Path: TopS2-ThesesBusiness Administration-SBM2017

PERBAIKAN PADA UTILISASI PROSES PENGEBORAN UNTUK MENINGKATKAN LAJU PRODUKSI DI PROYEK LOWER WANAGON PT FREEPORT INDONESIA

IMPROVEMENT IN DRILLING PROCESS UTILIZATION TO INCREASE PRODUCTION RATE AT LOWER WANAGON PROJECT PT FREEPORT INDONESIA

2017
Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-12 15:23:18
Oleh : ARIEF WIJAYANTO 29115304, S2 - MBA-ITB
Dibuat : 2017-10-12, dengan 1 file

Keyword : bottleneck identification model, Lower Wanagon project, drill utilization, standby time reduction, production rate improvement
Subjek : Production Management
Kepala Subjek : Production Management
Nomor Panggil (DDC) : 658.3
Sumber pengambilan dokumen : PT Freeport Indonesia (PTFI)

PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan perusahaan tambang yang beroperasi di Mimika,

Provinsi Papua. Perusahaan ini menjual konsentrat tembaga, emas, dan perak ke seluruh

dunia. Saat ini, PTFI memiliki proyek besar terkait fase penutupan tambang di area Lower

Wanagon. Proyek ini sangat penting bagi perusahaan sebagai komitmen kepatuhan

terhadap peraturan pemerintah Indonesia. Proyek ini dimulai sejak 2011 dan akan selesai

pada 2023. Tujuan dari proyek ini adalah untuk stabilisasi material timbunan melalui proses

perubahan kemiringan lereng. Total material yang harus dipindahkan pada proyek ini

sekitar 260 juta Ton. Perusahaan berharap proyek ini selesai tepat waktu untuk menghindari

biaya tambahan di kemudian hari.

Sampai tahun 2017, pencapaian proyek ini masih 35.5% dari target karena rendahnya laju

produksi. Dalam proyek ini, laju produksi dipengaruhi oleh proses penambangan yang

terdiri dari pengeboran, peledakan, penggalian, dan pengangkutan. Tugas akhir ini akan

akan fokus untuk melakukan identifikasi proses penambangan mana yang menjadi

hambatan dan mengajukan beberapa alternatif solusi untuk meningkatkan laju produksi.

Bottleneck Identification Model (BMI) yang diusulkan oleh Kahraman dalam disertasinya

pada 2015 sebagai kerangka kerja. Model ini membandingkan kapasitas dan aktual

produksi dari peralatan tambang untuk mengidentifikasi hambatan produksi. Tugas akhir

ini menemukan bahwa utilisasi pada proses pengeboran sebagai hambatan. Empat

penyebab tertinggi yang berkontribusi terhadap rendahnya utilisasi pada mesin bor adalah

menunggu area, pergantian gilir kerja, tidak ada operator, dan selesai dari perbaikan.

Keempat penyebab ini berkontribusi sebesar 85.4% dari keseluruhan waktu siaga.

Beberapa alternatif solusi seperti perbaikan proses pergantian shift, membuat rencana

tambang yang terintegrasi, dan mengubah prosedur komunikasi, dibuat untuk

menghilangkan atau mengurangi durasi alat tidak terpakai. Perbaikan pada utilisasi mesin

bor memberikan hasil yang siginifikan pada peningkatan laju produksi proses pengeboran

sebesar 53.6%. Skenario untuk meningkatkan produksi yang diusulkan dalam tugas akhir

ini dapat dipakai oleh management perusahaan agar proyek ini selesai tepat waktu pada

2023. Proses implementasi harus terencana dan tercontrol. Oleh karena itu tim yang akan

bertanggung jawab, jadwal, dan alat pemantauan harus ditentukan sebelum eksekusi.

Deskripsi Alternatif :

PT Freeport Indonesia (PTFI) is a mining company which operate in Mimika, Papua

province. This company market concentrates containing copper, gold, and silver to around

the world. Right now, PTFI has big project related mine closure phase at Lower Wanagon

area. This project is very important for the company as a compliance commitment with

Government of Indonesia regulation. Project started since 2011 and will be completed in

2023. Objective of this project is to stabilize the overburden material through re-sloping

process. Total earthwork volume of this project is approximately 260 Million tons.

Company expected this project must completed on schedule to avoid additional cost in the

future.

Until 2017, achievement of this project is still 35.5% from the completion target due to

production rate is low. In this project, production rate is influenced by the mining processes

which consist of drilling, blasting, loading, and hauling. This final project will focus to

identifies source of bottleneck in the mining processes and propose alternative solutions in

order to increase production rate.

Bottleneck Identification Model (BMI) that proposed by Kahraman in his dissertation on

2015 is used as a framework. This model is compare all mining equipment capacity and

actual process rate to identify the bottleneck. This final project found that drilling process

utilization is source of bottleneck. Top four standby reason which become main contributor

in poor drill utilization are waiting area, shift change, no operator, and up from repair.

These standby reason contributes 85.4% of total standby time. Proposed alternative

solution such as improvement in shift change cycle, create integrated mine plan, change

communication procedure are developed to eliminate or reduce standby time duration.

Improvement in drill utilization give significant impact to increase 53.6% of drilling

production rate. Ramping up scenario that proposed in this final project can be used by

Company's management in order to achieve the completion target in 2023. The

implementation process should planned and controlled. Therefore, responsibility persons,

timeline, monitoring tools, and evaluation shall determine prior execution.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - MBA-ITB
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Dr. Eng. Nur Budi Mulyono, ST. MT , Editor: Neng Kartika

Download...