Path: TopS2-ThesesBusiness Administration-SBM2007

USULAN PEMECAHAN MASALAH NO REPEAT ORDER MELALUI PENGEMBANGAN BUDAYA ORIENTASI PASAR DI PT. MATRIXINDO

PT. MATRIXINDO SOLUSI INFOTAMA AS A MULTINATIONAL COMPANY IN E-GOVERNMENT SOFTWARE DEVELOPMENT, HAS A POINT OF VIEW OF ITS BUSINESS IS NEVER HAVING NO REPEAT ORDER FROM ITS CLIENTS.

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:30:39
Oleh : Arief Witjaksono (NIM 291 04 169), S2-Business Administration
Dibuat : 2007-09-00, dengan 6 file

Keyword : after sales services, Repeat Order, Market Orientation,
Kepala Subjek : Management

Abstrak :




PT. Matrixindo Solusi Infotama sebagai sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam bidang pengembangan perangkat lunak berbasis pemerintahan (e-government), melihat suatu permasalahan yang muncul dalam usahanya yaitu tidak pernah mendapatkan pengulangan pembelian (No Repeat Order) dari pelanggannya.





Analisis lingkungan eksternal dan internal yang dilakukan, memberikan gambaran kepada perusahaan, tidak adanya pengulangan pembelian yang sedang dihadapi tidak dilatarbelakangi oleh karena pelanggan tidak memiliki kebutuhan perangkat lunak ataupun telah dipenuhi oleh organisasi internal pelanggan melainkan telah dipenuhi oleh pesaing.





Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengembangan produk baru melalui strategi Technology Push dan pelayanan purna jual yang diterapkan kurang memperhatikan kebutuhan dan keinginan pelanggan, sehingga kualitas produk dan pelayanan yang dimiliki oleh PT. Matrixindo Solusi Infotama jauh dari harapan pelanggan. Namun demikian kedua permasahan tersebut hanyalah puncak dari sebuah fenomena gunung es, terdapat masalah lain yang lebih mendasar dan lebih besar kekuatannnya yaitu lemahnya budaya Market Orientation dari seluruh lapisan organisasi. Perbaikan proses pengembangan produk baru dan pelayanan purna jual tanpa dukungan penuh dari seluruh elemen organisasi tidak memiliki dampak nyata signifikan di sisi pelanggan.





Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, maka diusulkan suatu pemecahan masalah pengembangan produk dan pelayanan purna jual, dikembangkan dengan mempertimbangkan komponen pelanggan melalui pengembangan budaya Market Orientation di lingkungan internal perusahaan serta penerapan Best Practice dalam hal pengembangan produk baru dan pelayanan purna jual yang melibatkan perspektif pelanggan.





Implementasi pengembangan budaya dari peranan dan tanggung jawab manajemen puncak, usaha sosialisasi serta berpartisipasinya oleh seluruh staf dan karyawan. Dimensi-dimensi yang dikembangkan meliputi pengembangan dan penyebaran strategis, keterpaduan internal, pengelolaan pengetahuan, insfrastruktur pengetahuan, antarmuka kepada pelanggan dan budaya organisasi.





Usulan ini didasarkan atas fleksibilitas metode tersebut dalam mengikuti perubahan keinginan dan kebutuhan pelanggan, serta diyakini merupakan upaya yang tepat bagi pemecahan masalah yang dimiliki PT. Matrixindo Solusi Infotama.

Deskripsi Alternatif :

Abstract :




External and internal environmental analysis that has been done, has given the description to the company that no repeat order from the clients is not because of the clients have no mecesity on software or it has been fulfilled by other internal organizations but it has been fulfilled by other competitors.





The evaluation result shows that new products development through the implementation of technology push strategy and after sales services are less in giving attentions of clients needs and wants, so the qualities of the PT. Matrixindo Solusi Infotama product and services have not fulfill yet the clients expectatitons. But both of the problems are the peak of ice mountain phenomena, there is another bigger and principal problem is the weakness of Market Orientation culture from all organization levels. The revisions of the new product and after sales services development have no significant effects for the clients without full support from all the organizations elements.





Based on the evaluation result, so it can be proposed a problem solution of the new product and after sales services development by concerning the clients component through the Market Orientation culture development in internal environment of the company and also the best practice implementation in new product and after sales services development that involving the clients perspective.





Culture development implementation can be from the role and responsibility of high level management, socialization efforts and participations of all staff. Developed dimensions consists of Strategic Development and Deployment, Internal Integration, Knowledge Management, Organizational Infrastructure, Customer Interface, Organizational Culture.





This suggestion are based on the flexibilities of the method in following the changes of the clients needs and wants, and it is the right efforts for problem solving that has been faced by PT. Matrixindo Solusi Infotama.

Copyrights : Copyright (c) 2007 SBM ITB.




Information Dissemination Right @ 2007 ITB Central Library Jl. Ganesha 10 Bandung 40132 Indonesia.




Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Reza Ashari Nasution, Phd




    Scanner : Novian Kurniawan
    , Editor: Novian Kurniawan

File PDF...