Path: Top > S2-Theses > Industrial Engineering and Management-FTI > 2009

PENGUKURAN BUDAYA ORGANISASI DAN PEMERINGKATAN PROGRAM SOLUSI DENGAN MENGUNAKAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) (Studi Kasus Pada Kabupaten "X")

MEASUREMENT OF ORGANIZATIONAL CULTURE AND RATING OF SOLUTION PROGRAMS WITH ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) (Case Study at Municipality of "X")

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:50:37
Oleh : ASEP SUDRAJAT (NIM 23406013), S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 2009, dengan 8 file

Keyword : Budaya organisasi, Good Governance, Good Corporate Governance, gap, program solusi.; Organization culture, Good Governance, Good Corporate Governance, gap, solutions program.
Nomor Panggil (DDC) : T 658.4 SUD
Sumber pengambilan dokumen : 20090859

Adalah penting untuk memiliki budaya organisasi yang ideal. Menurut Kwantes dan Bogtarsky (2007) secara konseptual hubungan antara budaya organisasi dan efektivitas sangat kuat. Sebagaimana telah disinggung oleh Scheider bahwa budaya organisasi menimbulkan suatu kondisi untuk menentukan efektivitas secara internal. Budaya organisasi menentukan apakah suatu kinerja telah efektif atau tidak dan apa yang dimaksudkan dengan efektif dan tidak efektif dalam suatu organisasi (Schein, 1995).

Penelitian ini menggunakan konsep budaya yang mengkombinasikan antara konsep budaya yang telah dikembangkan oleh Gordon dan Cumincs (1990) dengan nilai-nilai yang terkandung dalam konsep Good Governance (G G) dan konsep Good Corporate Governance (GCG), sehingga dimensi dari konsep budaya yang dicakup meliputi; Inisiatif individu, Toleransi Terhadap Resiko, Arah Organisasi, integrasi, Dukungan dari Manajemen (Perilaku dan Corak Kepemimpinan), Kontrol Organisasi, identitas Organisasi, Sistem imbalan, Toleransi Terhadap Konflik (Umpan Balik), Pola Komunikasi, Fokus Kepada Pelayanan Masyarakat, Berwawasan Lingkungan, dan Pengelolaan Stakeholder.

Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat gap pada sebagaian besar dimensi-dimensi budaya organisasi yang ada pada pemerintahan daerah kabupaten "X". Gap yang terjadi bervariasi mulai dari tingkatan yang rendah (derajat 4) sampai dengan tingkatan yang tinggi (derajat 2). Hasil pengolahan data menunjukan terdapatnya 5 (lima) budaya organisasi dominan pada pemerintahan daerah kabupaten "X" meliputi: (i) Budaya pelayan masyarakat, (ii) Budaya profesional, (iii) Budaya internal organisasi, (iv) Budaya efektif organisasi, dan (v) Budaya toleransi terhadap resiko. Telah dihasilkan beberapa program solusi yang ditujukan untuk memperkecil atau bahkan menghilangkan gap yang terjadi diantara elemen-elemen budaya organisasi yang ada (existing) dengan elemen-elemen budaya organisasi yang yang seharusnya. Lima peringkat teratas dari beberapa program solusi untuk mengatasi gap yang ada adalah: (i) Pengembangan program peningkatan kualitas jasa pelayanan kepada masyarakat, (ii) Program peningkatan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang Lingkungan, (iii) Perancangan kompetensi jabatan, (iv) Peningkatan kualifikasi pegawai melalui tugas belajar, dan (v) Pengembangan cara penugasan dan perancangan kerja disesuaikan dengan kompetensi.

Deskripsi Alternatif :

It is important to have an ideal organization culture. According to Kwantes and Boglarsky (2007) conceptually the relation between organizational culture and effectiveness very strong. As has been touched by Scheider, that organizational culture generates a condition to determine effectiveness internally. Organizational culture determines has a performance been effective or not and what meant effectively and not effective an organization (Schein, 1995).

This research applies culture concept combining between culture concepts which has been developed by Gordon and Cumincs (1990) with values which implied in concept of Good Governance (GG) and concept of Good Corporate Governance (GCG), so that dimension from culture concept included covers; Individual Initiative, Tolerance To Risk, Direction of Organization, Integration, Support from Management ( Behavior and Leadership Style), Organization Control, Organization Identity, tolerance To Conflict (Feedback), Fee System, Tolerance Communications Pattern, Focus To Public Service, Environment Awareness and Stakes holder Management.

Result from this research shown that there is gap for some part of organizational culture dimensions of the government of municipality of X. Gap happened vanes starting from low level (degree 4) up to high level (degree of 2). Result of data processing showed that there are 5 (five) dominant organization culture at municipality of "X covers: (i) Public service culture, (ii) Professional culture, (iii) Internal culture of organization, (iv) Organization effective culture, and (v) Tolerance to risk culture. Has been yielded some solution programs addressed to minimize or even eliminate gaps between elements of existing organizational culture and ideal elements of organization culture. Five rankings from some solution programs to overcome the gap are: (i) Development program of quality and service improvement to public, (ii) improvement program of service to public in the field of social environment, (iii) job competence program designing, (iv) Officer qualification improvement through learning, and (v) The development of assignation and work design related to competencies.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Prof. DR. Ir. Iman Sudirman, DEA., Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...