Path: Top > S2-Theses > Urban Design-SAPPK > 2011

REDEVELOPMENT KAWASAN STASIUN KERETA API KIARACONDONG

KIARACONDONG RAILWAY STATION AREA REDEVELOPMENT

Master Theses from JBPTITBPP / 2018-10-11 14:39:57
Oleh : Arvi Fauzi Ishlahoe Haq (NIM : 25608014), S2 - Urban Design-SAPPK
Dibuat : 2018-10-11, dengan 0 file

Keyword : redevelopment, transit friendly, stasiun KA Kiaracondong.
Subjek : Urban Design

Kawasan Stasiun KA Kiaracondong merupakan salah satu pusat transit yang cukup aktif di bagian Timur Kota Bandung. Kawasan ini memiliki permasalahan aksesibilitas dan integrasi sebagai suatu kawasan transit. Saat ini terjadi fragmentasi antara fungsi stasiun dengan fungsi transit sekitarnya akibat tidak tersedianya jalur bagi pejalan kaki yang akan beralih moda dari kereta api menuju angkutan kota atau sebaliknya. Kondisi ini mengakibatkan kawasan menjadi tidak nyaman dan aman (friendly) baik bagi pengguna transit ataupun pengguna lainnya. Permasalahan lain pada kawasan yaitu terjadinya pendudukan pada lahan milik PT. KAI karena pertumbuhan permukiman dan perdagangan yang tidak teratur di sekitar stasiun dan di pinggiran rel kereta api. Kondisi ini berpotensi menimbulkan gangguan dan membahayakan operasional perkeretaapian. Berbagai permasalahan yang terjadi pada kawasan harus segera diselesaikan terkait dengan rencana PT. KAI yang akan meningkatkan pelayanan stasiun KA Kiaracondong dari kelas ekonomi menjadi kelas bisnis dan kelas eksekutif. Selain itu akan direncanakan peningkatan infrastruktur rel kereta dari single menjadi double track.
Berdasarkan analisis yang dilakukan pada kawasan, maka perlu dilakukan redevelopment yang bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan aksesibilitas kawasan agar menjadi suatu kawasan transit yang friendly bagi semua pengguna transit. Sehingga mampu mengakomodasikan kebutuhan transit di masa yang akan datang. Oleh karena itu dipilih konsep redevelopment kawasan berbasis transit friendly. Konsep ini merupakan konsep pengembangan kawasan dengan melakukan perubahan fisik dan morfologi fungsional kawasan yang awalnya didominasi oleh satu fungsi yang memiliki kepadatan rendah dan berorientasi kendaraan pribadi menjadi kawasan mixed use yang compact dengan karakter pedestrian oriented.
Tujuan utama dari penerapan konsep ini adalah memberikan berbagai pilihan bertransportasi dengan menyediakan akses yang aman dan nyaman (friendly) untuk semua pengguna transit terutama pejalan kaki. Beberapa prinsip transit friendly yang diterapkan pada kawasan stasiun KA Kiaracondong diantaranya adalah pengembangan mixed use yang terkonsentrasi ke stasiun, peningkatan aksesibilitas bagi pejalan kaki, penataan pelayanan transit untuk berbagai pilihan moda, pengembangan bangunan vertikal untuk meningkatkan intensitas, serta penyediaan ruang terbuka sebagai waiting area dan pusat aktifitas utama kawasan dekat stasiun. Selain itu, dilakukan pengembangan kawasan yang mengacu kepada rencana pemerintah yaitu peningkatan sarana dan prasarana stasiun; pengembangan fungsi perumahan, perdagangan, perkantoran serta industri kecil; perencanaan area perumahan (rusun) dengan sistem land
sharing untuk mengakomodasi kebutuhan hunian warga setempat; serta peningkatan aktivitas perdagangan dan industri lokal untuk menunjang perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
Metoda perancangan yang dilakukan dalam tesis ini dimulai dengan identifikasi kondisi kawasan, yaitu berupa potensi dan permasalahan transit yang mengacu kepada isu dan tujuan perancangan. Selanjutnya dilakukan kajian literatur dan studi kasus yang berhubungan dengan redevelopment pada kawasan stasiun kereta api dan prinsip-prinsip perancangan berbasis transit friendly. Kemudian dilanjutkan dengan perumusan konsep-konsep pengembangan dan prinsip-prinsip perancangan berdasarkan hasil identifikasi potensi dan permasalahan kawasan serta hasil kajian literatur dan studi banding kasus. Tahapan terakhir yaitu mensimulasikan konsep dan prinsip tersebut dengan melakukan intervensi fisik ke dalam kawasan stasiun KA Kiaracondong dalam bentuk visual. Diharapkan dengan kajian tesis ini dapat memperkaya kajian mengenai pengembangan kawasan transit, khususnya pada kawasan stasiun kereta api yang berada di kawasan permukiman. Selain itu, kajian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pemerintah maupun pengembang dalam mengembangkan kawasan stasiun kereta api, terkait dengan upaya menyediakan kawasan transit yang friendly dan dapat meningkatkan kualitas kehidupan (sosiokultural) dan ekonomi pada kawasan.


Deskripsi Alternatif :

Kiaracondong railway station area is one of the transit center that was active in theeastern city of Bandung. The area has problems of accessibility and integration as a transit area. Nowadays, there are fragmentation between the functions of station with the function surrounding a transit station due to the unavailability of pedestrian paths that will switch transportation modes of train to public city transport or vice versa. Conditions resulted in the region become uncomfortable and safe (friendly) for both transit users or other users. Another problem is the occupation in the area on land owned by PT. KAI because the organic growth of settlements and commercials in the vicinity of the station and on the outskirts of the railroad. This will potentially cause interference and endangering for the operation of railways. Various problems occur in the region should be resolved relating to the plan of PT. KAI that would improve services to the Kiaracondong railway station from economy class to business class and executive class. In addition to planned increase in rail infrastructure from single to double track in the future.
Based on the analysis conducted in the area, it is necessary to redevelop the area which aims to improve and enhance the accessibility of the area in order to become a transit friendly area for all users. So it can accommodate the needs of transit in the future. Therefore, the selected concept for these thesis is redevelopment based on transit-friendly. This concept is making physical changes and morphological function of the area which was initially dominated by a single function that has a low density and private vehicles oriented into the compact mixed-use area with pedestrian-oriented character. The main purpose of the application of this concept is to provide a multiple choices of transportation by providing safely and comfortable (friendly) access for all transit users, especially pedestrians.
Some transit friendly principles that apply to the Kiaracondong railway station area are include mixed-use development concentrated to the station, improve accessibility for pedestrians, arrange transit service to multiple choices of transportation modes, vertical building development to increase the intensity, and provide main open space as a waiting area and activity center near the station. On the other hand, there are some efforts to develop the area that refers to the government plan there are improving station facilities and infrastructure; developing functions of residential, commercial, offices and small industries; planning of housing areas (public houses) with a land sharing system to accommodate the local residents housing needs; and increasing local commercial and ndustry activity to support the sustainability of local economy.
Design method which is done in this thesis begins with the identification of conditions the region, in the form of transit potentials and problems which refers to the issues and design purposes. Then, are performed literature review and case studies relating to the redevelopment of railway station area and design principles based on transit friendly. Then proceed with the formulating of development concepts and design principles based on the identification of potential and problems at the area and the results of literature review and comparative cases study. The final step is simulating the concepts and principles by doing a physical intervention into the Kiaracondong railway station area in visual form. It is expected that with this thesis can enrich the study of the development of transit areas, particularly in the area of railway station located in the residential neighborhood. In addition, this study is expected to provide inputs for the government and developers in developing the railway station area, itÂ’s also associated with the efforts to provide a transit friendly areas and improve the quality of life (sociocultural) and economies in the area.




Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - Urban Design-SAPPK
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Ir. Basauli Umar Lubis, MSA., PhD.
    Petrus Natalivan, ST., MT.
    , Editor: Perpustakaan Prodi Arsitektur