Path: Top > S2-Theses > Mining Engineering-FTTM > 2010

ESTIMASI DAN SIMULASI ELEVASI TOP ZONA BEDROCK ENDAPAN NIKEL LATERIT DI PULAU PAKAL, PROVINSI MALUKU UTARA DENGAN METODE ORDINARY COKRIGING DAN SEQUENTIAL GAUSSIAN SIMULATION

ESTIMATION AND SIMULATION THE TOP OF BEDROCK ZONE ELEVATION OF LATERITIC NICKEL DEPOSIT AT PAKAL ISLAND, NORTH MALUKU PROVINCE BY ORDINARY COKRIGING AND SEQUENTIAL GAUSSIAN SIMULATION METHOD

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:56:02
Oleh : ARIF BUDIYONO (NIM : 22107007), S2 - Mining Engineering
Dibuat : 2010, dengan 10 file

Keyword : bedrock, linear model of coregionalization, ordinary cokriging, pemboran menggantung, realisasi simulasi, varians estimasi.

Permasalahan dalam eksplorasi endapan nikel laterit terjadi ketika terdapat pemboran menggantung dimana pemboran berhenti pada suatu posisi yang belum menyentuh top zona bedrock. Hal tersebut dapat menyebabkan estimasi sumberdaya menjadi tidak optimal apabila pemodelan endapan didasarkan pada data pemboran menggantung tersebut. Pendekatan geostatistik multivarian melalui metode Ordinary Cokriging diimplementasikan untuk mengestimasi posisi top zona bedrock khususnya pada titik pemboran menggantung tersebut dengan memanfaatkan elevasi top zona high saprolite ore zone (HSOZ) sebagai variabel sekunder dimana elevasi top zona bedrock atau elevasi bottom zona high saprolite ore zone (HSOZ) merupakan variabel primer yang didapat dari pemboran yang tidak menggantung. Korelasi linear yang kuat dan kemiripan normalitas distribusi data dari kedua variabel mampu memberikan derajat korelasi spasial dan koherensi struktur spasial yang memadai yang dibutuhkan dalam pemodelan spasial multivarian melalui Linear Model of Coregionalization.

Pendekatan Ordinary Cokriging secara statistik mampu meningkatkan derajat estimasi dibandingkan dengan Ordinary Kriging dalam penurunan varians estimasi khususnya di bagian tengah daerah penelitian yang memiliki struktur spasial lebih sederhana dan karakteristik spasial relatif bebas dari drift. Pendekatan Kriging dengan Trend juga diaplikasikan untuk melengkapi hasil perbandingan estimasi top zona bedrock khususnya di bagian selatan dan utara daerah penelitian yang memiliki karakter trend yang kuat. Pola sampling density yang tercermin dalam distribusi penyebaran letak data variabel sekunder terhadap variabel primer berperan dalam penurunan varians estimasi oleh pendekatan Ordinary Cokriging. Simulasi stokastik kondisional diimplementasikan untuk melengkapi gambaran variabilitas lokal terhadap hasil estimasi Ordinary Cokriging dimana profil dan topografi bedrock di daerah penelitian bersifat kompleks. Realisasi simulasi yang dibangkitkan melalui metode Sequential Gaussian Simulation dengan memanfaatkan histogram dan fungsi distribusi kumulatif data awal mampu memberikan gambaran distribusi variabilitas elevasi top zona bedrock di bagian utara dan selatan daerah penelitian yang memiliki struktur spasial lebih kompleks dan variabilitas data yang relatif lebih tinggi.

Deskripsi Alternatif :

The problem in exploration of lateritic nickel deposit arising when there are some unfinished drillholes which did not penetrate the bedrock zone yet. They will generate the not optimum resource model of lateritic nickel deposit. The bedrock zone in the location of unfinished drillholes was estimated by Ordinary Cokriging methods utilizing the top elevation of high saprolite ore zone as secondary data while the primary data is the top elevation of bedrock zone or bottom elevation of high saprolite ore zone derived from the finished drillholes. The high degree of linear coefficient correlation and data distribution similarity between the two variables yields spatial correlation and spatial structure coherence characteristics that satisfy multivarian spatial modelling condition by Linear Model of Coregionalization methods.

Ordinary Cokriging approach statistically has improved the estimation results compared to the Ordinary Kriging due to the smaller estimation variance mainly in the Central Block of Pakal Island which the spatial structure is simpler and the spatial characteristics is drift-free relatively. Kriging with Trend method was also applied to compare the estimation result of top bedrock elevation. The sampling density pattern that incorporates the sampling position of secondary variable to primary variable also affecting the reduction of estimation variance by Ordinary Cokriging. For the more complex spatial structure and higher data variability such as in South and North Blocks of Pakal Island, Sequential Gaussian Simulation method which honored the histogram and cumulative distribution function of original data was applied to generate the local variability of top bedrock elevation. Conditional stochastic simulation methods has succeed in gaining comprehensive picture of bedrock topography since the profile of bedrock zone in Pakal Island is relatively complex.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing :

    Dr. M. Nur Heriawan, ST., MT.;

    Dr. Syafrizal, ST., MT., Editor: Alice Diniarti

File PDF...