunami yang berguna dalam mitigasi bencana sehingga dapat meminimalisasi korban jiwa dan kerugian materi.

Deskripsi Alternatif :

Geographically Indonesia is located in several fault-tracks or collisions between plates namely, Eurasia Plate and Indo-Australian Plate. As the consequence, Indonesia became vulnerable of earthquake. Earthquake which occurred in the ocean potentially cause tsunami. In less than 10 years, tsunami has killed more than a hundred thousand people in Aceh in 2004 and hundreds people in Pangandaran, specificly on July, 17 2006. Pangandaran is one of the area that vulnerable of earthquake which followed by tsunami. Based on these conditions, it is needed to create analysis of tsunami risk area that could be estimated by using satellite data and Geographic Information System (GIS). Tsunami risk areas obtained by estimating tsunami’s hazard areas and tsunami’s vulnerable areas. Hazard of tsunami is modelled from tsunami wave-height data while the vulnerable of tsunami is modelled from physical conditions, social demography, and economy data. Based on these modelings, analysis of tsunami risk areas could be done and hopefully it will be useful for disaster-mitigation so it could minimize the victims and material losses.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr. Ir. Ketut Wikantika, M.Eng., Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...