Path: TopS2-ThesesBusiness Administration-SBM2013

ANALYSIS AND PROPOSED OF PERFORMANCE MEASUREMENT SYSTEM FRAMEWORK AT MINISTRY OF ESDM

ANALYSIS AND PROPOSED OF PERFORMANCE MEASUREMENT SYSTEM FRAMEWORK AT MINISTRY OF ESDM

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:31:15
Oleh : Aria Surawijaya (29109378) Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Dermawan Wibisono, M. Eng, S2 - Business Administration
Dibuat : 2013, dengan 6 file

Keyword : PerformanceMeasurement, Balanced Scorecard, Organisasi Nirlaba

Dari 2010 sampai 2012, hasil Evaluasi LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) untuk Kementerian ESDM (Energi Sumber Daya Mineral Dan) selalu mendapatkan nilai yang Baik(B) dan menerima penghargaan sebagai salah satu dari 10 kementerian dengan evaluasi yang terbaik.Dalam kehidupan nyata, serta pelaporan publik, tanggapan tentang manajemen ESDM nasional terus menjadi sorotan, terutama terkait dengan subsidi BBM, sumber energi alternatif, bahan bakar impor, dan listrik, serta BUMN (Badan Usaha Milik Negara) sebagai pelaksana dan pengelola. Ketidakpuasan publik juga terlihat dalam pengelolaan distribusi bahan bakar dan energi, terutama di

daerah-daerah yang jauh dari pemerintah pusat, di mana di beberapa tempat terjadi kelangkaan bahan bakar. Tingkat akurasi elektrifikasi juga dipertanyakan. Salah satu faktor yang memungkinkan kontradiksi ini, di mana Kementerian mendapatkan peringkat yang baik dalam evaluasi LAKIP, tetapi manajemen ESDM nasional terus menjadi perhatian, adalah bahwa fenomena false alarm terjadi dalam tubuh Kementrian ESDM. Performance Measurement System (PMS) dari Kementerian ESDM kemudian dianalisis melalui empat tahapan dalam desain sistem manajemen kinerja. Dengan mengikuti langkah-langkah untuk desain PMS tersebut, analisis PMS itu dimulai dengan pengumpulan informasi. Informasi ini merupakan kondisi internal dan eksternal dari kementerian. Tiga di antara semua masalah dalam PMS dari Kementerian ESDM adalah, bahwa PMS Kementrian ESDM tidak memiliki framework tertentu,

Key Performance Indicator (KPI) tidak menyeluruh di setiap tingkatan dalam organisasi, KPI hanya berupa target tentang energi nasional dan sektor sumber daya energi dan mineral. tidak adanya framework memaksa PMS dari Kementerian hanya memiliki perspektif tunggal, yang

digunakan untuk mengukur kinerja organisasi. Hal ini mempengaruhi cakupan ke internal organisasi. Pelaksanaan framework kerja tersebut pada akhirnya menghasilkan bentuk indikator kinerja yang tidak konsisten dalam menggambarkan kondisi internal organisasi. Dan seperti yang telah diketahui juga bahwa dalam sistem manajemen kinerja, indikator kinerja berfungsi juga sebagai acuan kinerja

organisasi. Dengan demikian, disaat target sektor ESDM nasional berhasil dicapai, tetapi kinerja internal organisasi tetap tak terjabarkan. Kedua kondisi ini menyebabkan kesulitan bagi kementrian untuk benar-benar mengevaluasi dan memantau kinerja mereka sendiri. Orientasi organisasi akan terfokus pada nilai-nilai yang tidak mencerminkan kinerja nyata dari kementerian, atau manajemen ESDM nasional. Dan KPI dari PMS tersebut tidak mencapai seluruh tingkatan dalam organisasi.Analisis dilakukan untuk melihat framework yang paling cocok untuk diterapkan dalam PMS Kementrian. Mengingat kondisi Kementrian ESDM, tingkat pengetahuan tentang merancang PMS,literatur termudah untuk mendapatkan, dan organisasi untuk di-benchmark, framework yang diusulkan untuk diterapkan di kementerian ESDM adalah balanced scorecard. Salah satu keuntungan utama dari balanced scorecard, adalah karena balanced scorecard terdiri dari peta strategi tujuan, dan iv Scorecard tindakan, target, dan inisiatif, yang benar-benar bermanfaat pada bidang organisasi nonprofit. Setelah framework ditetapkan, analisis dilakukan untuk mendapatkan perspektif yang paling sesuai.Sebagai sektor publik, dengan pemangku kepentingan yang terkait dengan Sumber Daya Energi &

Mineral, perspektif keuangan berubah menjadi perspektif stakeholder, dan berdiri di puncak hirarki.

Kemudian KPI saat ini dianalisa untuk melihat hubungan dengan pernyataan visi / misi. Desain dan formulasi bagi peta-strategis kementrian, menghasilkan bahwa KPI akan dikelompokkan menjadi 16 Objectives yang mengandung Indikator Pengukuran (measurement). Objective tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam 3 tema strategis, yaitu Kemitraan Swasta-Pemerintah (Public-Private Partnership), Ketersediaan Energi (Energy Avaibility), dan Pemberdayaan Nasional, sebagai upaya untuk mencapai tujuan organisasi.

Deskripsi Alternatif :

From 2010 until 2012, LAKIP’s (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) evaluation result for the Ministry of ESDM (Energy dan Sumber Daya Mineral) is Good (B) and received an award as one of 10 ministries with the best evaluation. In the real life, as well as public reporting, respond about national ESDM management continuously being at a spotlight, especially related to fuel subsidies, alternative energy sources, imported fuel, and electricity, as well as BUMN (Badan Usaha Milik Negara) as an implementer and manager. Public dissatisfaction was also seen in the distribution management of fuel and energy, especially in the areas that was far from the central government, where in some places there is fuel scarcity occured. The accuracy rate of electrification is also questioned.

One factor that enabled this contradiction, in which the Ministry gets a good rating in the LAKIP’s evaluation, but the national ESDM management continued gain spotlighted, is that false alarm phenomenon occured inside Ministry of ESDM. he PMS of ESDM Ministry then analyzed through four stages in performance management systems designs. By following the steps for PMS design, the PMS analysis was begin with information collection. This information was represent the internal and external condition of the

ministry. Three among all of the problem in the PMS of Ministry of ESDM are, The PMS (Performance Measurement System) of the Ministry of ESDM doesn’t have a specific framework.,KPI not thorough at every level in the organization, and KPI is just a target about national energy and mineral resources sector.The inexistence of framework forcing the PMS of Ministry to have only single perspective, that is used to measure the performance of the organization. This is affected the coverage to the

internal organization. The implementation of such framework ultimately resulted in the form of

inconsistent performance indicators on describe the internal organization condition. And it is well

known that in the performance management system, performance indicators serve as organizational

performance reference. Thus, while the national ESDM target sector successfully achieved, but the

internal performance of the organization stands undefined.

Both of these conditions lead to difficulties to ministry in thoroughly evaluate and monitor their own performance. The organization orientation would be focused on the values that does not reflect the real performance of the ministry, or the national ESDM management. And the KPI of PMS did not reach every level in the organizations.

Analysis implemented to see the fittest framework to be implemented in the ministry’s PMS. Considering the condition of ministry of ESDM, level of knowledge on designing PMS, the easiestliterature to get, and organizations to be benchmarked, the proposed framework to be applied in the ministries of ESDM is the balanced scorecard. One ultimate advantage of Balanced scorecards, is iibecause Balanced scorecards comprise a strategy map of objectives, and a scorecards of measures,targets, and initiatives, in which truly applicable in the field of non-profit organizations.After the framework was set, analysis implemented to see the fittest perspective. As a public sector, with multi stakeholder related to Energy & Mineral Resources, the financial perspective was

transformed in to stake-holder perspectives, and stand on the top of the hierarchy. The current KPI then analyzes to see the relation with the vision/ mission statement. The design and formulation for ministry’s strategy-map, resulted that the KPI will grouped into 16 objectives contained Measurement Indicator. The objectives then grouped into 3 strategic themes, that is Public-Private Partnership,Energy Avaibility, and National Empowerment, as an effort to achieve the organization goals.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Dermawan Wibisono, M. Eng, Editor: Taupik Abidin

File PDF...